Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Diduga Cintanya Tak Direstui, Polisi di Mamuju Tewas Gantung Diri

Ilustrasi gantung diri. (dok. IDN Times)
Ilustrasi gantung diri. (dok. IDN Times)
Intinya sih...
  • Saksi mendengar korban teleponan dengan sang kekasih.
  • Korban ditemukan tewas saat hendak dibangunkan.
  • Polisi tak temukan tanda-tanda kekerasan.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Makassar, IDN Times - Seorang anggota Kepolisian Daerah Sulawesi Barat (Sulbar), Briptu MF (25), ditemukan meninggal dalam kondisi tergantung di sebuah rumah kebun di Desa Pokkang, Kecamatan Kalukku, Kabupaten Mamuju, Sulbar, Selasa (3/2/2026) sekitar pukul 06.00 Wita.

Kepala Seksi Hubungan Masyarakat Polresta Mamuju, Iptu Herman Basir, mengatakan Briptu MF diduga mengakhiri hidupnya akibat persoalan pribadi. Dugaan sementara, korban mengalami tekanan karena hubungan asmaranya tidak mendapat restu dari kedua orang tua.

"Jadi sudah pacaran 5 tahun tapi tidak direstui oleh orang tua masing-masing, beda agama," kata Herman kepada wartawan, Rabu (4/2/2026).

1. Saksi sempat mendengar korban telepon kekasih

Ilustrasi patah hati (pexels.com/Monstera Production)
Ilustrasi patah hati (pexels.com/Monstera Production)

Peristiwa itu bermula saat Briptu MF mengajak dua sepupunya, Haerul dan Awal, ke rumah kebun di Desa Pokkang untuk menenangkan diri sambil berkaraoke. Mereka tiba di lokasi pada malam hari dan menghabiskan waktu bersama di rumah kebun tersebut.

Sekitar pukul 23.00 Wita, Haerul memutuskan pulang setelah menerima telepon dari istrinya. Sementara itu, Awal dan Briptu MF masih melanjutkan aktivitas karaoke di teras rumah kebun.

Tidak lama kemudian, Briptu MF menyampaikan kepada Awal bahwa ia ingin masuk ke kamar untuk beristirahat. Awal tetap berada di teras sambil bernyanyi.

Selang beberapa waktu, Briptu MF menerima panggilan telepon dari kekasihnya. Percakapan tersebut terdengar oleh Awal karena panggilan dilakukan melalui pengeras suara.

"Sepupunya ini dengar dari speaker kalau korban teleponan dengan pacarnya dan sempat bilang 'tidak ada gunanya hidup kalau tidak sama ki'," ujar Herman menirukan keterangan saksi.

2. Korban ditemukan tewas saat sepupunya hendak membangunkan

Ilustrasi garis polisi (IDN Times/Aries Rahmat)
Ilustrasi garis polisi (IDN Times/Aries Rahmat)

Pada pagi harinya, Awal mendatangi kamar Briptu MF dengan maksud membangunkan korban untuk berangkat kerja. Namun, tidak ada respons saat pintu kamar diketuk.

Saat Awal masuk ke dalam kamar, ia mendapati Briptu MF telah meninggal dunia dalam kondisi tergantung.

“Sepupunya masuk dan kaget mendapati korban terlilit tali (di bagian leher),” bebernya.

Setelah menemukan korban, Awal bergegas menuju rumah keluarga untuk memberi tahu ayah korban mengenai kejadian tersebut. Mendapat kabar itu, ayah korban langsung mendatangi tempat kejadian perkara (TKP).

3. Polisi tak temukan tanda-tanda kekerasan

Ilustrasi Garis Polisi (IDN Times/Mardya Shakti)
Ilustrasi Garis Polisi (IDN Times/Mardya Shakti)

Herman mengungkapkan, dari pemeriksaan enam orang saksi, termasuk kekasih korban, terungkap penyebab korban mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri. Begitu pun pemeriksaan medis tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan atau kekerasan di tubuh korban.

"Jadi ini murni gantung diri, karena adanya beban mental psikologis korban yang hubungan asmaranya dengan pacarnya tidak direstui oleh kedua orang tua karena beda agama," dia menjelaskan.

Bunuh diri merupakan masalah kesehatan jiwa serius yang sering diabaikan masyarakat. Jika kamu membutuhkan pertolongan atau mengenal seseorang yang membutuhkan bantuan, kamu bisa menghubungi layanan konseling pencegahan bunuh diri, di nomor telepon gawat darurat (emergency) hotline (021) 500–454 atau 119, bebas pulsa.

NGO Indonesia pencegahan bunuh diri:
Jangan Bunuh diri || telp: (021) 9696 9293 || email: 
janganbunuhdiri@yahoo.com
Organisasi INTO THE LIGHT || message via page FB: Into The Light Indonesia (@IntoTheLightID) || direct message via Twitter: @IntoTheLightID
Kementrian Kesehatan Indonesia || telp: (021) 500454

Share
Topics
Editorial Team
Aan Pranata
EditorAan Pranata
Follow Us

Latest News Sulawesi Selatan

See More

3 Langkah Mengajarkan Puasa pada Anak, Mulai dari Biasakan Ajak Sahur

07 Feb 2026, 17:15 WIBNews