Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Ekspor Sulsel Melemah, Pengiriman Nikel dan Mineral Masih Mendominasi
ilustrasi ekspor (IDN Times/Aditya Pratama)
  • Nilai ekspor Sulsel April 2026 mencapai US$121,41 juta, naik bulanan 6,58 persen namun turun tahunan 9,39 persen; total Januari–April 2026 juga melemah 12,24 persen dibanding tahun lalu.
  • Nikel tetap jadi komoditas ekspor utama dengan kontribusi 46,6 persen meski nilainya turun; Bangladesh dan Taiwan tercatat sebagai tujuan ekspor terbesar melalui Pelabuhan Malili dan Makassar.
  • Impor Sulsel justru meningkat signifikan hingga 14,55 persen secara tahunan pada April 2026, didominasi gandum-ganduman serta bahan bakar mineral dengan Singapura sebagai negara asal impor terbesar.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Makassar, IDN Times – Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Selatan mencatat nilai ekspor yang dikirim melalui pelabuhan di Sulawesi Selatan pada April 2026 sebesar US$121,41 juta. Nilai tersebut naik 6,58 persen dibandingkan Maret 2026 yang sebesar US$113,91 juta.

Namun secara tahunan, kinerja ekspor Sulsel masih mengalami penurunan. Berdasarkan siaran pers BPS Sulsel yang dikutip Rabu (3/6/2026), nilai ekspor April 2026 turun 9,39 persen dibandingkan April 2025 yang mencapai US$133,99 juta. Secara kumulatif Januari-April 2026, total ekspor Sulsel tercatat sebesar US$445,21 juta atau turun 12,24 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai US$507,28 juta.

1. Nikel masih jadi komoditas ekspor terbesar Sulsel

ilustrasi nikel (Unsplash/Paul-Alain Hunt)

Komoditas nikel masih menjadi penopang utama ekspor Sulawesi Selatan pada April 2026. Nilai ekspor nikel mencapai US$66,12 juta atau sekitar 46,6 persen dari total ekspor barang asal Sulsel pada bulan tersebut.

Di posisi berikutnya terdapat biji-bijian berminyak dengan nilai ekspor US$16,94 juta. Komoditas lainnya yang masuk jajaran utama ekspor Sulsel adalah besi dan baja senilai US$6,59 juta, garam, belerang dan kapur sebesar US$5,73 juta, serta ikan dan udang sebesar US$5,47 juta.

Meski masih mendominasi, nilai ekspor nikel turun 10,16 persen dibandingkan Maret 2026. Sebaliknya, ekspor biji-bijian berminyak melonjak 106,93 persen dan daging serta ikan olahan naik 73,58 persen dibandingkan bulan sebelumnya.

2. Bangladesh dan Taiwan jadi tujuan ekspor terbesar

ilustrasi ekspor-impor (IDN Times/Aditya Pratama)

Dari sisi volume pengiriman, Bangladesh menjadi tujuan ekspor terbesar Sulawesi Selatan pada April 2026 dengan volume mencapai 57,20 ribu ton atau 33,36 persen dari total volume ekspor. Posisi berikutnya ditempati Taiwan dengan volume 58,68 ribu ton dan kontribusi 34,23 persen terhadap total ekspor.

Negara tujuan utama lainnya adalah Tiongkok dengan volume ekspor 19,92 ribu ton, Timor Leste sebesar 21,10 ribu ton, serta Korea Selatan sebanyak 7,33 ribu ton. Kelima negara tersebut menjadi pasar utama produk ekspor Sulawesi Selatan selama April 2026.

Sementara dari sisi pelabuhan, ekspor terbesar dilakukan melalui Pelabuhan Malili dengan nilai US$66,12 juta atau 54,46 persen dari total ekspor Sulsel. Pelabuhan Makassar berada di posisi kedua dengan nilai ekspor US$50 juta atau menyumbang 41,19 persen dari total ekspor.

3. Impor Sulsel melonjak 14,55 persen

ilustrasi ekspor-impor (IDN Times/Aditya Pratama)

Berbeda dengan ekspor yang masih mengalami tekanan secara tahunan, nilai impor Sulawesi Selatan justru meningkat. BPS mencatat impor Sulsel pada April 2026 mencapai US$80,90 juta atau naik 14,55 persen dibandingkan April 2025 yang sebesar US$70,62 juta.

Secara kumulatif Januari-April 2026, nilai impor Sulsel mencapai US$337,61 juta. Angka tersebut meningkat 35,33 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat sebesar US$249,48 juta.

Komoditas impor terbesar pada April 2026 adalah gandum-ganduman dengan nilai US$21,29 juta atau 26,31 persen dari total impor. Disusul bahan bakar mineral senilai US$16,91 juta, gula dan kembang gula sebesar US$11,77 juta, olahan makanan hewan US$11,33 juta, serta kakao dan cokelat sebesar US$4,01 juta.

BPS juga mencatat Singapura menjadi negara asal impor terbesar Sulsel dengan nilai US$13,33 juta. Selanjutnya Thailand sebesar US$12,76 juta, Amerika Serikat US$10,38 juta, Australia US$10,31 juta, dan Tiongkok sebesar US$9,85 juta.

Editorial Team

Related Article