Banjir di Jalan AP Pettarani Makassar. IDN Times/Sahrul Ramadan
Khusus di Makassar, lanjut Slamet, bencana yang hampir tiap tahunnya terjadi adalah banjir. "Ini adalah kota yang sangat rentan. WALHI sudah beberapa kali mengingatkan bahwa ada tiga kondisi yang menjadikan kota ini sangat rentan terjadi bencana, utamanya banjir," tegasnya.
Slamet menyebut tiga faktor itu adalah, kondisi hutan di hulu DAS Jeneberang semakin kritis, saluran air yang tidak terintegrasi satu sama lain, dan Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang sangat minim.
WALHI juga menyoroti kinerja Gubernur Sulsel. Mereka menganggap kepala daerah tidak memiliki visi atau kebijakan yang berorientasi terhadap mitigasi bencana. "Kami melihat, kebijakan mitigasi bencana dalam hal ini pemulihan lingkungan utamanya DAS yang kritis itu tidak menjadi prioritas, padahal di situ adalah kuncinya," ucap Slamet.
"Kesannya terkait bencana, pemerintah hanya melakukan penanganan pasca banjir dan ini terus berulang tiap tahun di tengah dampak dari krisis iklim yang sudah dirasakan. Jika Gubernur tidak segera melakukan pemulihan lingkungan maka potensi bencana kedepannya akan semakin besar," imbuh Slamet.