Ketum Jokman Mengaku Pernah Melihat Langsung Ijazah Asli Jokowi

- Andi Azwan menegaskan bahwa ijazah Jokowi asli dan tuduhan pemalsuan dibangun oleh Tiroris untuk memecah belah masyarakat.
- Ijazah Jokowi akan diperlihatkan saat proses persidangan sebagai contoh yang baik karena sudah masuk jalur publik dan hukum.
- Andi Azwan pernah melihat langsung ijazah asli Presiden Jokowi saat gelar perkara khusus di Polda Metro Jaya, membuat Eggy Sudjana dan Damai Hari Lubis terkejut.
Makassar, IDN Times - Ketua Umum Jokowi Mania (Jokman) Nusantara Bersatu, Andi Azwan, kembali menegaskan bahwa ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo atau Jokowi adalah asli dan tuduhan pemalsuan yang beredar merupakan narasi yang sengaja dibangun untuk memecah belah masyarakat.
“Ijazah Pak Jokowi asli, dituduh palsu oleh Tiroris. Tiroris tahu kan? Tifa, Roy, dan Rismon. Mereka membuat narasi untuk mengadu domba masyarakat, khususnya di lapisan paling bawah, agar terjadi polarisasi,” ujar Andi Azwan di sela-sela aksi unjuk rasa Aliansi Keramat menolak kedatangan Jokowi di Makassar, Jumat (30/1/2026).
Soal Ijazah Jokowi yang enggan ditunjukan ke masyarakat, Andi Azwan mengaku bahwa ijazah tersebut nantinya akan diperlihatkan saat proses persidangan.
“Kenapa Pak Jokowi akan menyerahkan ijazah itu di persidangan? Itu contoh yang baik karena ini sudah masuk jalur publik dan jalur hukum," katanya.
Andi Azwan juga mengungkapkan bahwa dirinya pernah melihat langsung ijazah asli Jokowi. Momen itu terjadi saat gelar perkara khusus di Polda Metro Jaya pada 15 Desember 2025.
“Saya ada di sana, dan ijazah asli Pak Jokowi dibuka serta diperlihatkan kepada mereka semua. Saat itu, Eggy Sudjana dan Damai Hari Lubis hanya diam,” ungkapnya.
Menurutnya, keheningan tersebut berlangsung beberapa menit karena mereka terkejut.
“Kira-kira lima menit mereka diam. Mereka kaget karena ternyata ijazah asli itu memang ada,” jelasnya.
Terkait pernyataan Elida Netty selaku kuasa hukum Eggy Sudjana, Andi Azwan menilai hal tersebut sesuai dengan fakta yang terjadi.
“Apa yang disampaikan Ibu Elida Netty itu benar adanya. Itulah alasan mengapa Eggy Sudjana kemudian meminta restorative justice,” pungkasnya.


















