Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Jalan Alternatif Leimena-Antang Ditarget “Clean and Clear” Oktober 2026
Groundbreaking pembangunan akses jalan alternatif Leimena-Perintis Kemerdekaan Makassar, Jumat (10/10/2025). (Dok. Humas Pemkot Makassar)
  • Pembangunan jalan alternatif Dr. Leimena sepanjang 1,3 km ditargetkan rampung pembebasan lahannya pada Juli 2026 dan berstatus ‘clean and clear’ pada Oktober 2026.
  • Jalan baru ini akan menghubungkan kawasan Bukit Baruga Antang dan Nipa-Nipa, mendukung pengembangan empat klaster perumahan serta mengurai kemacetan di koridor Leimena-Antang.
  • Pemerintah Kota Makassar menegaskan komitmen mempercepat pengerjaan fisik setelah lahan diserahkan, sambil memastikan aspek tata ruang dan penyediaan ruang terbuka hijau tetap diperhatikan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Di Makassar sedang dibuat jalan baru supaya mobil tidak macet lagi. Jalannya namanya jalan alternatif Leimena-Antang, panjangnya kira-kira satu kilometer lebih sedikit. Pemerintah kota dan orang dari Kalla Land kerja bareng bikin ini. Sekarang tanahnya baru sebagian dibebaskan, nanti bulan Juli 2026 mau selesai semua, lalu bulan Oktober 2026 sudah bersih dan boleh dipakai. Wali Kota bilang nanti kalau tanahnya sudah siap, jalan akan langsung diaspal biar orang bisa lewat dengan mudah.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Makassar, IDN Times – Pembangunan jalan alternatif Dr. Leimena yang menghubungkan Kecamatan Manggala, Tamalanrea, hingga Panakkukang terus menunjukkan progres signifikan. Proyek ini digadang-gadang menjadi solusi konkret untuk mengurai kemacetan di dalam Kota Makassar, khususnya di koridor padat Antang.

Pemerintah Kota Makassar bersama Kalla Land & Property kini mempercepat tahapan krusial, terutama pembebasan lahan yang telah mencapai sekitar 60 persen. Targetnya, seluruh proses pembebasan lahan rampung pada Juli 2026 dan legalitas proyek dinyatakan “clean and clear” pada Oktober 2026.

1. Jalan alternatif sepanjang 1,3 km jadi solusi kemacetan

ilustrasi jalan raya (pexels.com/Pew Nguyen)

Chief Executive Officer Kalla Land & Property, Ricky Theodores, menjelaskan bahwa proyek jalan alternatif Riverside ini dirancang sepanjang 1,3 kilometer di atas lahan seluas kurang lebih 6 hektare.

“Kami menargetkan pembebasan lahan selesai bulan Juli, sehingga pada Oktober seluruh legalitas sudah ‘clean and clear’ sebelum diserahkan ke pemerintah kota,” ujarnya dalam rapat monitoring di Balai Kota Makassar, Kamis (9/4/2026).

Jalur alternatif ini akan dibuka di kawasan pinggir Sungai Tallo, menghubungkan Bukit Baruga Antang sebagai upaya mengurangi kepadatan di ruas Jalan Leimena-Antang yang selama ini menjadi titik kemacetan.

2. Dorong pengembangan kawasan Nipa-Nipa

Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin memimpin rapat membahas penyiapan jalur alternatif Bukit Baruga - Jalan DR. Leimena di Kecamatan Manggala. (Dok. Pemkot Makassar)

Pembangunan jalan ini juga menjadi bagian dari strategi penataan kawasan berkembang di koridor Nipa-Nipa. Seiring pesatnya pembangunan hunian, kebutuhan akses jalan baru dinilai semakin mendesak.

Tercatat, sedikitnya empat klaster perumahan dengan total sekitar 600 unit rumah tengah dikembangkan di kawasan tersebut. Kehadiran jalan alternatif ini diproyeksikan mampu mengakomodasi lonjakan mobilitas warga dalam waktu dekat.

Dari sisi perencanaan, proyek ini telah masuk dalam data perencanaan Badan Pertanahan Nasional (BPN) serta dokumen AMDAL kawasan, sehingga memiliki dasar legal yang kuat untuk segera direalisasikan.

3. Pemkot siap percepat pengerjaan fisik

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin. (Dok. Humas Pemkot Makassar)

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan komitmen pemerintah kota untuk mendukung percepatan proyek tersebut. Ia meminta seluruh kendala, terutama terkait pembebasan lahan, segera disampaikan agar bisa difasilitasi.

“Disampaikan saja apa yang menjadi persoalannya, apa yang dibutuhkan. Pemerintah siap support untuk percepatan,” ujarnya.

Munafri juga memastikan bahwa setelah lahan diserahkan, Pemkot Makassar siap langsung melakukan pengerjaan fisik jalan, termasuk pengaspalan.

“Yang penting sudah diserahkan ke Pemkot, kita langsung masuk. Ini penting sekali, karena kalau tembus, akses di sana akan jauh lebih nyaman,” tambahnya.

Selain percepatan infrastruktur, Munafri mengingatkan pentingnya memperhatikan aspek tata ruang dalam pengembangan kawasan. Ia meminta pengembang tidak mengabaikan penyediaan ruang terbuka hijau (RTH).

“RTH, supaya jangan semuanya lagi langsung jadi ruko lagi semua samping,” tegasnya.

Editorial Team