Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Pemkot Makassar Baru Bentuk 3 KSB di Wilayah Rawan Bencana

Pemkot Makassar Baru Bentuk 3 KSB di Wilayah Rawan Bencana
Apel pengukuhan personel Kampung Siaga Bencana (KSB) Kecamatan Tamalanrea di Anjungan MNEK CPI, Senin (13/4/2026). IDN Times/Asrhawi Muin
Intinya Sih
  • Pemerintah Kota Makassar telah membentuk tiga Kampung Siaga Bencana di Tamalanrea, Manggala, dan Biringkanaya sebagai langkah awal menghadapi wilayah dengan potensi bencana tinggi.
  • Setiap KSB melibatkan sekitar 60 warga dari berbagai unsur masyarakat, termasuk RT, RW, dan lembaga lokal untuk memperkuat kesiapsiagaan serta mitigasi bencana di tingkat komunitas.
  • Pemkot berencana memperluas pembentukan KSB ke kecamatan lain seperti Tamalate sambil menerapkan standar mitigasi dan koordinasi lapangan agar penanganan darurat lebih terstruktur.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Makassar, IDN Times - Pemerintah Kota Makassar mencatat pembentukan Kampung Siaga Bencana (KSB) masih terbatas di sejumlah wilayah. Hingga saat ini, baru tiga KSB yang terbentuk di Kota Makassar.

KSB tersebut tersebar di beberapa kecamatan yang dinilai memiliki potensi kerawanan bencana lebih tinggi yakni Tamalanrea, Manggala, dan Biringkanaya. Pembentukan dilaksanakan secara bertahap melalui pelibatan masyarakat setempat sebagai garda terdepan dalam penanganan awal kondisi darurat.

"Kondisi kebersamaan yang bersifat darurat membutuhkan kesiapsiagaan dari semua pihak serta saling koordinasi dalam menjalankan tugas sehingga dapat mencapai tujuan bersama," kata Kepala Dinas Sosial Kota Makassar, Andi Bukti Djufrie, Senin (13/4/2026).

1. Pengembangan KSB terus diperluas

Apel pengukuhan dan simulasi uji SOP Kampung Siaga Bencana (KSB) Kecamatan Tamalanrea di Anjungan MNEK CPI, Senin (13/4/2026). IDN Times/Asrhawi Muin
Apel pengukuhan dan simulasi uji SOP Kampung Siaga Bencana (KSB) Kecamatan Tamalanrea di Anjungan MNEK CPI, Senin (13/4/2026). IDN Times/Asrhawi Muin

Bukti menyebut pengembangan KSB akan terus diperluas ke wilayah lain yang memiliki tingkat risiko bencana tinggi. Salah satu yang masuk dalam rencana pengembangan adalah Kecamatan Tamalate.

"Tahun 2025 kemarin kan 2, Biringkanaya dengan Manggala, itu sudah selesai. Sekarang kita Tamalanrea lagi. Mudah-mudahan tahun depan bisa lagi kecamatan Tamalate," kata Bukti.

2. Libatkan 60 warga tiap KSB

Simulasi uji SOP Kampung Siaga Bencana (KSB) Kecamatan Tamalanrea di Anjungan MNEK CPI, Senin (13/4/2026). IDN Times/Asrhawi Muin
Simulasi uji SOP Kampung Siaga Bencana (KSB) Kecamatan Tamalanrea di Anjungan MNEK CPI, Senin (13/4/2026). IDN Times/Asrhawi Muin

Bukti juga menjelaskan setiap KSB dibentuk dengan melibatkan sekitar 60 warga dari berbagai unsur masyarakat. Termasuk RT/RW dan lembaga kemasyarakatan di tingkat lokal.

"Memang setiap satu KSB itu jumlahnya 60 dari berbagai unsur. Tua, muda, LPM, RT dan RW semuanya kita gabung sehingga memudahkan mereka untuk melaksanakan antisipasi atau mitigasi banjir," katanya.

3. KSB masih sangat dibutuhkan

Simulasi uji SOP Kampung Siaga Bencana (KSB) Kecamatan Tamalanrea di Anjungan MNEK CPI, Senin (13/4/2026). IDN Times/Asrhawi Muin
Simulasi uji SOP Kampung Siaga Bencana (KSB) Kecamatan Tamalanrea di Anjungan MNEK CPI, Senin (13/4/2026). IDN Times/Asrhawi Muin

Sementara itu, Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menegaskan bahwa pembentukan KSB di kota ini masih sangat dibutuhkan. Hal ini disebabkan adanya sejumlah wilayah dengan tingkat risiko bencana yang tinggi dan kejadian yang berulang di beberapa kecamatan.

"Maka dari itu, kita berharap setelah ini akan dibentuk beberapa kampung siaga lainnya," kata Munafri.

4. Terapkan standar mitigasi hingga koordinasi lapangan

Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin usai mengukuhkan anggota Kampung Siaga Bencana (KSB) Kecamatan Tamalanrea di Anjungan MNEK CPI, Senin (13/4/2026). IDN Times/Asrhawi Muin
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin usai mengukuhkan anggota Kampung Siaga Bencana (KSB) Kecamatan Tamalanrea di Anjungan MNEK CPI, Senin (13/4/2026). IDN Times/Asrhawi Muin

Munafri menyampaikan KSB dibentuk atas inisiasi Kementerian Sosial. Program ini dirancang untuk menghadirkan standar mitigasi bencana di tengah masyarakat sebagai pedoman dalam menghadapi potensi kebencanaan.

Karena itu, anggota KSB dibekali pemahaman mengenai pola operasional dalam penempatan pos saat kondisi darurat terjadi. Hal ini diharapkan dapat meminimalkan jumlah korban karena setiap anggota telah memahami alur penanganan secara terstruktur.

"Mulai dari posko penyelamatan dan yang kedua, paling penting adalah bagaimana melakukan koordinasi dengan pihak yang terkait untuk lebih memaksimalkan pola-pola bantuan yang akan didapatkan para korban pada saat terjadi bencana," kata Munafri.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Irwan Idris
EditorIrwan Idris
Follow Us

Latest News Sulawesi Selatan

See More