Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Gubernur Sulsel: Tinggal Kelas Bukan Satu-satunya Solusi Pendidikan
Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman. (Dok. Humas Pemprov Sulsel)
  • Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman menyatakan Pemprov siap mengikuti rencana penerapan kembali tinggal kelas dari Kemendikdasmen, dengan pendampingan dan evaluasi dampak pembelajaran.
  • Ia menegaskan tinggal kelas bukan kebijakan baru dan bukan satu-satunya cara meningkatkan kesungguhan belajar siswa; kualitas pendidikan juga membutuhkan SDM yang kuat serta sistem pembelajaran memadai.
  • Sudirman mendorong pengembangan pendidikan melalui kompetensi pendidik, sistem informasi, dan akses pembelajaran berkualitas, dengan mempertimbangkan perkembangan di tingkat nasional maupun internasional.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Makassar, IDN Times - Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Andi Sudirman Sulaiman, menanggapi rencana Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menerapkan kembali sistem tinggal kelas bagi siswa. Dia menyatakan Pemprov Sulsel siap mengikuti kebijakan tersebut, tetapi pelaksanaannya perlu disertai pendampingan dan evaluasi.

Sudirman mengatakan, kebijakan tersebut tentu telah melalui berbagai pertimbangan pemerintah pusat. Meski demikian, penerapannya perlu disertai pendampingan dan evaluasi untuk mengukur dampaknya terhadap proses pembelajaran.

"Kita sebenarnya mengikuti saja kebijakan nasional. Karena kita perwakilan pemerintah daerah, tentu kebijakan-kebijakan nasional telah dipertimbangkan dengan berbagai pertimbangan yang matang ya," kata Sudirman saat diwawancarai, Sabtu (10/10/2026).

1. Sistem tinggal kelas bukan hal baru

Ilustrasi sekolah. (dok. pribadi/Ari Budiadnyana)

Menurut Sudirman, sistem tinggal kelas bukan hal baru dalam dunia pendidikan. Namun, pelaksanaannya tetap perlu dievaluasi untuk mengetahui dampak positif serta aspek yang perlu diperbaiki.

"Kita sudah pernah melewati sehingga bukan sesuatu hal yang baru ya. Tapi pada prinsipnya, tentu ada pertimbangan Bapak Menteri dan kami secara daerah siap mengikuti apa yang tentu menjadi kebijakan," katanya.

2. Tinggal kelas bukan satu-satunya solusi

Ilustrasi Sekolah Dasar Negeri.(IDN Times/Daruwaskita)

Sudirman menilai sistem tinggal kelas bukan satu-satunya solusi untuk meningkatkan kesungguhan siswa dalam belajar. Peningkatan kualitas pendidikan juga membutuhkan dukungan sumber daya manusia (SDM) yang kompeten dan sistem pembelajaran yang memadai.

"Kita tidak bisa menyatakan bahwa itu satu-satunya. Tentu sistem pembelajaran ini harus ditunjang dengan SDM yang kuat," katanya.

Dia menilai penerapan kembali sistem tinggal kelas perlu disertai pendampingan dan evaluasi untuk melihat dampak positif kebijakan tersebut. Hasil evaluasi juga diperlukan untuk mengidentifikasi hal-hal yang perlu diperbaiki ke depannya.

3. Dorong pengembangan sistem pendidikan

Ilustrasi sekolah tatap muka (ANTARA FOTO)

Selain kompetensi tenaga pendidik, dia menyoroti pentingnya dukungan sistem informasi dan akses terhadap pembelajaran yang berkualitas. Menurutnya, pengembangan sistem pendidikan perlu mempertimbangkan perkembangan di tingkat nasional maupun internasional.

"Saya rasa sudah saatnya kita melihat memang pendidikan ini dengan sudut pandang yang tidak seperti yang lalu-lalu saja, tapi kita melihat bagaimana meningkatkan dengan berkaca mungkin secara nasional dan internasional," katanya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article