Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

ASICS Football Draft Combine, 100 Lebih Pemain Muda Makassar kut Seleksi

Kota Makassar
4 min read
ASICS Football Draft Combine, 100 Lebih Pemain Muda Makassar kut Seleksi
Peserta seleksi ASICS Football Draft Combine 2026 di Makassar, Sabtu (31/10/2026). Dok. ASICS
  • ASICS Football Draft Combine 2026 menyambangi Makassar dan diikuti lebih dari 100 pemain muda berusia 16-18 tahun.

  • Peserta dinilai dari teknik, kemampuan membaca permainan, body shape, awareness, serta pengambilan keputusan di lapangan.

  • ASICS akan memilih 50 pemain untuk final di Jakarta, lalu tiga terbaik berkesempatan mengikuti ajang di Jepang.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Makassar, IDN Times - ASICS Football Draft Combine 2026 menyambangi Makassar, Sulawesi Selatan, pada Sabtu (31/10/2026). Kota ini menjadi satu-satunya persinggahan di luar Pulau Jawa dalam rangkaian seleksi talenta muda sepak bola tersebut.

Program ini membuka peluang bagi pemain berusia 16-18 tahun dari Makassar dan sekitarnya untuk menunjukkan kemampuan. Tercatat lebih dari 100 pemain mendaftar di seleksi yang menjadi bagian dari City Series ASICS Football Draft Combine 2026 ini.

Senior Marketing Core Performance Sport ASICS Indonesia, Gemilang Sayyef Alhaq, mengatakan Makassar dipilih karena banyak talenta potensial yang layak diberi kesempatan berkembang.

"Kami melihat banyak pemain berbakat yang lahir dari kota ini. Kami percaya pemain-pemain di sini punya potensi untuk menjadi pemain besar di kemudian hari," kata Gemilang di Bosowa Sport Center Makassar, Sabtu (31/10/2026).

Dari pengamatan awal, level para peserta dinilai cukup baik. Mereka mampu mengikuti tahapan penilaian dari tim pelatih dan kini sudah memasuki sesi 7 lawan 7, setelah sebelumnya dikurasi dari kemampuan dasar menuju keterampilan bermain.

Menurut Gemilang, program ini tidak hanya mencari pemain dengan teknik individu menonjol. Ajang ini juga menjadi wadah bagi talenta muda agar dilirik pelatih dan pemandu bakat dari berbagai negara.

  1. 1. Jalan Menuju Jepang

    ASICS Football Draft Combine 2026 - Makassar (3).jpg
    Peserta seleksi ASICS Football Draft Combine 2026 di Makassar, Sabtu (31/10/2026). Dok. ASICS

    Seleksi digelar di empat kota. Setelah Jakarta (24 Oktober) dan Makassar (31 Oktober), rangkaian berlanjut di Bandung pada 7 November dan Surabaya pada 14 November 2026.

    Dari seluruh kota tersebut, ASICS akan memilih 50 pemain terbaik untuk tampil di final di Jakarta pada Desember 2026. Di sana, mereka kembali dinilai di hadapan elite coaches dan elite scouts dari Indonesia dan sejumlah negara, termasuk Jepang.

    Dari 50 pemain itu, tiga yang terbaik akan diberangkatkan ke Jepang untuk mengikuti ASICS Football Draft Combine 2027 sebagai wakil Indonesia. Mereka berkesempatan tampil di depan pemantau bakat dan klub-klub besar dunia.

    Meski begitu, Gemilang menegaskan kesempatan ini tidak menjamin kontrak profesional.

    "Kami tidak bisa menjanjikan slot karena keputusan ada di tangan klub. Tapi kami akan memberi kesempatan bagi para pemain untuk dilirik scout terbaik dari Indonesia maupun berbagai negara," ungkapnya.

    ASICS juga ingin ikut mendorong perkembangan industri sepak bola tanah air. Apalagi, 2026 menjadi tahun pertama ASICS kembali meluncurkan lini produk sepak bola.

    "Harapannya ASICS bisa diterima dengan baik oleh masyarakat Indonesia. Kami ingin membantu tidak hanya dari sisi penjualan, tapi juga mengembangkan industri sepak bola Indonesia itu sendiri," tutup Gemilang.

  2. 2. Melihat Lebih Dekat Talenta Muda Sepak Bola Makassar

    ASICS Football Draft Combine 2026 - Makassar (1).jpg
    Peserta seleksi ASICS Football Draft Combine 2026 di Makassar, Sabtu (31/10/2026). Dok. ASICS

    Coach ASICS Football Draft Combine, Aldi Iqbal Tawakal, menilai peserta Makassar punya semangat tinggi. Cuaca terik tidak menyurutkan antusiasme mereka selama menjalani tes.

    "Yang pertama kami lihat, passion-nya sangat tinggi. Dari skill test pertama sampai seven-a-side, dengan cuaca yang terik dan panas, passion mereka tidak turun sama sekali," kata Aldi.

    Kemampuan peserta cukup beragam. Sejumlah pemain yang punya latar belakang klub terlihat lebih mampu menerapkan keterampilan teknis saat masuk fase permainan.

  3. 3. Sejumlah talenta muda mencuri perhatian

    Coach ASICS Football Draft Combine, Aldi Iqbal Tawakal,
    Coach ASICS Football Draft Combine, Aldi Iqbal Tawakal. Dok. ASICS

    Tim pelatih juga tidak hanya mencari pemain yang jago mengolah bola. Kemampuan membaca permainan, body shape, hingga pengambilan keputusan di lapangan turut dinilai.

    "Tesnya dirancang supaya kami mendapat pemain yang bukan cuma freestyler atau bagus secara teknik. Saat passing, misalnya, bukan hanya umpannya yang dinilai, tapi juga awareness, body shape, dan decision-making-nya," jelas Aldi.

    Tim scouting disebut sudah menandai beberapa pemain yang mencuri perhatian. Penilaian melibatkan banyak pemantau bakat dengan prinsip "multiple eyes, multiple time". Karena itu, di sesi seven-a-side, setiap pemain diamati dua kali.

    Aldi juga membandingkan peserta Makassar dengan Jakarta. Di usia ini, perbedaan gaya bermain belum terlalu terlihat, tetapi soal semangat, pemain Makassar dinilainya lebih menonjol.

    "Kalau di usia ini perbedaannya belum terlalu terlihat. Tapi passion mereka menunjukkan gairah terhadap sepak bola, menurut saya, melebihi Jakarta kemarin," ungkapnya.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More