Makassar, IDN Times - Pusat pertumbuhan investasi di Sulawesi Selatan (Sulsel) masih terkonsentrasi di sejumlah daerah. Kota Makassar menjadi magnet utama penanaman modal, sementara daerah lain masih berupaya mengoptimalkan potensi ekonominya untuk menarik investor.
Data Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sulsel menunjukkan, realisasi investasi sepanjang Januari hingga September 2026 mencapai Rp15,275 triliun. Namun, persebarannya belum sepenuhnya merata.
Makassar menempati posisi pertama dengan nilai investasi Rp5,003 triliun atau 32,80 persen dari total realisasi investasi Sulsel. Artinya, hampir sepertiga penanaman modal yang masuk ke provinsi ini terkonsentrasi di ibu kota.
Kabupaten Luwu menyusul dengan investasi Rp3,050 triliun atau 19,99 persen. Tidak jauh berbeda, Kabupaten Luwu Timur mencatatkan Rp3,018 triliun atau 19,78 persen.
Sementara itu, Kabupaten Maros berada di posisi keempat dengan Rp1,114 triliun atau 7,30 persen. Kota Palopo melengkapi lima besar dengan investasi Rp411,995 miliar atau 2,70 persen.
Jika digabungkan, Makassar, Luwu, dan Luwu Timur menyumbang sekitar 72,57 persen dari total investasi Sulsel selama sembilan bulan pertama 2026. Kondisi ini memperlihatkan bahwa aktivitas penanaman modal masih bertumpu pada tiga daerah tersebut.