Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Harga Cabai Naik, Pemprov Sulsel Sebut Musim Kemarau Tekan Produksi
Cabai rawit merah di pasar tradisional. (IDN Times/Yuko Utami)
  • Harga cabai rawit di pasar tradisional Makassar mencapai Rp80 ribu-Rp85 ribu per kilogram, naik dari kisaran Rp40 ribu-Rp50 ribu sebelumnya.
  • Pemprov Sulsel menyebut musim kemarau menurunkan hasil panen, mendorong harga cabai di tingkat petani menjadi Rp65 ribu-Rp70 ribu per kilogram.
  • Distribusi panen ke luar Sulsel turut memengaruhi pasokan lokal; pemerintah mendorong perluasan tanam, penyediaan bibit, dan pendampingan warga.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Makassar, IDN Times - Harga cabai rawit di sejumlah pasar tradisional Kota Makassar menembus Rp85 ribu per kilogram. Kenaikan harga tersebut salah satunya dipengaruhi musim kemarau yang berdampak pada produksi cabai di tingkat petani.

Pl Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel), Muhammad Ilyas, mengatakan cabai sangat dipengaruhi kondisi musim. Pada periode kemarau, produksi cabai cenderung menurun sehingga berdampak pada harga di tingkat petani hingga pasar.

"Cabai sangat dipengaruhi oleh musim. Jadi tentu produksinya pasti menurun, itu sudah otomatis. Jadi dengan produksi menurun, harga di petani sendiri itu sudah agak-agak cukup mahal, sudah cukup tinggi di petaninya. Jadi tentu ke pasar pasti akan naik juga," kata Ilyas, Jumat (2/10/2026).

1. Harga cabai di pasar mencapai Rp85 ribu per kilogram

Ilustrasi cabai rawit. IDN Times/ Bramanta Pamungkas

Pantauan IDN Times di Pasar Terong dan Pasar Pa’baeng-baeng Makassar, Kamis (1/10/2026), harga cabai rawit merah berada di kisaran Rp80 ribu hingga Rp85 ribu per kilogram. Harga tersebut meningkat dibanding sebelumnya yang masih berada di kisaran Rp40 ribu hingga Rp50 ribu per kilogram.

Sementara cabai rawit petik atau yang sudah bersih dari tangkai dijual sekitar Rp90 ribu per kilogram. Adapun cabai kualitas bawah berada di kisaran Rp68 ribu dan cabai rawit muda sekitar Rp55 ribu per kilogram.

2. Kemarau membuat hasil panen cabai berkurang

Ilustrasi cabai rawit merah. (IDN Times/Vadhia Lidyana)

Ilyas mengatakan kenaikan harga tidak semata-mata disebabkan stok cabai yang kosong. Petani masih menanam cabai, tetapi hasil panen pada periode kemarau mengalami penurunan.

"Kalau kemarin di TPHBun kita tanya, ini banyak yang memang masih memproduksi," katanya.

Kondisi tersebut membuat harga cabai di tingkat petani ikut meningkat. Ilyas menyebut harga cabai di tingkat petani saat ini berada di kisaran Rp65 ribu hingga Rp70 ribu per kilogram. 

Harga tersebut kemudian berpengaruh terhadap harga cabai di tingkat pedagang. Kondisi itu turut berdampak pada harga yang dibayar konsumen di pasar.

3. Cabai Sulsel juga dikirim ke luar daerah

Cabai rawit (IDNTimes/Wira Sanjiwani)

Selain faktor musim, distribusi cabai ke luar Sulsel turut memengaruhi ketersediaan pasokan. Kondisi ini kemudian berdampak pada pasokan cabai untuk pasar lokal.

Ilyas mengatakan petani cenderung menjual hasil panennya kepada pembeli yang menawarkan harga lebih tinggi. Sejumlah hasil panen dari daerah sentra produksi bahkan dikirim langsung ke luar Sulsel.

"Di Wajo itu mereka panen langsung ke luar, langsung ke Jakarta kan. Langsung ke Pasar Kramatjati. mereka masuk ke situ. Jadi yang kita di Makassar ini yang dominan dari Jeneponto, Takalar, Bantaeng, Gowa itu ya, mungkin Maros juga," katanya.

4. Pemprov dorong penambahan produksi cabai

Cabai rawit masih dijual diangka Rp110 ribu per kilogram di pasar Sayur Magetan/ IDN Times/ Riyanto

Untuk mengantisipasi kenaikan harga, pemerintah daerah mendorong peningkatan produksi cabai. Salah satunya melalui perluasan areal tanam.

Ilyas mengatakan pemerintah kabupaten dan kota juga dapat mendorong masyarakat menanam cabai di lingkungan rumah. Pemerintah dapat membantu melalui penyediaan bibit dan pendampingan.

Menurutnya, peningkatan produksi menjadi solusi jangka panjang untuk menjaga ketersediaan cabai. Upaya tersebut penting terutama saat memasuki periode musim yang dapat memengaruhi hasil panen.

"Kalau menurut saya kuncinya adalah untuk long term persoalan itu, produknya kita harus jaga. Jadi produk yang harus kita jaga itu ada inovasi-inovasi, misalnya ya, menambah luasan penanaman cabai untuk ke depannya," katanya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article