Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
IAS Ubah Peta Politik Golkar Sulsel, Peluang ke Pilgub Kian Terbuka
Ilham Arief Sirajuddin (IAS) resmi menerima pataka Partai Golkar usai ditetapkan secara aklamasi sebagai Ketua DPD I Partai Golkar Sulawesi Selatan periode 2026-2031 dalam Musyawarah Daerah (Musda) XI Golkar Sulsel di Hotel Claro Makassar, Sabtu (18/7/2026). (Dok. Istimewa)
  • Ilham Arief Sirajuddin terpilih secara aklamasi sebagai Ketua DPD I Golkar Sulsel, dinilai akan mengubah peta politik internal dan arah strategi partai menuju Pemilu 2029.
  • IAS memiliki jaringan luas di berbagai organisasi dan komunitas, yang dianggap menjadi modal kuat untuk memperluas pengaruh serta basis dukungan Partai Golkar di Sulawesi Selatan.
  • Tantangan utama IAS adalah melakukan konsolidasi internal guna memulihkan kejayaan Golkar setelah dinamika pasca-Musda dan menyiapkan strategi efektif menghadapi Pilgub Sulsel 2029.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Makassar, IDN Times - Terpilihnya Ilham Arief Sirajuddin (IAS) secara aklamasi sebagai Ketua DPD I Partai Golkar Sulawesi Selatan dinilai akan mengubah peta politik internal partai. Kepemimpinan IAS juga dihadapkan pada tantangan menyatukan kembali kekuatan Golkar dan mengembalikan dominasinya di Sulawesi Selatan menjelang Pemilu 2029.

Pengamat politik Universitas Hasanuddin, Andi Ali Armunanto, menilai terpilihnya IAS tentu akan mengubah peta politik internal partai. Menurutnya, kepemimpinan IAS berpotensi membawa perubahan strategi, perluasan jaringan politik, sekaligus membuka peluang baru bagi Golkar menghadapi Pilgub Sulsel 2029.

"Tentu saja akan ada perubahan peta jaringan dan perubahan arah strategi serta kebijakan Golkar. Ilham adalah figur yang sangat matang memanfaatkan jaringan untuk mengembangkan Golkar ke depan," kata Andi Ali kepada IDN Times melalui sambungan telepon, Rabu (22/7/2026).

1. Dinilai mampu memperluas jaringan Golkar

Ilham Arief Sirajuddin (IAS) resmi menerima pataka Partai Golkar usai ditetapkan secara aklamasi sebagai Ketua DPD I Partai Golkar Sulawesi Selatan periode 2026-2031 dalam Musyawarah Daerah (Musda) XI Golkar Sulsel di Hotel Claro Makassar, Sabtu (18/7/2026). (Dok. Istimewa)

Ali menilai IAS memiliki modal besar karena jaringan politik dan organisasinya yang luas. Selain berpengalaman di Partai Golkar, IAS juga dinilai memiliki relasi dengan berbagai organisasi kemasyarakatan hingga komunitas yang dapat memperkuat basis dukungan partai.

Menurutnya, jejaring yang dimiliki IAS menjadi salah satu keunggulannya. Modal tersebut dinilai dapat dimanfaatkan untuk memperluas pengaruh Partai Golkar di Sulawesi Selatan.

IAS memiliki jaringan komunitas seperti Harley Davidson Club dan Tiger Club. Selain itu, IAS juga berpengalaman di AMPI dan Kosgoro.

"Beliau sangat mudah masuk ke dalam berbagai organisasi dan saya kira itu yang akan menjadi kekuatannya untuk mengembangkan Golkar ke depan," katanya.

2. Kepemimpinan Golkar disebut jadi modal menuju Pilgub Sulsel

Ilham Arief Sirajuddin (IAS) saat namanya disebut oleh Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia dalam pembukaan Musyawarah Daerah (Musda) XI Partai Golkar Sulawesi Selatan di Hotel Claro Makassar, Sabtu (18/7/2026). IDN Times/Asrhawi Muin

Ali juga menilai posisi IAS sebagai Ketua DPD I Golkar Sulsel menjadi modal politik yang kuat menuju Pemilihan Gubernur Sulawesi Selatan mendatang. Menurutnya, setelah memimpin Golkar Sulsel, peluang IAS untuk maju sebagai calon gubernur semakin terbuka.

"Signaling Pak Ilham bukan hanya mau jadi Ketua Golkar. Saya kira langkah politiknya jelas sekali. Dengan menjadi Ketua Golkar maka semakin terbuka pintunya untuk menjadi calon gubernur," katanya.

3. Konsolidasi internal jadi pekerjaan rumah terbesar

Musyawarah Daerah (Musda) XI Partai Golkar Sulawesi Selatan resmi digelar di Hotel Claro Makassar, Sabtu (18/7/2026). IDN Times/Asrhawi Muin

Meski demikian, Ali mengingatkan IAS menghadapi tantangan besar untuk mengembalikan kejayaan Golkar di Sulsel. Selain kehilangan posisi sebagai partai pemenang DPRD Sulsel pada Pemilu 2024, Golkar juga harus menyelesaikan dinamika internal pasca-Musda.

Menurutnya, konsolidasi menjadi pekerjaan utama bagi kepengurusan baru Golkar Sulsel. Hal itu dinilai penting, terutama setelah Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin batal maju pada Musda dan muncul dinamika dukungan dari sejumlah loyalisnya.

"Sangat disayangkan misalnya kalau Golkar ditinggal Appi dalam posisi saat ini, di mana Golkar sangat membutuhkan berbagai dukungan untuk meningkatkan elektabilitasnya, memperoleh kembali kejayaannya," katanya.

Ali menilai penyusunan kepengurusan baru menjadi hal penting yang harus segera disusun oleh IAS. Dia juga menyebut strategi politik yang efektif akan menjadi penentu keberhasilan Golkar untuk kembali menjadi kekuatan politik dominan di Sulawesi Selatan menjelang Pemilu 2029.

Curated For You

Editorial Team

Related Article