ilustrasi petani (pexels.com/Long Bà Mùi)
Di tengah potensi El Nino yang diperkirakan terjadi pada 2026, Amran memastikan ketahanan pangan nasional berada dalam kondisi kuat. Pemerintah, kata dia, telah memiliki pengalaman menghadapi fenomena serupa pada tahun-tahun sebelumnya.
“Itu El Nino Godzilla kan katanya kering 6 bulan. Tapi, sepertinya masih lebih tinggi dulu El Nino yang dulu, 2015. Kami sudah pengalaman mengelola El Nino bersama teman-teman tahun 2015, 2023, 2024,” ujarnya.
Selain stok di gudang pemerintah, ia juga mengungkapkan ketersediaan pangan di sektor lain. Berdasarkan data, stok di sektor horeka (hotel, restoran, kafe/katering) mencapai sekitar 12,5 juta ton, sementara standing crop atau tanaman yang siap panen mencapai 11 juta ton.
“Yang kedua adalah yang ada di Horeka sesuai data kita yang kelola itu 12,5 juta ton. Kemudian standing crop kita yang ditanam sekarang siap panen, itu 11 juta ton. Berarti sudah 23 juta ton,” jelasnya.
Dengan total ketersediaan tersebut, Amran memperkirakan kebutuhan pangan nasional dapat terpenuhi hingga 11 bulan ke depan, bahkan melampaui potensi periode kekeringan akibat El Nino.
“Artinya 11 bulan ke depan ini aman. Stok untuk rakyat Indonesia 11 bulan ke depan aman. Sedangkan kekeringan 6 bulan. Berarti aman kan?” ujarnya.