Lampion Imlek Menghiasi Jalan Utama di Ambon, Ini Makna dan Artinya

Ambon, IDN Times - Sepanjang jalan utama di Kota Ambon, Maluku, terpasang lampion. Ornamen ini, lekat dan kental dengan perayaan Tahun Baru Imlek.
Di tahun 2024, Imlek 2575 Kongzili akan jatuh pada 10 Februari dan akan dirayakan oleh warga keturunan Tionghoa di Ambon.
Untuk menyambut itu, lampion sudah dipasang jauh-jauh hari sebelum puncak perayaannya.
1. Lampion terpasang di sepanjang jalan utama

Dari pantauan IDN Times, ruas jalan utama seperti Jalan A.Y Patty dan Pattimura, ramai terpasang lampion di kedua jalan tersebut.
Ornamen berbentuk bulat dan identik dengan warna merah ini menambah keindahan dan mempercantik wajah Kota Ambon.
Selain di jalan tersebut, lampion juga dipasang di kawasan Soema sebagai tempat perayaan Imlek.
Kepala Bagian Umum Pemerintah Kota Ambon, Herman Tetelepta menjelaskan, pemasangan pernak-pernik Imlek, seperti lampion telah menjadi agenda rutin pemerintah tiap tahunnya.
“Sebagai wujud kehadiran dan dukungan pemerintah saat perayaan hari-hari besar keagamaan,” ujarnya.
Selain itu, bagi dia, wujud penghargaan dan keberagaman agama yang dianut bagi seluruh warga Kota Ambon. Jadi, kata Herman, pernak-pernak nanti juga akan dipasang saat perayaan Natal dan Idul Fitri.
2.Apa makna dan arti dari lampion

'Denglong', sebutan lampion dari bahasa China yang memilik arti menerangi. Ornamen ini, biasanya terbuat dari bambu, jerami, kayu dan kain sutra.
Biasanya juga memanfaatkan kertas api. Di dalamnya terdapat lilin dan lampu yang berfungsi sebagai penerang.
Warna lampion sendiri, selalu memiliki ciri khas berwarna merah. Bukan tanpa alasan, warna ini memiliki arti kemakmuran, rejeki dan kesatuan.
Makanya saat perayaan Imlek selalu ada lampion. Sebab menjadi simbol keberuntungan. Selain itu, bermakna menerangi rezeki bagi orang yang menggantung lampion.



















