Keluarga Korban Pesawat ATR 42-500 Jalani Pendataan Sampel Ante Mortem

- Keluarga kru pesawat hadir dalam proses ante mortemBeberapa keluarga korban yang hadir di antaranya keluarga Florencia Lolita, pramugari pesawat. Keluarga Dwi Murdiono, teknisi pesawat, juga hadir dalam proses tersebut.
- Keluarga korban menunggu informasi lanjutanUsai diperiksa, Bambang Muchwanto enggan memberikan banyak komentar terkait pemeriksaan yang dijalaninya. Dia hanya menyampaikan akan menunggu informasi selanjutnya dari pihak berwenang.
- Pesawat dipastikan jatuh di Gunung BulusaraungPesawat ATR 42-500 Indonesia Air Transport dengan nomor penerbangan PK-THT dilaporkan hilang kontak
Makassar, IDN Times - Proses Disaster Victim Identification (DVI) untuk korban pesawat ATR 42-500 Indonesia Air Transport PK-THT dilaksanakan di Biddokes Polda Sulawesi Selatan, Minggu (18/1/2026) malam. Tahapan awal difokuskan pada pengumpulan data ante mortem dari pihak keluarga korban.
Pantauan IDN Times di lokasi, sejumlah keluarga korban mulai berdatangan ke Biddokes Polda Sulsel sekitar pukul 21.40 WITA. Petugas dari tim DVI Polri tampak mewawancarai langsung keluarga korban di ruang yang telah disiapkan.
Mereka kemudian menjalani proses pendataan identitas korban, termasuk pengisian formulir data diri, riwayat kesehatan, ciri fisik khusus, serta pengambilan data pendukung lain yang diperlukan dalam proses identifikasi. Mereka juga menjalani pengambilan sampel swab dan darah yang akan digunakan untuk pencocokan DNA dengan data post mortem dari lokasi kejadian.
1. Keluarga kru pesawat hadir dalam proses ante mortem

Beberapa keluarga korban yang hadir di antaranya keluarga Florencia Lolita, pramugari pesawat. Kakak korban, Natasha Wibisono, tampak mengikuti seluruh tahapan ante mortem dengan didampingi petugas DVI.
Keluarga Dwi Murdiono, teknisi pesawat, juga hadir dalam proses tersebut. Ayah korban, Bambang Muchwanto, datang bersama adik korban, Muhammad Tarmizi, untuk menyerahkan data diri dan menjalani pengambilan sampel DNA.
Sementara itu, keluarga Esther Aprilita S, pramugari, diwakili oleh adiknya, Annisa. Dia turut menjalani prosedur ante mortem sesuai arahan petugas.
2. Keluarga korban menunggu informasi lanjutan

Usai diperiksa, Bambang Muchwanto enggan memberikan banyak komentar terkait pemeriksaan yang dijalaninya. Dia hanya tersenyum menanggapi pertanyaan wartawan.
Dia hanya menyampaikan akan menunggu informasi selanjutnya dari pihak berwenang. Kedatangannya ke Biddokes Polda Sulsel setelah menerima informasi dari pihak berwenang.
"Saya tunggu info aja kalau ada apa-apa. Ada info suruh ke sini," kata Bambang singkat kepada wartawan.
3. Pesawat dipastikan jatuh di Gunung Bulusaraung

Sebelumnya diberitakan, pesawat ATR 42-500 Indonesia Air Transport dengan nomor penerbangan PK-THT dilaporkan hilang kontak pada Sabtu siang (17/1/2026) dalam rute Yogyakarta–Makassar. Pesawat tersebut membawa 11 orang, terdiri dari delapan kru dan tiga penumpang.
Tim SAR gabungan kemudian menemukan sejumlah serpihan pesawat di kawasan lereng Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep. Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) menyatakan pesawat mengalami controlled flight into terrain (CFIT), yakni kondisi ketika pesawat masih dapat dikendalikan namun menabrak lereng gunung sehingga mengakibatkan pesawat terjatuh.
Hingga Minggu malam, operasi pencarian dan evakuasi korban masih terus berlangsung di lokasi kejadian. Proses identifikasi melalui DVI juga dilaksanakan seiring dengan upaya SAR di lapangan.


















