Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

DKP: 28.248 Nelayan di Sulsel Masih Miskin

DKP: 28.248 Nelayan di Sulsel Masih Miskin
Sejumlah warga membersihkan ikan hasil tangkapan di Tempat Pendaratan Ikan (TPI) Desa Mojo Pemalang, Jumat (20/10/2023). (IDN Times/Dhana Kencana)
Share Article

Makassar, IDN Times - Potensi perikanan di Sulawesi Selatan cukup besar. Namun kenyataannya, masih banyak nelayan hidup miskin.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Sulsel, Muhammad Ilyas, mengungkap laporan bahwa ada 28.248 nelayan di Sulsel yang masih hidup miskin. Jumlah itu sekitar sepuluh persen dari sekitar 280 ribu nelayan di Sulsel.

"Jadi kami berupaya untuk mengintervensi agar nelayan miskin turun," kata Ilyas, Jumat (15/12/2023).

1. DKP targetkan penurunan jumlah nelalyan miskin hingga 67,57 persen

Ilustrasi nelayan/mencari ikan. (IDN Times/ Agung Sedana)
Ilustrasi nelayan/mencari ikan. (IDN Times/ Agung Sedana)

Ilyas mengatakan pihaknya menggenjot penurunan kemiskinan nelayan untuk tahun 2024. Setidaknya, jumlah nelayan miskin bisa menurun sekitar 67,57 persen.

"Tahun depan sudah ukur berapa kemiskinan yang harus kita selesaikan 67,57 persen kita targetnya untuk selesaikan ini. Program 2024 itu dari 28.248 masyarakat miskin ekstremnya," kata Ilyas.

2. Pemprov mendorong peningkatan pendapatan nelayan

Ilustrasi IDN TIMES)
Ilustrasi IDN TIMES)

Untuk mengubah kehidupan nelayan menjadi lebih sejahtera, DKP menyiapkan berbagai langkah intervensi. Intervensi bukan hanya berupa bantuan fisik melainkan mendorong peningkatan pendapatan.

"Garam kita dorong dengan gudang supaya ada tempat penyimpanan dan tidak menjual murah garamnya kemudian mendorong dengan peralatan produksi," kata Ilyas. 

3. Menyiapkan 100 ribu rumpon

Ilustrasi rumpon. ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas
Ilustrasi rumpon. ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas

Selain itu, Pemprov juga menyiapkan 100 ribu rumpon atau rumah ikan untuk membantu nelayan. Rumpon bisa membantu nelayan mengubah pola penangkapan dari berburu menjadi mengambil ikan.

"Kemudian membuat kepemilikan dasar kemudian membuat terumbu buatan, konservasi dan untuk sumber daya ikan," kata Ilyas.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ashrawi Muin
Aan Pranata
Ashrawi Muin
EditorAshrawi Muin

Latest News Sulawesi Selatan

See More

Dosen di Sulut Ditetapkan Sebagai Tersangka Kasus Kekerasan Seksual

01 Jul 2026, 20:11 WIBNews