Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Ketua Golkar Maluku Tenggara Tewas Ditikam, Polisi Dalami Motif Pelaku
Ilustrasi korban tewas (IDN Times/ Mardya Shakti)
  • Agrapinus Rumatora, Ketua DPC Golkar Maluku Tenggara, tewas ditikam sesaat setelah tiba di Bandara Karel Sadsuitubun Ibra pada Minggu pagi.
  • Polisi menangkap dua terduga pelaku berinisial HR dan FU hanya dua jam setelah kejadian, sementara motif pembunuhan masih diselidiki.
  • Polda Maluku menegaskan komitmen mengusut kasus ini secara profesional serta mengimbau masyarakat tetap tenang agar situasi tetap kondusif.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Makassar, IDN Times - Ketua DPC Partai Golkar Kabupaten Maluku Tenggara, Agrapinus Rumatora alias Nus Kei, tewas ditikam orang tak dikenal sesaat setelah tiba di Bandara Karel Sadsuitubun Ibra, Kecamatan Kei Kecil, Minggu (19/4/2026).

1. Ditikam tak lama setelah mendarat

Ilustrasi korban (IDN Times/Aditya Pratama)

Peristiwa berdarah itu terjadi sekitar pukul 11.25 WIT, tepat di area pintu keluar bandara. Saat itu, korban baru saja mendarat dari Jakarta sebelum tiba-tiba diserang pelaku menggunakan sebilah pisau.

Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol Rositah Umasugi, membenarkan insiden tersebut. “Korban ditikam oleh orang tidak dikenal, dan pelaku langsung melarikan diri usai kejadian,” ujarnya.

2. Polisi dalami motif pembunuhan

Ilustrasi penangkapan seorang tersangka menggunakann borgol di tangannya (Foto: IDN Times/Halbert Caniago)

Korban sempat dilarikan keluarga ke RS Karel Sadsuitubun sekitar pukul 12.00 WIT. Namun, nyawanya tidak tertolong akibat luka serius yang diderita.

Aparat kepolisian bergerak cepat. Dipimpin Kapolres Maluku Tenggara AKBP Rian Suhendi, tim berhasil menangkap dua terduga pelaku dua jam setelah kejadian.

Keduanya berinisial HR (28) dan FU (36), dan kini menjalani pemeriksaan intensif di Satreskrim Polres Maluku Tenggara. “Motif masih dalam pendalaman penyidik,” kata Rositah.

3. Polda Maluku janji usut tuntas

Ilustrasi penjara (IDN Times/Aditya Pratama)

Kapolda Maluku telah menginstruksikan agar kasus ini ditangani secara profesional, transparan, dan tuntas. Polisi juga mengimbau masyarakat, khususnya keluarga korban dan simpatisan, untuk menahan diri.

“Kami minta masyarakat tidak terprovokasi dan tidak melakukan aksi balasan yang dapat memperkeruh situasi. Saat ini kondisi di Maluku Tenggara tetap aman dan kondusif,” tegasnya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team