- Memiliki minimal 60 unit Chromebook yang aktif digunakan dalam pembelajaran.
- Setidaknya 30% guru bersertifikasi Google (Level 1, Level 2, Trainer, Coach, atau Inovator).
- Menerapkan inovasi pembelajaran berbasis teknologi digital.
- Menunjukkan komitmen tertulis untuk menjadi sekolah rujukan dan berbagi praktik terbaik dengan sekolah lain.
- Mendapat pendampingan langsung dari tim Google for Education Indonesia.
Makassar Bangun Ekosistem Pembelajaran Berbasis Teknologi

Makassar, IDN Times - Makassar semakin menegaskan langkahnya menuju era pendidikan digital dengan menggandeng Google for Education dalam membangun ekosistem pembelajaran berbasis teknologi. Program ini bertujuan untuk mempercepat transformasi pendidikan di tengah pesatnya perkembangan zaman.
Langkah ini diwujudkan melalui pemanfaatan Chromebook, akun belajar.id, serta pelatihan kecerdasan buatan (AI) bagi guru dan siswa. Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menyatakan bahwa kolaborasi ini bukan hanya menjawab tantangan digitalisasi, tetapi juga menunjukkan komitmen kuat Makassar dalam menciptakan pendidikan yang inklusif, aman, dan berdaya saing global.
"Dengan program ini, maka pelatihan guru dan didukung infrastruktur memadai, Kota Makassar siap menjadi pusat inovasi pendidikan digital di Indonesia,"* ujar Appi, dalam pertemuan dengan M. Edward Ranggong, Education Specialist Sulawesi Selatan, Barat, dan Tenggara, di Kantor Balai Kota Makassar, Senin (26/5/2025).
1. Dorong pendirian sekolah unggulan berbasis teknologi di setiap kecamatan

Sebagai langkah awal, pemerintah menetapkan target pendirian sekolah unggulan berbasis teknologi di setiap kecamatan. Program ini akan dimulai pada tahun ajaran baru 2025 dan melibatkan guru-guru bersertifikasi digital yang ditempatkan di sekolah-sekolah khusus tersebut.
"Kita targetkan untuk SD 1 Sekolah per kecamatan diterapkan di kelas 4-6. Sedangkan SMP, bisa di 5 kecamatan sesuai dapil, mulai kelas 1-3," tutur Appi.
Para guru yang telah memiliki sertifikasi digitalakan diberikan insentif khusus sebagai bentuk apresiasi dan motivasi. Selain itu, pemerintah juga akan melakukan uji coba awal guna memetakan kebutuhan jumlah guru dan murid di sekolah digital, termasuk memfasilitasi anak-anak dari pulau agar dapat bersekolah dengan sistem ini.
2. Google Indonesia dorong pelatihan AI untuk satu juta guru

Google Indonesia juga tengah menjalankan program pelatihan berbasis AI, dengan target melatih satu juta guru dalam tiga tahun ke depan. Dalam kerja sama terbaru dengan Kementerian Pendidikan, Google akan menggunakan platform AI bernama Gemini sebagai bagian dari pelatihan guru.
"Chromebook ini hanya bisa diakses melalui akun belajar.id. Di luar itu tidak bisa masuk. Bahkan di kota Madiun, siswa diperbolehkan membawa Chromebook pulang karena keamanannya sangat tinggi," jelas Edward.
3. Kandidat Sekolah Rujukan Google (KSRG)

Google juga menghadirkan program Kandidat Sekolah Rujukan Google (KSRG) bagi sekolah negeri yang ingin berinovasi dalam pembelajaran digital. Untuk menjadi KSRG, sekolah harus memenuhi beberapa syarat:
Sekolah yang lolos seleksi akan mendapatkan pendampingan serta kesempatan kolaborasi lintas negara, seperti yang telah dilakukan dengan sekolah-sekolah di Malaysia.
"Kami berharap dalam waktu dekat, kota Makassar juga bisa turut menyusul menjadi bagian dari transformasi digital pendidikan nasional melalui program KSRG," kata Edward.
Dengan berbagai langkah ini, Makassar semakin siap menjadi pusat inovasi pendidikan digital di Indonesia, membuka peluang bagi guru dan siswa untuk memperoleh pengalaman belajar berbasis teknologi yang modern dan efisien.



















