Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Keluarga Penumpang KMP Mutiara Santosa 2 Datangi KSOP Makassar
Rastia, keluarga dari salah seorang penumpang KM Mutiara Sentosa 2 datang ke posko untuk mencari informasi mengenai sepupunya, Bustam Sanusi. Dok. Istimewa
  • Keluarga penumpang KMP Mutiara Santosa 2 mendatangi Posko Crisis Center KSOP Makassar setelah kebakaran kapal di perairan utara Madura, demi mencari kepastian nasib kerabat mereka.
  • Rastia mencari sepupunya, Bustam Sanusi, penumpang rute Surabaya-Makassar yang membawa mobil. Hingga saat ini, Bustam belum memberi kabar dan namanya belum tercantum dalam data korban.
  • KSOP Makassar membuka posko 24 jam dan berkoordinasi dengan KSOP Tanjung Perak untuk pembaruan manifes, data selamat, meninggal, serta proses pendataan korban.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Makassar, IDN Times - Kabar kebakaran KMP Mutiara Santosa 2 di perairan utara Madura membuat sejumlah keluarga penumpang diliputi kecemasan. Mereka mendatangi Posko Crisis Center (MCC) KSOP Utama Makassar, Senin (3/8/2026), untuk mencari kepastian nasib anggota keluarga yang hingga kini belum diketahui keberadaannya.

RAstia, salah seorang keluarga penumpang, datang ke posko untuk mencari informasi mengenai sepupunya, Bustam Sanusi. Bustam diketahui berada di atas KMP Mutiara Santosa 2 rute Surabaya-Makassar dan membawa sebuah mobil saat kapal mengalami kebakaran.

1. Belum ada kabar pasti

Rastia, keluarga dari Bustam Sanusi, salah seorang penumpang KM Mutiara Sentosa 2 datang ke Posko Crisis Center (MCC) KSOP Utama Makassar, Senin (3/8/2026). Dok. Istimewa

Rastia mengaku belum mendapat kabar mengenai keberadaan sepupunya. Ia pun mendatangi Posko MCC KSOP Utama Makassar untuk memperoleh informasi resmi terkait kondisi Bustam.

"Saya mau mencari informasi sepupu saya yang terbakar kapalnya kemarin di Madura atas nama Bustam. Dia bawa mobil, sampai sekarang belum ada kabarnya. Ke sini saya mau tanya informasi bagaimana kondisinya karena belum ada kabarnya dari Surabaya," kata Rastia kepada awak media.

Bahkan ia mengaku, nama Bustam juga belum tercantum dalam data korban yang diterima pihak keluarga. Ia baru mengetahui kabar kebakaran kapal tersebut setelah dihubungi kerabatnya pada Minggu malam.

"Belum ada terdaftar namanya di data korban. Tadi malam baru saya tahu beritanya karena saudara menelepon. Belum ada kabarnya sampai sekarang," ujarnya.

2. Sekitar 10 orang mendatangi posko

Foto Bustam Sanusi, salah seorang penumpang KM Mutiara Sentosa 2/Dok. Istimewa

Sementara itu, Kepala Seksi Pengawasan KSOP Utama Makassar, Bahar, mengatakan Posko Crisis Center dibuka untuk melayani keluarga penumpang maupun korban KMP Mutiara Santosa 2 yang berada di wilayah Sulawesi Selatan.

"Untuk pembukaan posko di Kantor Kesyahbadaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Makassar terkait KMP Mutiara Santosa 2, kita buka di MCC KSOP Utama Makassar. Jadi kalau ada keluarga korban atau teman-teman korban, silakan datang ke MCC KSOP Utama Makassar," ujar Bahar.

Menurut Bahar, sejak dibuka pada Minggu (2/8) malam, sekitar 10 orang telah mendatangi posko untuk mencari informasi mengenai anggota keluarga mereka yang diduga berada di atas kapal.

3. Posko dibuka selama 24 jam

Rastia, keluarga dari salah seorang penumpang KM Mutiara Sentosa 2 datang ke posko untuk mencari informasi mengenai sepupunya, Bustam Sanusi. Dok. Istimewa

Bahar mengatakan KSOP Utama Makassar terus berkoordinasi dengan KSOP Tanjung Perak sebagai posko utama penanganan. Koordinasi dilakukan untuk memperoleh pembaruan terkait manifes penumpang, jumlah korban selamat, korban meninggal, serta korban yang masih dalam proses pendataan.

"Kalau posko di sini dibuka 1x24 jam sampai korban semua ditemukan," katanya.

Ia menambahkan, pihaknya belum dapat menyampaikan data terbaru karena masih menunggu pembaruan resmi dari KSOP Tanjung Perak. Setiap perkembangan terkait manifes maupun hasil evakuasi akan diteruskan kepada keluarga yang mendatangi posko.

Petugas juga disiagakan selama 24 jam agar keluarga penumpang dapat datang kapan saja untuk meminta informasi atau menyampaikan laporan.

"Kalau orang mau datang bertanya, langsung ke sini karena petugas selalu ada. Jadi orang tidak kesulitan mendapatkan informasi," pungkas Bahar.

Curated For You

Editorial Team

Related Article