Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Dinilai Sesat, Kelompok Hakikinya Hakiki di Makassar Bertaubat
Sekertaris MUI Kota Makassar, KH Masykur Yusuf. (Dahrul Amri/IDN Times Sulsel)

Makassar, IDN Times - Kelompok Hakikinya Hakiki yang belakangan viral di media sosial karena dianggap aliran sesat, akhirnya menyatakan taubat. Pernyataan taubat disampaikan usai bertemu dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Makassar, Selasa malam (9/1/2023).

Sekretaris MUI Kota Makassar KH Masykur Yusuf mengatakan, kelompok itu menyatakan bertaubat di hadapan ulama saat pertemuan di Kantor MUI Makassar.

"Sekalipun dia tidak mengakui itu, (bahwa) sebenarnya tidak benar itu yang dituduhkan, tapi prinsipnya mereka siap bertaubat dan dibina," kata Masykur kepada wartawan, Selasa.

1. Hakikinya Hakiki merupakan kelompok tukang obat

medievalists.net

MUI Makassar mengundang kelompok Hakikinya Hakiki untuk dimintai keterangan seputar aktivitasnya di Kota Makassar. Dari pertemuan diketahui bahwa mereka merupakan sebuah kelompok pengobatan. 

"Hakikinya Hakiki itu nama kelompok saja. Jadi, sebenarnya mereka sadar kalau ada kesalahan yang dilakukan. Karena intinya mereka itu pengobatan, tidak ilmunya. Memang itu karena namanya bagus didengar sehingga cepat menjadi viral," ucap Masykur.

2. MUI nilai cara pengobatan Hakikinya Hakiki keliru

Logo Majelis Ulama Indonesia (MUI) (IDN Times/Mui.or.id)

Masykur mengatakan, meski bukan tergolong aliran sesat, MUI Makassar mengangap nama dan aktivitas kelompok Hakikinya Hakiki keliru. Sebab mereka menggunakan konsep pengobatan seperti Islam namun dimodifikasi, meski tetap menggunakan ayat-ayat Alquran.

"Karena ada dalam Islam namanya tafaul, dan tafaul yang digunakan itu salah karena ada kaci atau emas yang dilebur, itu salah," ucapnya.

3. Mengaku ketemu nabi karena merasa terancam oleh seseorang

ilustrasi merasa terancam (unsplash.com/M. T ElGasier)

Beberapa waktu lalu heboh pengakuan salah satu anggota kelompok Hakikinya Hakiki yang menyebut pernah bertemu dengan Nabi. Masykur mengatakan, pengakuan itu spontan karena merasa ada yang mau mencelakai.

"Mereka khilaf karena terancam, mreka tidak tahu apakah sadar atau tidak sadar, ngomong seperti itu karena mau dibunuh," ucap Masykur.

MUI Makassar mencatat, kelompok Hakikinya Hakiki beranggotakan delapan orang. Sedangkan guru mereka sudah meninggal. "Ada satu orang yang kemana-mana untuk mengobati. Dari mereka anggap dirinya ada unsur tasawuf. Tapi tasawufnya itu salah," Masykur melanjutkan. 

Untuk langkah selanjutnya, MUI Makassar akan memberikan bimbingan kepada delapan kelompok tersebut.  Dan karena kelompok ini tidak mempunyai rumah atau sekretariat tetap, maka pembelajaran dan bimbingan ditempatkan di kantor MUI Makassar.

Editorial Team

Related Article