Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Udara Makassar Memburuk, Dinkes Sulsel Imbau Warga Pakai Masker

Kota Makassar
3 min read
Udara Makassar Memburuk, Dinkes Sulsel Imbau Warga Pakai Masker
Ilustrasi. Berkendara dengan mengenakan masker di tengah kondisi udara buruk. (IDN Times/Rangga Erfizal)
  • Kualitas udara Makassar dan sekitarnya memburuk akibat paparan asap; PM2.5 di Maros tercatat 85,3 µg/m³ pada 9 Oktober dan 80,5 µg/m³ pada 10 Oktober 2026, kategori tidak sehat.
  • Dinkes Sulsel mengimbau warga memakai masker saat di luar rumah atau tempat ramai, menjaga kebersihan tangan, menerapkan etika batuk-bersin, cukup minum, serta melindungi diri dari panas.
  • Warga dianjurkan menjaga daya tahan tubuh dengan makanan bergizi, olahraga ringan, dan tidur cukup, serta segera ke fasilitas kesehatan bila mengalami gangguan yang diduga terkait polusi udara.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Makassar, IDN Times - Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan mengimbau masyarakat mewaspadai risiko gangguan pernapasan akibat penurunan kualitas udara dan potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Warga diminta menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah, menjaga kebersihan, serta segera memeriksakan diri jika mengalami gangguan kesehatan.

Imbauan tersebut disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Sulsel, dr. Evi Mustikawati Arifin, dalam keterangan yang dikutip, Sabtu (10/10/2026). Peringatan ini menjadi perhatian di tengah memburuknya kualitas udara Makassar dan sekitarnya dalam beberapa hari terakhir akibat paparan asap.

  1. 1. Konsentrasi PM2.5 di Makassar masuk kategori tidak sehat

    Prakirawan BBMKG IV Makassar, Asriani Idrus, mengungkapkan kualitas udara di wilayah Makassar dan sekitarnya dalam beberapa hari terakhir te
    Prakirawan BBMKG IV Makassar, Asriani Idrus, mengungkapkan kualitas udara di wilayah Makassar dan sekitarnya dalam beberapa hari terakhir terpantau berada pada kategori sedang hingga kurang sehat. (Dok. Istimewa)

    Berdasarkan pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), konsentrasi partikulat halus atau PM2.5 di wilayah pemantauan Maros mencapai 85,3 mikrogram per meter kubik (µg/m³) pada Jumat (9/10/2026). Angka tersebut masuk kategori tidak sehat dan menjadi salah satu indikator memburuknya kualitas udara di Makassar dan sekitarnya.

    Pada Sabtu (10/10/2026) pukul 10.00 WIB, laman BMKG kembali menunjukkan konsentrasi PM2.5 di Maros sebesar 80,5 µg/m³, yang juga masuk kategori tidak sehat. PM2.5 merupakan partikel berukuran 2,5 mikrometer atau lebih kecil yang dapat masuk jauh ke saluran pernapasan.

    Meski data tersebut berasal dari stasiun pemantauan di Maros, hasilnya menjadi salah satu rujukan untuk melihat kondisi udara di wilayah sekitar. Konsentrasi PM2.5 yang tinggi perlu diwaspadai karena paparan partikel halus dapat berdampak pada kesehatan, terutama sistem pernapasan.

  2. 2. Dinkes Sulsel imbau warga menggunakan masker

    IMG_20260312_161357.jpg
    Kepala Dinas Kesehatan Sulawesi Selatan, Evi Mustikawati Arifin. IDN Times/Asrhawi Muin

    Evi mengimbau masyarakat melakukan sejumlah langkah pencegahan untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat paparan polusi udara. Salah satunya menggunakan masker ketika berada di luar rumah maupun di tempat ramai untuk membantu mengurangi paparan partikel dan polutan.

    "Untuk menyikapi peningkatan risiko kebakaran hutan dan lahan serta potensi penurunan kualitas udara di wilayah Sulawesi Selatan, kami mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk melakukan beberapa upaya pencegahan," kata Evi, Selasa (6/10/2026).

    Selain menggunakan masker, masyarakat diminta rutin mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir atau menggunakan hand sanitizer. Warga juga dianjurkan menerapkan etika batuk dan bersin dengan menutup mulut serta hidung menggunakan tisu atau siku bagian dalam.

    Evi turut mengingatkan masyarakat agar memenuhi kebutuhan cairan tubuh dengan cukup minum air. Saat cuaca panas, warga disarankan menggunakan payung atau topi untuk mengurangi paparan sinar matahari langsung serta mengenakan pakaian longgar dan menyerap keringat.

  3. 3. Warga diminta segera periksa jika mengalami gangguan kesehatan

    Ilustrasi seseorang mengenakan masker medis sebagai upaya mencegah penularan penyakit melalui saluran pernapasan.
    ilustrasi pakai masker untuk mencegah penyakit (IDN Times/NRF)

    Untuk menjaga daya tahan tubuh, masyarakat dianjurkan mengonsumsi makanan bergizi seimbang, tetap melakukan olahraga ringan, dan memastikan waktu tidur yang cukup. Evi juga meminta warga segera mendatangi fasilitas pelayanan kesehatan apabila mengalami gangguan kesehatan yang diduga berkaitan dengan paparan polusi udara.

    "Segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan jika mengalami gangguan kesehatan akibat polusi udara," ujarnya.

    Evi mengajak masyarakat menerapkan langkah pencegahan tersebut untuk melindungi diri sendiri, keluarga, dan lingkungan sekitar. Ia berharap kewaspadaan masyarakat dapat membantu mengurangi risiko gangguan kesehatan di tengah potensi penurunan kualitas udara di Sulsel.

    "Jaga diri, jaga keluarga, jaga lingkungan. Sulawesi Selatan sehat, masyarakat terlindungi," katanya.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More