Kamu pernah gak, merasa ingin belanja setelah mengalami hari yang buruk atau bad mood? Mungkin ketika perasaan sedih melanda, ide untuk membeli barang baru terasa seperti solusi cepat yang bisa bikin mood kamu membaik. Inilah yang disebut dengan emotional spending atau pengeluaran emosional.
Istilah ini mengacu pada kebiasaan belanja yang dipicu oleh perasaan, bukan kebutuhan nyata akan barang atau jasa tertentu. Meski sesekali berbelanja untuk memanjakan diri tidak masalah, ketika kebiasaan ini menjadi tak terkendali dapat berakibat buruk pada kondisi keuanganmu, lho. Oleh karena itu, penting untuk memahami apa itu emotional spending dan bagaimana cara mengatasinya agar tidak merusak dompetmu. Simak penjelasan berikut ini yang dikutip dari Very Well Mind.
