Momentum HUT ke-354 Sulsel, Bahtiar : Waktunya Kita Bertaubat

Makassar, IDN Times - Puncak peringatan HUT ke-354 Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) diperingati dalam rapat paripurna di gedung DPRD Sulsel, Kamis (19/10/2023). Dalam sambutannya, Pj Gubernur Sulsel, Bahtiar Baharuddin, berharap hari spesial ini menjadi momentum untuk bertaubat.
Menurutnya, ada banyak sekali hal yang perlu direnungkan dalam perjalanan menuju usia ke-354 tahun ini. Masih banyak sekali pekerjaan rumah yang perlu dibenahi.
"Momentum 354 tahun ini waktunya kita bertaubat, termasuk saya. Waktunya kita merenung. Tidak selalu sombong," kata Bahtiar di hadapan para tamu yang hadir.
1. Bahtiar sebut Sulsel tidak baik-baik saja

Pernyataan itu disampaikan Bahtiar saat memaparkan kondisi terkini di Sulsel secara kontradiktif. Menurutnya, pencapaian-pencapaian Sulsel saat ini masih sangat kontras dengan kondisi yang terjadi di lapangan.
Dia bahkan menyebut Sulsel sedang tidak baik-baik saja. Artinya, masih banyak hal yang perlu diperbaiki dari segala aspek.
"Jangan bilang Sulsel baik-baik saja. Kita sedang berjuang menuju baik-baik," kata Bahtiar.
2. Paparkan masalah-masalah di Sulsel

Bahtiar memaparkan hingga kini masih ada pengangguran hampir 5 persen dan sebanyak 8,87 persen tingkat kemiskinan. Belum lagi stunting masih 27 persen, literasi keuangan masih 36 persen.
Selain itu, pertumbuhan ekonomi rata-rata Sulsel harus minimal 6 persen jika ingin menyongsong Indonesia Emas 2024. Saat ini, rata-rata pertumbuhan ekonomi Sulsel hanya 5,6 persen. Dengan kondisi itu, Bahtiar merasa sangsi Sulsel bisa berkontribusi menyongsong Indonesia Emas 2045.
"Jika kita tidak mampu mengangkat pertumbuhan 6 persen, bisa saja Indonesia emas tapi sulsel tidak mencapai emas, tapi perak," kata Bahtiar.
3. Minta jajarannya tidak menyombongkan diri

Bahtiar juga memaparkan masalah-masalah lain seperti ada 5 juta hektar lahan yang tidak dimanfaatkan dan tidak menghasilkan apa-apa. Belum lagi, laut luas tapi tidak signifikan membawa perbaikan penghasilan bagi masyarakat.
Karena itulah dia menyebut bahwa momentum HUT ini adalah waktu yang tepat bagi pemerintah setempat untuk bertaubat. Dia juga berpesan agar pemerintah tak seharusnya menyombongkan diri dengan pencapaiannya.
"Lebih bagus introspeksi melihat keadaan. Makassar, Sulsel bukan sekedar pusat Indonesia Timur. Landskap ekonomi berubah, kita adalah pusatnya lintang utara di timur," katanya.



















