Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Menteri Haji Soroti Tingginya Angka Kematian Jemaah Sulsel

Menteri Haji Soroti Tingginya Angka Kematian Jemaah Sulsel
Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf, saat berada di Makassar, Minggu (14/6/2026). IDN Times/Darsil Yahya
Intinya Sih
  • Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf, menyoroti tingginya angka kematian jemaah haji asal Sulsel tahun 2026 meski pelaksanaan ibadah dinilai lebih baik dibanding tahun sebelumnya.
  • Ia meminta pembenahan fasilitas serta layanan kesehatan bagi jemaah Sulsel karena tingkat kematian masih tinggi, berbeda dengan provinsi lain yang mengalami penurunan signifikan.
  • Gus Irfan menginstruksikan Kanwil Kemenhaj Sulsel mempersiapkan musim haji sejak dini dengan fokus pada manasik kesehatan agar calon jemaah memiliki kesiapan fisik yang optimal.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Makassar, IDN Times - Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf, menyoroti tingginya angka kematian jemaah haji tahun 2026 asal Sulawesi Selatan (Sulsel). Dia pun meminta pembenahan pada fasilitas dan layanana kesehatan bagi jemaah haji tahun depan.

Irfan Yusuf menyampaikan kritik tersebut saat menyambut kepulangan jemaah Kloter 17 Debarkasi Makassar di Aula Arafah Asrama Haji Sudiang, Minggu (14/6/2026).

1. Apreasiasi pelaksanaan ibadah haji 2026

Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf, saat berada di Makassar, Minggu (14/6/2026). IDN Times/Darsil Yahya
Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf, saat berada di Makassar, Minggu (14/6/2026). IDN Times/Darsil Yahya

Meski penyelenggaraan haji tahun ini dinilai lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya, persoalan kesehatan jemaah masih menjadi pekerjaan rumah yang harus dibenahi.

Irfan Yusuf, yang akrab disapa Gus Irfan, mengapresiasi pelaksanaan ibadah haji 2026 yang dinilai berjalan lebih baik. Namun, menurutnya capaian tersebut tidak boleh membuat semua pihak cepat berpuas diri.

"Alhamdulillah penyelenggaraan haji tahun ini dianggap lebih baik dibanding tahun-tahun sebelumnya. Tapi kita tidak bisa berbangga, karena setiap tahun harus ada perbaikan," katanya kepada jurnalis di Aula Arafah.

2. Minta Sulsel benahi fasilitas dan layanan kesehatan

Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf, saat berada di Makassar, Minggu (14/6/2026). IDN Times/Darsil Yahya
Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf, saat berada di Makassar, Minggu (14/6/2026). IDN Times/Darsil Yahya

Menurut Gus Irfan, salah satu tantangan terbesar yang harus dihadapi pada penyelenggaraan haji tahun depan adalah tingginya angka jemaah yang meninggal dunia. Hingga pertengahan Juni 2026, tercatat sekitar 290 jemaah haji Indonesia wafat selama pelaksanaan ibadah haji.

Khusus Sulawesi Selatan, jumlah jemaah yang meninggal disebut masih relatif tinggi dan hampir sama dengan tahun sebelumnya. Kondisi tersebut berbeda dengan sejumlah provinsi lain yang justru mengalami penurunan angka kematian secara signifikan.

"Di Sulsel, jumlah jemaah yang meninggal masih cukup besar, hampir sama dengan tahun lalu. Sementara di banyak provinsi lain turun drastis. Artinya, kita harus berbenah terutama di bidang kesehatan," ujarnya.

3. Kanwil Kemenhaj Sulsel diminta persiapan sejak dini

Jemaah Kloter 17 Debarkasi Makassar saat berada di Aula Arafah Asrama Haji Sudiang, Minggu (14/6/2026).  IDN Times/Darsil Yahya
Jemaah Kloter 17 Debarkasi Makassar saat berada di Aula Arafah Asrama Haji Sudiang, Minggu (14/6/2026). IDN Times/Darsil Yahya

Untuk menghadapi musim haji berikutnya, Gus Irfan meminta jajaran Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah mulai melakukan persiapan sejak dini. Menurutnya, pembekalan kepada calon jemaah tidak hanya berfokus pada aspek ibadah, tetapi juga kesehatan.

Ia menekankan pentingnya manasik kesehatan agar calon jemaah memiliki kesiapan fisik yang lebih baik saat menjalankan rangkaian ibadah di Tanah Suci.

"Saya minta jemaah mulai dipersiapkan dari sekarang. Manasik bukan hanya soal ibadah, tetapi juga kesehatan agar mereka bisa beribadah dengan nyaman dan tetap sehat," katanya.

4. Doakan petugas kesehatan yang wafat

Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf, saat berada di Makassar, Minggu (14/6/2026). IDN Times/Darsil Yahya
Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf, saat berada di Makassar, Minggu (14/6/2026). IDN Times/Darsil Yahya

Meski angka kematian jemaah saat ini berada di kisaran 290 orang, Gus Irfan mengaku masih mencemaskan kemungkinan adanya penambahan. Sebab, proses pemulangan jemaah haji Indonesia dari Arab Saudi masih berlangsung hingga akhir Juni.

"Kami masih khawatir karena pemulangan belum selesai. Semoga tidak ada lagi penambahan dan angka itu tidak terus bertambah," ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Gus Irfan juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) yang telah bertugas selama musim haji. Secara khusus, ia memberikan penghormatan kepada dokter PPIH Kloter 38 Embarkasi Makassar, dr. Rezki Fitriani, yang wafat saat menjalankan tugas di Arab Saudi.

"Kami mengacungkan jempol atas dedikasi almarhumah dr. Rezki Fitriani. Semoga beliau wafat dalam keadaan syahid," ucap Gus Irfan.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Irwan Idris
EditorIrwan Idris

Latest News Sulawesi Selatan

See More