Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Dua Koridor Disetop, Pemprov Sulsel Bantah Teman Bus Sepi Peminat

Dua Koridor Disetop, Pemprov Sulsel Bantah Teman Bus Sepi Peminat
Suasana di dalam Teman Bus yang beroperasi di Makassar. IDN Times/Asrhawi Muin
Share Article

Makassar, IDN Times - Penyetopan operasional Koridor 3 dan 4 Teman Bus di Makassar disinyalir karena sepi peminat. Namun hal ini segera dibantah oleh pihak pengelola.

Kepala UPT Mamminasata Dinas Perhubungan Sulsel, Nurdiyana, mengatakan penyetopan operasional dua koridor ini bukan karena sepi peminat. Hanya saja, jika dibandingkan dengan koridor lainnya jumlah penumpangnya memang lebih rendah.

"Kalau dilihat dari data dashboard Kemenhub, memang ini koridor 3 dan 4 bukan sepi peminat tetapi bisa dikatakan load factor-nya lebih rendah dibandingkan dari koridor 1 dan 2," kata Nurdiyana, Kamis (4/1/2023).

1. Jumlah penumpang koridor 3 dan 4 lebih sedikit

Teman Bus hadir di Makassar. IDN Times/Istimewa
Teman Bus hadir di Makassar. IDN Times/Istimewa

Akumulasi bulanan penumpang Teman Bus di Makassar selama triwulan IV yaitu186.401 penumpang (Koridor 1), 132.236 penumpang (Koridor 2), 38.603 penumpang (Koridor 3) dan 125.941 penumpang (Koridor 4).

Dari data tersebut terlihat bahwa jumlah penumpang koridor 3 dan 4 cenderung lebih rendah dibandingkan dengan koridor 1 dan 2.

"Kalau menurut kita sih untuk koridor 4 bukan sepi peminat," kata Nurdiyana.

2. Anggaran subsidi dari pemerintah pusat dikurangi

Aplikasi Teman Bus. IDN Times/Asrhawi Muin
Aplikasi Teman Bus. IDN Times/Asrhawi Muin

Nurdiyana kembali menjelaskan disetopnya koridor 3 dan 4 karena persoalan anggaran. Anggaran dari pemerintah pusat untuk mensubsidi Teman Bus di 10 kota berkurang.

Karena pengurangan anggaran, Kementerian Perhubungan juga mengurangi subsidi di 10 kota. Adapun 10 kota yang dimaksud yaitu Palembang, Medan, Bali, Surakarta, Yogyakarta, Makassar, Banyumas, Banjarmasin, Bandung dan Surabaya.

"Bukan hanya di Sulsel yang kena dampak tetapi di 10 kota ini. Ini adalah pernguranan biaya," kata Nurdiyana.

3. Pengelola di Sulsel tak terlibat soal anggaran

Teman Bus hadir di Makassar. IDN Times/Istimewa
Teman Bus hadir di Makassar. IDN Times/Istimewa

Terkait jumlah anggaran untuk operasional Teman Bus, Nurdiyana mengaku pihaknya tidak terlibat dalam perencanaan bisnisnya. Karena itu, pihaknya tidak mengetahui secara rinci mengenai anggarannya.

"Karena itu kan ranahnya mereka. Ini programnya mereka ditempatkan di Sulsel. Kementerian yang langsung berkontrak dengan perusahaan tersebut pemenang tender yaitu PT Sinar Jaya Megah Langgeng," kata Nurdiyana.

PT Sinar Jaya Megah Langgeng selaku operator juga tidak ingin operasional koridor ini disetop. Namun mereka tak bisa berbuat banyak karena persoalan anggaran tersebut.

"Mereka sih maunya tidak ada yang berhenti karena tetap beroperasi, mereka tetap dapat uang. Tapi karena anggarannya terbatas sehingga ini dikurangi oleh pemerintah," kata Nurdiyana.

Share Article
Topics
Editorial Team
Aan Pranata
EditorAan Pranata

Latest News Sulawesi Selatan

See More

Jambret yang Seret Siswi SMP di Makassar Ditangkap Polisi

01 Jun 2026, 20:48 WIBNews