Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kepsek Pengungkap Dugaan Jual Beli Jabatan Mengaku Dapat Peringatan
Kepala UPT SPF SD Inpres Malimongan Baru, Suryama. IDN Times/Asrhawi Muin
  • Suryama menerima pesan WhatsApp berisi peringatan setelah videonya tentang dugaan jual beli jabatan kepala sekolah viral, namun ia menegaskan pesan itu bukan ancaman langsung.
  • Ia membantah tudingan menjebak pihak tertentu dan menegaskan tidak memiliki kepentingan pribadi, serta telah memenuhi panggilan Inspektorat untuk klarifikasi terkait video yang beredar.
  • Setelah video viral, banyak kepala sekolah menghubungi Suryama menyampaikan keluhan serupa soal pengangkatan jabatan, bahkan sekitar 20 orang berkumpul menyuarakan aspirasi ke Komisi D DPRD Makassar.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Makassar, IDN Times - Kepala UPT SPF SD Inpres Malimongan Baru, Suryama, mengaku menerima pesan WhatsApp setelah videonya yang berisi dugaan jual beli jabatan kepala sekolah viral di media sosial. Dia mengaku rekan sesama kepala sekolah mengingatkannya agar berhati-hati karena dikhawatirkan akan mendapat balasan atau tekanan.

Pengakuan itu disampaikan Suryama usai menghadiri rapat dengar pendapat bersama Komisi D DPRD Makassar dan Dinas Pendidikan Kota Makassar di Kantor Sementara DPRD Makassar, Senin (29/6/2026).

"Ada. Ada. Itu dari teman, katanya hati-hati, nanti dia baliki ki," kata Suryama.

1. Pesan WhatsApp datang setelah video viral

Ilustrasi pesan WhatsApp (pexels.com/Tracy Le Blanc)

Suryama menjelaskan pesan tersebut dikirim melalui WhatsApp tidak lama setelah video pengakuannya tersebar luas di media sosial. Meski begitu, dia menegaskan pesan itu bukan ancaman langsung, melainkan bentuk peringatan dari rekan sesama kepala sekolah.

"Ada setelah video saya viral. Melalui chat WhatsApp," katanya.

Menurut Suryama, pesan itu hanya berisi peringatan agar dirinya berhati-hati. Rekannya menyebut pihak yang disebut dalam video kemungkinan akan membela diri.

"Dia tidak mengancam tapi dia bilang ada di sini. Nah, dia bilang mengingatkan, hati-hati ki, dibaliki. Tapi alhamdulillah tadi bapak dewan dia bilang jangan ki takut, kami dari dewan akan melindungi ibu," katanya.

2. Klaim tidak punya kepentingan menjebak siapa pun

Ilustrasi pungli. (IDN Times/Sukma Shakti)

Dalam video yang beredar, Suryama mengaku diminta menghubungi seseorang berinisial AT dan membawa sejumlah uang yang kemudian dititipkan kepada Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Dinas Pendidikan Kota Makassar, Muh Yunus Sanusi. Suryama juga mengaku melihat amplop berisi uang disimpan di laci meja sebelum disebut ada penyampaian bahwa berkas pengangkatannya telah diterima.

Namun Suryama membantah tudingan bahwa dirinya sengaja menjebak pihak tertentu melalui video yang viral. Dia menegaskan tidak memiliki kepentingan pribadi dalam persoalan tersebut.

"Buat apa saya mau menjebak itu Pak Yunus? Toh saya tidak mau jadi kepala GTK. Buat apa kita mau menjebak?" ucapnya.

Dia juga mengaku telah memenuhi panggilan Inspektorat Kota Makassar untuk memberikan klarifikasi terkait video yang beredar. Menurutnya, seluruh pihak yang disebut dalam video juga telah dipanggil.

"Kami sudah dipanggil semua walaupun dengan pihak Pak Yunus yang saya sebutkan di video itu yang viral itu. Sudah dipanggil, hasilnya nanti, saya dipanggil lagi saya," katanya.

3. Mengaku banyak kepala sekolah menghubungi setelah video beredar

Ilustrasi pungli. (IDN Times/Arief Rahmat)

Suryama mengaku banyak kepala sekolah menghubunginya setelah videonya viral. Menurutnya, mereka menyampaikan keluhan serupa terkait proses pengangkatan kepala sekolah.

Dia mengatakan sedikitnya sekitar 20 orang sempat berkumpul untuk menyampaikan aspirasi kepada Komisi D DPRD Makassar. Namun, dia tidak dapat memastikan apakah seluruhnya mengalami persoalan yang sama.

"Setelah viral video saya, banyak yang menghubungi saya, teman yang merasa dizalimi atau tidak tidak adil begitu. Kami ada sekitar 20 orang berkumpul," tuturnya.

Editorial Team

Related Article