Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Gunung Soputan Sulut Masih Berasap, 713 Hektare Hangus Terbakar
Kepulan asap masih tampak dari atas Gunung Soputan, Mitra, Sulawesi Utara, Kamis (6/8/2026). Dok. Polres Mitra
  • Hingga 8 Agustus 2026, kepulan asap masih terlihat di Gunung Soputan meski api tak tampak.

  • Api belum mencapai permukiman, tetapi berada dekat perkebunan warga.

  • Water bombing belum dapat dilakukan karena status tanggap darurat belum ditetapkan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Manado, IDNTimes - Hingga Kamis (8/8/2026), kepulan asap masih membumbung di area Gunung Soputan, Kabupaten Minahasa Tenggara, Sulawesi Utara. Meski kobaran api sudah tak tampak, masih ada sejumlah titik kepulan asap yang kelihatan dari darat maupun udara.

Berdasarkan data terakhir dari peta satelit Sipongi, setidaknya 713 hektare hutan dan lahan hangus terbakar. Rinciannya 700 hektare merupakan kawasan hutan, sisanya berada di luarnya.

Angka tersebut bahkan masih bisa berubah. "Hari ini masih ada tim yang mengukur agar datanya lebih komprehensif," kata Kepala Dinas Kehutanan Daerah Sulawesi Utara, Rainier Dondokambey.

1. Tak Sampai Permukiman Warga

Kebakaran hutan di Gunung Soputan, Kabupaten Mitra, Sulawesi Utara, Minggu (2/8/2026). Dok. Manggala Agni

Beruntung hingga saat ini api tak sampai ke permukiman warga. Namun, api masih berada di kawasan yang berbatasan langsung dengan perkebunan warga.

Guna mencegah api meluas, tim gabungan membuat sekat api di perbatasan tersebut. Salah satu yang menjadi tantangan pemadaman api adalah topografi Gunung Soputan yang curam sehingga tak memungkinkan kendaraan pemadam ke seluruh titik api.

"Karena itu petugas menggunakan jet shooter yang dibawa ke kepala api," jelas Rainier.

2. Tak Bisa Water Bombing

Ditpolairud Polda Sulawesi Utara mengerahkan helikopter untuk memantau titik api di Gunung Soputan, Mitra. Dok. Polres Mitra

Hingga saat ini pemerintah masih belum bisa melakukan water bombing atau penyiraman titik api menggunakan pesawat. Hal itu karena syarat administratif untuk menetapkan status tanggap darurat bencana oleh pemda masih belum terpenuhi.

"Ada mekanismenya. Jadi setelah ada penetapan status tanggap darurat, gubernur akan mengusulkan kepada BNPB untuk memadamkan api menggunakan pesawat ataupun modifikasi cuaca," ungkap Rainier.

Hingga saat ini vegetasi yang terbakar didominasi padang ilalang. Selain itu, ada juga pohon pinus hasil rehabilitasi kawasan pascaerupsi Gunung Soputan beberapa tahun lalu, namun jumlahnya lebih sedikit.

3. Polisi kerahkan 120 personel

Kebakaran hutan di Gunung Soputan, Kabupaten Mitra, Sulawesi Utara, Minggu (2/8/2026). Dok. Manggala Agni

Guna memantau titik api, Ditpolairud Polda Sulut mengerahkan Helikopter Polisi P-3002. Hasil pemanataun menunjukkan bahwa memang masih ada kepulan asap di sekitar lereng Gunung Soputan.

Namun, sebagian besar api sudah berhasil dipadamkan. Dalam memadamkan api, kepolisian di Sulut mengerahkan kurang lebih 120 personel.

"Ada dari Polres Mitra hingga Brimob Polda Sulut. Kami utamakan titik-titik api yang berpotensi mendekati permukiman warga," jelas Kapolres Mitra AKBP Handoko Sanjaya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article