Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Iwan Sunito Luncurkan Proyek Rp19 Triliun di Five Dock

Iwan Sunito Luncurkan Proyek Rp19 Triliun di Five Dock
One Global Capital, platform pengembangan dan investasi properti global berbasis di Sydney, mengumumkan akuisisi lahan di kawasan Five Dock. (Dok. IDN Times)
Intinya Sih
  • Iwan Sunito melalui One Global Capital meluncurkan proyek mixed-use senilai Rp19 triliun di Five Dock, Sydney, mencakup apartemen premium, pusat ritel, dan hotel berbintang dalam satu kawasan terpadu.
  • Proyek ini menggandeng arsitek Koichi Takada serta PTI Architect Indonesia dan Buchan Australia untuk menghadirkan desain berkonsep biophilic yang menyatu dengan alam dan menonjolkan keberlanjutan.
  • Kawasan seluas 1,4 hektare ini akan menampung 750 apartemen dan hotel 250 kamar, dengan jadwal konstruksi dimulai kuartal II 2028 serta minat tinggi dari investor global termasuk asal Indonesia.
  • Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
    Is this "Intinya Sih" helpful?

Makassar, IDN Times - Pengusaha properti Indonesia yang berbasis di Australia, Iwan Sunito, kembali membuat gebrakan lewat platform investasi miliknya, One Global Capital. Perusahaan tersebut resmi menuntaskan akuisisi lahan premium di kawasan Five Dock, Sydney, dengan nilai Rp1,5 triliun.

Aksi korporasi ini sekaligus menandai peluncuran proyek mixed-use berskala kota senilai AUD1,6 miliar atau sekitar Rp19 triliun. Pengembangan tersebut akan mencakup apartemen premium, pusat ritel, hingga hotel berbintang dalam satu kawasan terpadu.

1. Five Dock jadi aset strategis

WhatsApp Image 2025-07-01 at 11.18.00.jpeg
Kawasan Five Dock di Sydney, Australia, lokasi pengembangan perusahaan properti One Global Capital yang didirikan orang Indonesia Iwan Sunito. (Dok. Istimewa)

Lahan seluas 1,4 hektare yang telah diakuisisi sepenuhnya pada Desember 2025 itu menawarkan panorama Kings Bay, lapangan golf, serta kedekatan dengan kawasan pusat bisnis Sydney. Proyek ini mengusung konsep “city-within-a-city” atau kota di dalam kota yang dirancang untuk menetapkan standar baru hunian terpadu di Australia.

Menurut Iwan Sunito, rampungnya akuisisi menjadi tonggak penting dalam strategi ekspansi perusahaan. “Rampungnya akuisisi Five Dock merupakan momen krusial bagi One Global Capital. Kami kini dapat mengoptimalkan potensi proyek ini secara maksimal,” ujarnya.

Ia menyebut, proyek ini akan menjadi pengembangan terbesar sepanjang 25 tahun kariernya dan tiga kali lebih besar dibanding proyek Infinity di Green Square. “Kami tidak sekadar membangun gedung, kami sedang menciptakan sebuah kota di dalam kota,” tuturnya.

Five Dock dikenal sebagai salah satu kawasan prestisius di Inner West Sydney. Nilai rumah rata-rata di kawasan ini berkisar Rp45 miliar hingga Rp60 miliar, sementara properti tepi pantai bisa mencapai Rp120 miliar.

Daya tarik kawasan ini kian menguat dengan dukungan infrastruktur transportasi, termasuk Five Dock Metro Station yang berjarak sekitar 1,1 kilometer dari lokasi proyek dan Burwood Metro Station sekitar 800 meter. Akses ini memungkinkan konektivitas cepat menuju Sydney CBD.

Iwan menyebut, kemudahan transportasi menjadi nilai tambah utama proyek tersebut. “Jadi para penghuni di sini dapat menikmati fasilitas bus stop at the door stop,” katanya.

Pertumbuhan kawasan juga ditopang prinsip Transit Oriented Development (TOD) serta meningkatnya permintaan investor, termasuk investor high net worth asal Indonesia yang mencari pasar stabil dan transparan dengan potensi pertumbuhan modal jangka panjang.

2. Gandeng Koichi Takada hingga arsitek Indonesia

Pendiri ONE Global Capital Iwan Sunito. (Dok. Istimewa)
Pendiri ONE Global Capital Iwan Sunito. (Dok. Istimewa)

Dalam pengembangannya, Iwan Sunito menggandeng arsitek ternama dunia, Koichi Takada. Untuk proyek ini, ia juga merangkul PTI Architect Indonesia bersama Buchan Australia dalam penyusunan master plan.

Koichi Takada sebelumnya dikenal sebagai desainer di balik sejumlah ikon hunian Sydney seperti Infinity, Arc, dan Skye North Sydney. Ia menjelaskan, proyek ini mengusung pendekatan desain yang menaturalisasi arsitektur agar menyatu dengan alam.

“Konsep pengembangan proyek ini dilakukan dengan pendekatan desain yang menaturalisasi arsitektur—menghadirkan bangunan yang menyatu dengan alam, bukan terpisah darinya. Ruang publik dirancang dengan prinsip biophilic, memadukan lanskap yang luas dan terkurasi dengan baik. Setiap elemen dioptimalkan untuk memaksimalkan cahaya alami, sirkulasi udara, serta orientasi ke arah pemandangan air, guna menciptakan lingkungan yang mendukung kesejahteraan, keberlanjutan, dan interaksi sosial yang bermakna,” jelasnya.

Managing Director PTI Architect, Doddy Tjahjadi, menyebut proyek ini sebagai tonggak strategis bagi arsitek Indonesia. Ia menilai keterlibatan firma nasional dalam proyek berskala besar di Australia menunjukkan daya saing arsitek lokal di kancah global.

“Bagi kami, ini merupakan tonggak strategis bagi arsitek dan konsultan Indonesia. Partisipasi firma arsitektur nasional dalam proyek berskala besar di negara maju seperti Australia menegaskan kapabilitas, kredibilitas, serta daya saing firma lokal di kancah internasional,” ujar Doddy.

3. Hadirkan 750 apartemen dan hotel 250 kamar

One Global Resorts Green Square, hotel milik pengusaha Indonesia Iwan Sunito di Sydney, Australia, mencatat rekor okupansi tertinggi tiga bulan terakhir. (Dok. Istimewa)
One Global Resorts Green Square, hotel milik pengusaha Indonesia Iwan Sunito di Sydney, Australia, mencatat rekor okupansi tertinggi tiga bulan terakhir. (Dok. Istimewa)

Kawasan terpadu ini akan menghadirkan 750 apartemen premium yang tersebar di lima menara. Selain itu, akan dibangun hotel berkapasitas 250 kamar lengkap dengan conference centre seluas 3.000 meter persegi serta pusat ritel dan gaya hidup seluas 10.000 meter persegi.

Pengembangan ini juga dilengkapi fasilitas kesehatan dan kebugaran, ruang terbuka hijau yang luas, berbagai fasilitas komunitas, serta ekosistem build-to-rent yang terintegrasi. Pengajuan persetujuan perencanaan dijadwalkan pada Juni 2026, dilanjutkan dengan Expressions of Interest (EOI) pada kuartal II 2026.

Peluncuran pemasaran apartemen dijadwalkan pada kuartal III 2027, sedangkan proses konstruksi diperkirakan dimulai pada kuartal II 2028.

Direktur Capital One Global Capital, Samuel Sunito, mengungkapkan pihaknya telah menerima minat dari investor global untuk skema co-investment. Investor tersebut berasal dari Indonesia, Amerika Serikat, China, Singapura, Vietnam, hingga Dubai.

“Yang menarik nya adalah beberapa investor yang dari middle east datang melalui chanel network kami di Indonesia,” katanya.

Menurut Fitri Hilman, Director Commercial Services Savills Indonesia, proyek Five Dock mencerminkan semakin kuatnya hubungan investasi Indonesia–Australia.

“Australia tetap menjadi destinasi pilihan bagi investor Indonesia, didukung oleh fundamental pasar yang tangguh, transparansi regulasi, dan prospek pertumbuhan jangka panjang,” ujarnya.

Dengan proyeksi pertumbuhan Inner West Sydney mencapai 12 persen pada 2026, kawasan ini dinilai memiliki potensi apresiasi modal yang kuat serta imbal hasil sewa yang stabil.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Aan Pranata
EditorAan Pranata
Follow Us

Latest News Sulawesi Selatan

See More