Kehidupan Penghuni Panti Wreda Damai Manado Kembali Normal

- Pindah sejak awal Januari 2026 setelah kebakaran hebat pada Desember 2025
- Penghuni dalam kondisi sehat meski dengan penyakit bawaan masing-masing
- Yayasan berencana membangun Panti Wreda Damai di tempat yang baru
Manado, IDN Times - Kehidupan penghuni Panti Wreda Damai mulai kembali normal. Kini mereka menempati sebuah rumah sederhana di seberang gedung lama di Lingkungan VII Kelurahan Ranomuut, Kecamatan Paal Dua, Kota Manado, Sulawesi Utara.
Rumah dengan tipe 72 tersebut memiliki ruang tamu, dapur, kamar mandi, kamar tidur, dan beberapa ruangan yang disekat menjadi tempat tidur. Satu kamar bisa ditempati 3-4 lansia.
Ketua Panti Wreda Damai, Olva Sumual (76), mengatakan bahwa kondisi ini hanya sementara. "Kami cuma 7 bulan kontrak di sini," ujarnya, Kamis (5/2/2026).
1. Pindah sejak awal Januari 2026

Sebelumnya, panti jompo milik Yayasan Persaudaraan Kristen Damai ini kebakaran hebat pada 28 Desember 2025. Peristiwa ini menewaskan 17 penghuni yang semuanya adalah lansia.
Kemudian 16 penghuni lainnya menjalani perawatan dan ditampung sementara di RSUD Manado. Mereka pindah ke rumah sementara secara bertahap pada 8-14 Januari 2026.
Total ada 19 penghuni Panti Wreda Damai saat ini, termasuk mereka yang sempat pulang ke rumah keluarga saat kebakaran. "Hanya satu yang masih di rumah keluarga sampai saat ini. Kami juga belum tahu apakah akan kembali (ke panti) atau tidak," tambah Olva.
2. Penghuni dalam kondisi sehat

Secara umum, para penghuni dalam kondisi sehat meski dengan penyakit bawaan masing-masing. "Rata-rata sudah demensia," sambung Olva.
Penghuni panti, Lao Kim Hoa (83), mengaku sangat menikmati kehidupannya saat ini. Pagi hari ia isi dengan olahraga ringan dan sarapan, siang dengan istirahat, dan sore berbincang bersama penghuni lain.
"Petugas juga ada yang berjaga setiap hari, malam-malam juga," tutur perempuan yang akrab disapa Ci Hoa ini.
3. Berencana pindah

Rencananya, pihak yayasan akan membangun Panti Wreda Damai di tempat yang baru. Tempat yang lama dinilai sudah tak layak karena terletak di gang yang sempit.
Olva sendiri mengaku kerap kesulitan ketika ke Panti Wreda Damai karena aksesnya yang hanya bisa dilalui satu mobil. "Jadi waktu dibangun tahun 1986, di sini memang belum ada bangunan lain. Masih sepi. Mobil juga masih bisa dihitung 1-2," tutur Olva.
Namun, pihaknya masih mencari lokasi yang pas untuk membangun gedung baru. Pembangunan akan menggunakan dana dari yayasan dan bantuan yang diberikan saat kebakaran lalu.



















