Kongres Pemuda Sulsel 2026 Lahirkan 5 Isu Prioritas Pembangunan

Kongres Pemuda Sulsel 2026 di Makassar menutup rangkaian forum dengan kesepakatan lima isu prioritas pembangunan melalui voting peserta lintas pemerintah, pelajar, mahasiswa, komunitas, dan lembaga swadaya masyarakat.
Lima isu tersebut mencakup pendidikan dan kesejahteraan pemuda, lingkungan dan ketahanan iklim, bahasa-budaya-identitas lokal, ekonomi-keterampilan-pekerjaan layak, serta kepemimpinan dan partisipasi bermakna.
Hasil kongres akan menjadi masukan Musrenbang Tematik Pemuda November 2026, diserahkan kepada Pemkot Makassar, dan ditindaklanjuti melalui rencana aksi menuju Wikithon Partisipasi Publik 2027.
Makassar, IDN Times - Rangkaian acara Kongres Pemuda Sulawesi Selatan 2026 resmi ditutup di Aula Siporio BBPMP, Makassar, pada Rabu (28/10/2026) sore. Mengusung tema Dari Aksi menjadi Kebijakan: Mengakar, Berdampak, dan Berkelanjutan, forum yang berlangsung sejak Selasa (27/10/2026) ini menyepakati lima isu prioritas.
Koordinator BASAIbu Wiki Sulsel, Ita Ibnu, mengungkapkan apresiasinya atas antusiasme tinggi para peserta yang hadir dan berdialog secara setara selama kongres berlangsung. Para peserta berasal dari unsur pemerintah, pelajar, mahasiswa, komunitas, hingga lembaga swadaya masyarakat.
"BASAIbu Wiki Sulsel sangat senang melihat antusias peserta yang mulai dari pemuda siswa/siswi pelajar, mahasiswa, komunitas, hingga pemerintah saling berdialog yang setara dan menjalin komitmen untuk berkolaborasi menindaklanjuti hasil Kongres Pemuda Sulawesi Selatan 2026," jelas Ita.
1. Lima isu prioritas yang disepakati lahir melalui proses voting para peserta di hari kedua

Suasana penutupan Kongres Pemuda Sulawesi Selatan 2026 di Aula Siporio BBPMP, Makassar, pada 28 Oktober 2026. (IDN Times/Achmad Hidayat Alsair) Pada hari kedua Kongres Pemuda Sulawesi Selatan 2026, peserta untuk merumuskan dan menetapkan lima isu prioritas pembangunan yang saling terhubung melalui proses voting. Isu Pendidikan dan Kesejahteraan Pemuda dipandang bergerak beriringan dengan Lingkungan dan Ketahanan Iklim, di mana kualitas sumber daya manusia dan kesejahteraan generasi muda terikat kuat pada kelestarian ruang hidup di sekitarnya.
Di saat yang sama, penguatan Bahasa, Budaya, dan Identitas Lokal tidak terpisahkan dari penyediaan Ekonomi, Keterampilan, dan Pekerjaan yang Layak, guna memastikan bahwa pemajuan kebudayaan daerah juga memberikan dampak kesejahteraan ekonomi yang nyata bagi anak muda. Keseluruhan rangkaian isu ini kemudian diikat oleh dimensi Kepemimpinan dan Partisipasi Bermakna, yang menjamin bahwa generasi muda memegang kendali aktif dalam mengawal setiap kebijakan publik.
2. Ingin mendorong anak muda untuk berpartisipasi aktif dalam mengusulkan kebijakan

Suasana penutupan Kongres Pemuda Sulawesi Selatan 2026 di Aula Siporio BBPMP, Makassar, pada 28 Oktober 2026. (IDN Times/Achmad Hidayat Alsair) Lebih jauh, Ita Ibnu juga menekankan pentingnya memberi ruang kepada pemuda di tengah besarnya potensi demografi daerah. Berdasarkan data milik Badan Pusat Statistik (BPS) 2025, sekitar 2,42 juta jiwa atau 25,35 persen dari total 9,56 juta penduduk Sulawesi Selatan berada di rentang usia 16–30 tahun.
"Angka ini bukan sekadar statistik. Ini kekuatan yang akan menentukan arah pembangunan Sulawesi Selatan. Karena itu pemuda harus punya ruang untuk ikut menentukan agenda, bukan hanya diundang hadir," jelas Ita Ibnu.
3. Seluruh isu prioritas siap dibawa ke Musrenbang Tematik Pemuda dan Wikithon 2027

Suasana penutupan Kongres Pemuda Sulawesi Selatan 2026 di Aula Siporio BBPMP, Makassar, pada 28 Oktober 2026. (IDN Times/Achmad Hidayat Alsair) Seluruh pihak yang hadir dalam kongres ini turut meneken komitmen bersama untuk menjaga kesinambungan gerakan, menjalin koordinasi, serta berpartisipasi aktif dalam implementasi rencana aksi yang akan bermuara pada Wikithon Partisipasi Publik 2027.
Tidak berhenti di ruang diskusi, rumusan rekomendasi dan tiga isu krusial tersebut juga disiapkan untuk diserahkan secara resmi kepada Pemerintah Kota Makassar. Poin-poin kesepakatan tersebut menjadi masukan substansial pada agenda Musrenbang Tematik Pemuda yang dijadwalkan berlangsung pada November 2026 mendatang.
Pelaksanaan Kongres Pemuda Sulsel 2026 ini merupakan hasil kemitraan strategis antara BASAIbu Wiki dengan sejumlah pihak. Mulai dari Rumah Budaya Rumata', Balai Bahasa Sulawesi Selatan, Pemprov Sulsel, Dinas Pendidikan Sulsel, Pemkot Makassar, Bappeda Makassar, Dispora Makassar, serta Makassar Creative Hub.



















