Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Harga Emas hingga Bensin Dorong Inflasi Sulsel 2,86 Persen pada Agustus
ilustrasi inflasi (IDN Times/Arief Rahmat)
  • Inflasi tahunan Sulawesi Selatan pada Agustus 2026 mencapai 2,86 persen, dengan IHK naik dari 108,91 menjadi 112,02. Inflasi bulanan tercatat 0,14 persen dan sejak awal tahun 2,51 persen.
  • Dari delapan wilayah pantauan, inflasi tahunan tertinggi terjadi di Wajo sebesar 3,08 persen, sedangkan terendah di Palopo 1,73 persen. Kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya naik 9,75 persen.
  • Emas perhiasan menjadi penyumbang terbesar inflasi tahunan sebesar 0,64 persen, diikuti bensin. Secara bulanan, daging ayam ras dan telur ayam ras masing-masing menyumbang 0,03 persen.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Makassar, IDN Times - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Provinsi Sulawesi Selatan mengalami inflasi sebesar 2,86 persen secara tahunan atau year on year (y-on-y) pada Agustus 2026. Angka tersebut berdasarkan kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 108,91 pada Agustus 2025 menjadi 112,02 pada Agustus 2026.

Dikutip dari berita resmi statistik BPS Sulsel, Selasa (1/9/2026), inflasi bulanan atau month to month (m-to-m) Sulsel pada Agustus 2026 mencapai 0,14 persen. Sementara inflasi sejak awal tahun atau year to date (y-to-d) tercatat sebesar 2,51 persen.

1. Inflasi tertinggi terjadi di Wajo

Ilustrasi bps IDN Times/Hana Adi Perdana

Berdasarkan pemantauan BPS Sulsel di delapan kabupaten/kota, inflasi y-on-y tertinggi pada Agustus 2026 terjadi di Kabupaten Wajo sebesar 3,08 persen dengan IHK 112,63. Sementara inflasi terendah terjadi di Kota Palopo sebesar 1,73 persen dengan IHK 110,57.

Secara umum, inflasi y-on-y Sulsel terjadi karena kenaikan harga pada sejumlah kelompok pengeluaran. Kenaikan terbesar terjadi pada kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya yang mencapai 9,75 persen.

2. Harga emas beri andil terbesar

ilustrasi perhiasan emas (unsplash.com/Aslı Yaren Peker)

Sejumlah komoditas menjadi penyumbang utama inflasi tahunan Sulsel pada Agustus 2026. Emas perhiasan memberikan andil terbesar sebesar 0,64 persen.

Selain emas perhiasan, komoditas lain yang turut memberikan andil antara lain bensin sebesar 0,15 persen, minyak goreng 0,12 persen, nasi dengan lauk 0,12 persen, sigaret kretek mesin (SKM) 0,11 persen, serta daging ayam ras 0,10 persen.

Komoditas lainnya yakni sewa rumah sebesar 0,09 persen, pelumas atau oli mesin 0,08 persen, ikan layang atau ikan benggol 0,08 persen, telepon seluler 0,08 persen, dan cabai merah 0,06 persen.

3. Daging ayam dan telur dorong inflasi bulanan

Ilustrasi pedagang ayam. ANTARA FOTO/Darryl Ramadhan

Secara bulanan, inflasi Sulsel pada Agustus 2026 sebesar 0,14 persen. Komoditas yang paling dominan memberikan andil terhadap inflasi m-to-m adalah daging ayam ras dan telur ayam ras, masing-masing sebesar 0,03 persen.

Sewa rumah dan jagung manis juga masing-masing memberikan andil sebesar 0,03 persen. Selanjutnya, pelumas atau oli mesin dan cabai rawit masing-masing menyumbang 0,02 persen.

Adapun ikan teri memberikan andil 0,02 persen, sedangkan telepon seluler, ayam goreng, dan beras masing-masing sebesar 0,01 persen.

Secara kelompok pengeluaran, makanan, minuman dan tembakau memberikan andil terbesar terhadap inflasi y-on-y, yakni 0,80 persen. Berikutnya kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,79 persen, transportasi 0,36 persen, serta penyediaan makanan dan minuman atau restoran sebesar 0,30 persen.

Curated For You

Editorial Team

Related Article