Ketika Anak Muda Hidupkan Masjid Al Markaz Al Islami dengan Dedikasi

- Masjid Al Markaz Al Islami, Makassar menjadi tempat aktif bagi pemuda
- PRIMA membangun komunitas pemuda yang aktif dalam pengelolaan masjid
- PRIMA menggunakan media sosial untuk menjangkau anak muda dan mengadakan program-program keagamaan
Makassar, IDN Times - Suasana di Masjid Al Markaz Al Islami, Makassar, sore itu, Jumat (7/3/2025) terasa lebih hidup. Sejumlah anak muda tampak sibuk dengan aktivitas masing-masing, ada yang menata sajian untuk menu berbuka puasa, ada pula yang tampak menghabiskan waktu di perpustakaan masjid.
Di sudut lain, beberapa pemuda duduk melingkar bersama anak-anak usia sekolah dasar. Ada beberapa lingkara yang terdiri dari seorang pemuda dan beberapa anak-anak. Mereka sedang mengajar mengaji kepada anak-anak itu.
Bagi mereka, masjid bukan sekadar tempat ibadah, tetapi juga rumah bagi pembelajaran dan pengabdian. Mereka adalah bagian dari Pemuda Remaja Islam Masjid Al Markaz Al Islami (PRIMA), sebuah organisasi kepemudaan yang sejak tiga tahun terakhir menjadi motor penggerak berbagai kegiatan di salah satu masjid terbesar di Makassar ini.
Di tengah tren pergeseran gaya hidup anak muda, PRIMA membuktikan bahwa masjid bisa tetap menjadi tempat yang relevan. Mereka tidak hanya membangun komunitas, tetapi juga memberikan ruang bagi anak muda untuk tumbuh, belajar, dan berkontribusi.
1. Anak muda dan peran di masjid

Farhan Syahrir, Ketua PRIMA, menceritakan bagaimana pemuda kini memiliki peran besar dalam mengelola Masjid Al Markaz. Sebenarnya organisasi ini sudah lama ada hanya saja tidak seaktif tiga tahn terakhir.
"Istilahnya, dulu pemuda di sini seperti ada dan tiada. Sekarang, hampir semua kegiatan melibatkan anak muda," katanya.
Mereka tak hanya menjadi panitia dalam acara besar seperti peringatan hari-hari besar Islam, tetapi juga aktif dalam pelayanan jemaah. Mereka menangani bagian protokoler, mengatur alur ibadah, hingga memastikan fasilitas masjid nyaman digunakan.
"Kami dilibatkan dalam hal protokoler ibadah khususnya bagaimana pelayanan kepada jemaah, kegiatan keagamaan, misalnya hari-hari besar Islam, syiar-syiar Islam, itu selalu pemuda yang dilibatkan penuh untuk pengelolaan," katanya.
Tak hanya itu, PRIMA juga mengadakan berbagai program. Ada program rutin, ada juga program yang mengikuti momen. Salah satu program rutin yaitu pelatihan bahasa dan public speaking setiap pekan. Ini bagian dari upaya membekali anak muda dengan keterampilan yang bermanfaat.
"Program rutin itu ada kami laksanakan setiap pekan. Itu lebih kepada proses belajar mengajar. Misalnya ada pelatihan bahasa, pelatihan public speaking rutin setiap pekan di sini kami laksanakan," jelas Farhan.
Bulan Ramadan menjadi momen tersibuk bagi PRIMA. Salah satu program unggulan mereka adalah Karantina Qurani Ramadan, yang telah berjalan bertahun-tahun. Program ini mengajak 100 peserta dari berbagai jenjang pendidikan untuk menghafal Alquran dan memperdalam wawasan keislaman selama 15 hari.
Di 10 malam terakhir Ramadan, mereka juga menggelar Dialog Sahur. Kegiatan ini merupakan sebuah diskusi interaktif yang membahas berbagai tema keislaman dan sosial, dengan audiens utama anak muda.
"Sebelum Salat Lail di atas 10 akhir Ramadan, kita dialog dulu di bawah dengan beberapa tim. Tema-tema keagamaan, sosial, semua bisa dikaji dalam Dialog Sahur ini," kata Farhan.
2. Dakwah di dunia digital

Di era digital, PRIMA memahami media sosial adalah kunci untuk menjangkau lebih banyak anak muda. Mereka diberi kebebasan untuk mengelola akun resmi Masjid Al Markaz, mengisi dengan konten islami yang ringan dan menarik. Mereka ingin menyampaikan pesan bahwa masjid bukan tempat yang kaku.
"Kami akif di sosial media mengamati perkembangan khususnya anak-anak muda ini bagaimana di sana. Kita berusaha masuk di situ. Kan ada anak-anak muda yang sulit kita dapat dalam dunia nyata tapi di sosial media selalu muncul," kata Farhan.
Bahkan, tak jarang mereka menerima pesan dari anak muda yang ingin belajar Islam lebih dalam. Ada yang awalnya hanya bertanya soal kegiatan, lalu tertarik, hingga akhirnya masuk Islam.
"Sampai saat ini bahkan ada yang selalu DM di Instagram, komunkasi melalui sosial media. Bahkan ada dari non muslim. Mereka bertanya bagaimana, diberikan motivasi supaya dia mengenal Islam bahkan ada yang sampai mualaf," katanya.
Namun, perjalanan PRIMA bukan tanpa tantangan. Farhan mengakui bahwa menjaga keikhlasan dan istiqamah dalam berkontribusi adalah hal tersulit bagi anak muda.
"Biasanya anak muda kalau awal-awal itu semangatnya bergelora. Yang sulit itu biasa melakukan kebaikan dengan istiqamah. Inilah yang selalu kami berikan motivasi kepada teman-teman bahwa yang bisa membuat kita berharga khususnya dalam pengabdian di masjid yaitu keikhlasan dan istiqamah," katanya.
Dari segi pendanaan, PRIMA mendapat dukungan dari Yayasan Al Markaz untuk program besar. Sementara kegiatan kecil, sering kali mereka mendanai sendiri atau mencari sponsor dari pemerintah dan perusahaan.
"Kegiatan-kegiatan yang besar, contoh kami mau buat tabligh akbar. Kemudian pelatihan-pelatihan yang melibatkan banyak anak muda di Kota Makassar itu biasa kami minta diberikan support bantuan dari yayasan," katanya.
3. Mengajak lebih banyak anak muda

Mendekati anak muda untuk aktif di masjid bukan hal mudah. Karena itu, PRIMA menggunakan dua pendekatan: digital dan langsung ke lapangan.
Selain aktif di media sosial, mereka juga turun langsung ke komunitas sekitar. Tak jarang pula banyak anak muda yang memanfaatkan masjid Al Markaz sebagai lokasi kegiatan mengingat masjid ini merupakan salah satu islamic center di Makassar. Ada yang berolahraga, ada pula yang ke perpustakaan atau sekedar minum kopi di kafe yang berada di dalam kawasan masjid tersebut.
"Misalnya datang di kafe nongkrong. Kami langsung mendekati. Kemudian ada yang di sana datang cuma olahraga, kami datangi sambil kita jelaskan, perkenalan dan pendekatan bahwa ada kepemudaan remaja masjid di sini," jelas Farhan.
Bagi yang ingin bergabung, PRIMA tidak menerapkan sistem membership yang kaku. PRIMA tidak membatasi siapa saja boleh ikut. Nantinya mereka akan ikut coaching kepemudaan dan diresmikan sebagai anggota.
"Untuk masalah perekrutan, sebenarnya ada tiap tahun kami mengadakan coaching kepemudaan. Namun kami tidak ada batasan bahwa kita boleh masuk pada saat coaching tersebut," katanya.
Jika ada pemuda yang tertarik bergabung, PRIMA akan mengajaknya ikut berkegiatan terlebih dahulu. Hal ini sebagai bentuk mempelajari lingkungan dan situasi masjid Al Markaz sembari menunggu waktu pelaksanaan coaching.
"Nanti setelah mengikuti coaching inilah yang resmi di SK-kan. Bisa dikata model pelatihannya jangka panjang satu tahun. Karena di awal kami coba rutin mengadakan pelatihan perekrutan tapi biasanya lebih banyak yang hanya sekedar coba-coba," kata Farhan.
Kegiatan-kegiatan kepemudaan di masjid ini tidak tertutup untuk masyarakat umum. Bagi pemuda yang hendak menjadi peserta kegiatan, juga dipersilakan untuk ikut.
"Kami kemarin mengadakan tabligh akbar terakhir pada saat malam Nisfu Sya'ban. Ada 1.500 yang hadir, semua anak muda. Saya lihat lebih banyak peminatnya dari akhwat (wanita)," katanya.



















