Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Massa Aksi Solidaritas Andrie Yunus di Makassar Dipukuli-Hp Dirampas

Massa Aksi Solidaritas Andrie Yunus di Makassar Dipukuli-Hp Dirampas
Konferensi pers Gerakan Aksi Mahasiswa (GAM) Makassar terkait tindakan represif saat mereka menggelar unjuk rasa solidaritas untuk Andrie Yunus, Jumat (10/4/2026). IDN Times/Darsil Yahya - Insert foto luka lebam pengunjuk rasa/Istimewa
Intinya Sih
  • Aksi solidaritas GAM di Makassar dibubarkan secara represif oleh puluhan orang tak dikenal, menyebabkan beberapa mahasiswa luka dan satu ponsel dokumentasi aksi dirampas.
  • GAM menegaskan aksi dilakukan di luar kawasan objek vital militer serta bertujuan menuntut jaminan keamanan bagi aktivis, namun justru mendapat tindakan kekerasan saat hendak membubarkan diri.
  • Polrestabes Makassar menyatakan telah menerima laporan perampasan ponsel dan berjanji mengusut kasus tersebut, sementara GAM berkomitmen terus mengawal proses hukum hingga tuntas.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Makassar, IDN Times - Gerakan Aktivis Mahasiswa (GAM) di Makassar mengungkap dugaan tindakan represif oleh orang tak dikenal (OTK) saat menggelar aksi unjuk rasa di sekitar kawasan Makodam XIV Hasanuddin pada Kamis (9/4/2026). Dalam insiden tersebut, sejumlah mahasiswa mengalami luka lebam dan satu unit ponsel dilaporkan dirampas.

Panglima GAM, Fajar Wasis, mengatakan ponsel yang dirampas merupakan alat dokumentasi utama saat aksi berlangsung.

“Handphone itu kami gunakan untuk mendokumentasikan jalannya aksi, tapi tiba-tiba dirampas oleh OTK tanpa alasan yang jelas,” ujar Fajar dalam konferensi pers, Jumat (10/4/2026).

1. Aksi GAM dibubarkan paksa puluhan OTK

Konferensi pers Gerakan Aksi Mahasiswa (GAM) Makassar terkait tindakan represif saat mereka menggelar unjuk rasa solidaritas untuk Andrie Yunus, Jumat (10/4/2026). IDN Times/Darsil Yahya
Konferensi pers Gerakan Aksi Mahasiswa (GAM) Makassar terkait tindakan represif saat mereka menggelar unjuk rasa solidaritas untuk Andrie Yunus, Jumat (10/4/2026). IDN Times/Darsil Yahya

Ia menjelaskan, aksi dimulai sekitar pukul 14.00 Wita dengan long march menuju sekitar Makodam dan berlangsung tertib pada awalnya. Namun situasi berubah setelah sekitar 30 menit.

“Tiba-tiba muncul sekitar 20 orang atau lebih, mereka memakai masker, topi, dan rompi. Datangnya terorganisir, langsung menggeruduk massa,” katanya.

Menurut Fajar, selain merampas ponsel, kelompok tersebut juga melakukan tindakan represif terhadap peserta aksi. “Kami diseret ke pinggir jalan dan mengalami kekerasan. Beberapa teman mengalami luka lebam, termasuk saya di bagian bawah mata kiri,” ungkapnya.

Ia menambahkan, ponsel yang dirampas merupakan iPhone 11 Pro Max dengan nilai sekitar Rp5 juta. “Terakhir kami lacak melalui akun Google, posisinya berada di sekitar Makodam. Setelah itu sudah tidak aktif,” jelasnya.

2. Berada di luar kawasan objek vital

Anggota Gerakan Aktivis Mahasiswa (GAM) Makassar menderita luka lebam pada bagian mata akibat pukulan dari orang tak dikenal saat demonstrasi solidaritas untuk Andrie Yunus, Kamis (9/4/2026). Dok. GAM Makassar
Gerakan Aktivis Mahasiswa (GAM) Makassar menggelar aksi solidaritas untuk Andrie Yunus, Kamis (9/4/2026). Dok. GAM Makassar

Fajar menegaskan, aksi yang dilakukan GAM berada di luar radius kawasan objek vital dan tidak melanggar aturan. “Kami tetap berada di luar radius 150 meter karena memahami itu sebagai kawasan instalasi militer,” ujarnya.

Ia juga menyebut, pembubaran paksa terjadi saat massa sebenarnya bersiap mengakhiri aksi untuk berpindah ke titik lain. “Kami sudah mau membubarkan diri secara tertib, tapi justru dikerumuni dan langsung mendapat tindakan represif,” katanya.

GAM menilai tindakan tersebut bertolak belakang dengan tujuan aksi mereka, yakni mendorong jaminan keamanan bagi aktivis, termasuk terkait kasus penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus.

“Yang kami perjuangkan adalah jaminan agar kejadian seperti itu tidak terulang. Tapi yang kami dapat justru tindakan represif,” tegasnya.

3. GAM harap polisi buru perampas HP

Anggota Gerakan Aktivis Mahasiswa (GAM) Makassar menderita luka lebam pada bagian mata akibat pukulan dari orang tak dikenal saat demonstrasi solidaritas untuk Andrie Yunus, Kamis (9/4/2026). Dok. GAM Makassar
Anggota Gerakan Aktivis Mahasiswa (GAM) Makassar menderita luka lebam pada bagian mata akibat pukulan dari orang tak dikenal saat demonstrasi solidaritas untuk Andrie Yunus, Kamis (9/4/2026). Dok. GAM Makassar

Ia juga menyinggung hak konstitusional warga negara dalam menyampaikan pendapat di muka umum. “Kami berpegang pada Pasal 28E ayat (3), bahwa setiap warga negara berhak menyampaikan pendapat dan mendapatkan perlindungan,” ujarnya.

Terkait laporan yang telah dilayangkan, GAM berharap pihak kepolisian segera mengusut kasus tersebut. “Kami berharap Polrestabes Makassar bertindak cepat, tegas, dan membuka kasus ini secara terang-benderang,” kata Fajar.

Ia menambahkan, pihaknya masih memiliki bukti berupa rekaman video singkat, meski dokumentasi terbatas karena adanya dugaan intimidasi di lokasi.

“Ada video sekitar empat detik, karena saat itu yang merekam langsung didatangi dan diminta berhenti,” ujarnya.

Ke depan, GAM memastikan akan terus mengawal kasus ini dan menyiapkan konsolidasi lanjutan. “Kami akan kembali dengan kekuatan yang lebih besar untuk menuntut keadilan,” tutupnya.

4. Polrestabes Makassar janji buru pelaku

Kantor Polrestabes Makassar / Istimewa
Kantor Polrestabes Makassar / Istimewa

Kasi Humas Polrestabes Makassar, Kompol Wahiduddin, menyatakan pihaknya telah menindaklanjuti laporan dugaan perampasan handphone tersebut. Saat ini, polisi tengah mendalami laporan yang telah diajukan korban.

“Kalau korban sudah melapor, berarti sudah kami tindak lanjuti,” tegas Wahiduddin kepada IDN Times. Minggu (12/4/2026).

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Irwan Idris
EditorIrwan Idris
Follow Us

Latest News Sulawesi Selatan

See More