Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Makassar Masuk Pelabuhan Tersibuk selama Masa Lebaran 2026
Penumpang memadati Pelabuhan Makassar pada masa Lebaran 2026. (Dok. Pelindo Regional 4)
  • Pelindo Regional 4 mencatat lonjakan penumpang Lebaran 2026 hingga 758.291 orang, naik 10,41% dari tahun sebelumnya, dengan pelabuhan tersibuk Balikpapan, Ambon, dan Makassar.
  • Selama periode Lebaran, arus kapal mencapai 1.077 unit atau naik 0,94%, dengan Ternate menjadi pelabuhan paling ramai dan koordinasi intensif menjaga kelancaran jadwal pelayaran.
  • Pelindo memperketat pengamanan di terminal melalui X-Ray, patroli, dan sistem darurat serta meningkatkan layanan lewat penataan terminal dan informasi real time bagi pengguna.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Makassar, IDN TImes - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 4 mencatat lonjakan arus penumpang selama periode angkutan Lebaran 1447 Hijriah/2026 Masehi. Hingga H+10 Idulfitri, total penumpang yang dilayani mencapai 758.291 orang.

Jumlah ini meningkat 10,41 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat sebanyak 686.770 orang. Kenaikan ini menunjukkan tingginya mobilitas masyarakat selama momen mudik dan arus balik Lebaran.

1. Pelabuhan Balikpapan tersibuk, disusul Ambon dan Makassar

Kepadatan penumpang di pelabuhan naungan Pelindo Regional 4 pada masa Angkutan Lebaran 2026. (Dok. Pelindo Regional 4)

Executive Director 4 Pelindo Regional 4, Abdul Azis, mengatakan peningkatan jumlah penumpang menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap layanan pelabuhan yang semakin baik.

“Secara kumulatif hingga H+10, jumlah penumpang mencapai 758.291 orang, meningkat 10,41% dibandingkan tahun 2025. Peningkatan ini mencerminkan kesiapan operasional serta sinergi seluruh stakeholder dalam memastikan pelayanan yang aman, lancar, dan nyaman bagi masyarakat,” ujarnya.

Berdasarkan data, lima pelabuhan dengan arus penumpang tertinggi adalah Balikpapan dengan 106.369 penumpang, Ambon 100.196 penumpang, dan Makassar 98.157 penumpang. Disusul Parepare sebanyak 79.320 penumpang dan Ternate 73.469 penumpang.

Secara keseluruhan, penumpang naik tercatat sebanyak 412.013 orang, sementara penumpang turun mencapai 346.278 orang. Puncak arus mudik terjadi pada H-8 atau 13 Maret 2026 dengan 46.949 penumpang, sedangkan puncak arus balik terjadi pada H+8 atau 29 Maret 2026 dengan 41.739 penumpang.

2. Arus kapal capai 1.077 unit selama periode Lebaran

Ilustrasi petugas memantau kapal Pelni yang berlayar. (IDN Times/Fariz Fardianto)

Selain penumpang, Pelindo Regional 4 juga mencatat peningkatan arus kapal. Hingga H+10, jumlah kapal yang dilayani mencapai 1.077 unit atau naik 0,94 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang sebanyak 1.067 unit.

Lima pelabuhan dengan arus kapal tertinggi yakni Ternate sebanyak 162 unit, Ambon 126 unit, Manado 124 unit, Kendari 89 unit, dan Makassar sebanyak 73 unit.

Menurut Abdul Azis, kelancaran arus kapal menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas jadwal pelayaran selama periode Lebaran. Koordinasi intensif dengan operator kapal dan instansi terkait dinilai menjadi kunci utama.

“Koordinasi intensif dengan operator kapal dan instansi terkait menjadi kunci dalam menjaga kelancaran arus kapal, sehingga distribusi penumpang tetap berjalan sesuai jadwal dan kapasitas layanan dapat dioptimalkan,” jelasnya.

3. Pengamanan diperketat, layanan terminal ditingkatkan

Puluhan ribu penumpang memadati Pelabuhan Makassar hingga H-2 Idul Fitri 2026. (Dok. Pelindo Regional 4)

Pelindo Regional 4 juga memperkuat sistem pengamanan terpadu di seluruh terminal penumpang. Division Head Operasi Pelindo Regional 4, Yusida M. Palesang, menyebut berbagai langkah telah dilakukan sejak awal periode angkutan Lebaran.

Pengamanan dilakukan mulai dari pengaturan jalur kendaraan dan penumpang, pemeriksaan melalui X-Ray, peningkatan patroli, hingga penguatan sistem respons darurat. Selain itu, pengamanan khusus juga disiapkan untuk kunjungan VIP.

“Beberapa langkah pengamanan yang dilakukan antara lain pengaturan jalur lalu lintas kendaraan dan penumpang, pengawasan melalui X-Ray, peningkatan patroli, hingga penguatan sistem emergency response,” ungkap Yusida.

Pelindo juga mengaktifkan tim respons cepat untuk mengantisipasi kondisi darurat selama periode Lebaran. Di sisi lain, peningkatan layanan dilakukan melalui penataan terminal, penambahan personel, hingga penyediaan informasi real time bagi pengguna jasa.

Abdul Azis menambahkan, keberhasilan angkutan Lebaran 2026 tidak lepas dari sinergi berbagai pihak. Ke depan, Pelindo akan terus meningkatkan kualitas layanan melalui penguatan infrastruktur dan digitalisasi.

“Kolaborasi yang kuat antara seluruh stakeholder memungkinkan layanan pelabuhan berjalan dengan baik, sekaligus memastikan keselamatan penumpang menjadi prioritas utama,” tutupnya.

Editorial Team