Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Chaidir Syam-Suhartina Bohari Lawan Kotak Kosong di Pilkada Maros

Chaidir Syam-Suhartina Bohari Lawan Kotak Kosong di Pilkada Maros
Bupati Maros Chaidir Syam dan Wakil Bupati Maros Suhartina Bohari. (Dok. Humas Pemkab Maros)
Share Article

Makassar, IDN Times - Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Maros 2024 dipastikan hanya diikuti satu pasangan calon. Pasangan petahana Chaidir Syam-Suhartina Bohari tanpa lawan usai memborong rekomendasi partai politik.

Tiga partai teranyar yang menyerahkan dukungan bagi Chaidir-Suhartina adalah Partai Golkar, NasDem, dan Gerindra. "Total partai yang mendukung itu semuanya ada 16 termasuk non parlemen," kata Chaidir melalui keterangannya dilansir Antara, Senin (26/8/2024).

Rencananya, pasangan Chaidir-Suhartina akan mendeklarasikan pencalonan pada Rabu besok (28/8/2024) sekaligus mendaftar ke KPU Maros.

1. Koalisi gemuk, cuma dua parpol tidak memberikan dukungan

Ilustrasi pemilihan kepala daerah (pilkada) (IDN Times/Yosafat Diva Bayu Wisesa)
Ilustrasi pemilihan kepala daerah (pilkada) (IDN Times/Yosafat Diva Bayu Wisesa)

Chaidir Syam dan Suhartina Bohari menjabat Bupati dan Wakil Bupati Maros periode 2021-2024. Masing-masing merupakan ketua pengurus parpol setempat. Chaidir merupakan Ketua DPD Partai Amanat Nasional (PAN) Maros, sedangkatn Suhartina Ketua DPD I Partai Golkar Maros.

Selain Golkar, NasDem, dan Gerindra, pasangan ini sebelumnya telah mendapatkan rekomendasi dari 13 parpol. Masing-masing, PKB, PDIP, Partai Buruh, Gelora, PKS, PKN, Hanura, PBB, Partai Demokrat, PSI, Perindo, dan PPP.

Praktis, hanya dua parpol peserta Pemilu 2024 yang tidak memberikan dukungannya, yaitu Partai Ummat dan Partai Garuda. Itu pun karena Chaidir mengaku tidak bisa berkomunikasi dengan pengurusnya di Kabupaten Maros.

"Jadi hanya dua itu saja, selain itu semua sudah memberikan surat dukungannya ke kami. Iya karena dari awal tidak ada komunikasi dan kita tidak tahu siapa pengurusnya," kata dia.

2. Rekomendasi Golkar telat karena ada pergantian Ketua Umum

Logo Partai Golkar di kantor DPP, Slipi, Jakarta Barat. (IDN Times/Lia Hutasoit)
Logo Partai Golkar di kantor DPP, Slipi, Jakarta Barat. (IDN Times/Lia Hutasoit)

Sementara itu, Suhartina Bohari menjelaskan terkait keterlambatan partainya, Golkar, mengeluarkan surat dukungan B1 KWK ke dirinya. Menurut dia, keterlambatan itu disebabkan adanya perubahan kepemimpinan di tubuh Golkar pasca pengunduran diri Airlangga Hartarto sebagai ketua.

"Yah kita tahu bagaimana dinamika di Partai Golkar akhir-akhir ini di tingkat pusat. Nah penyebabnya itu sehingga memang dukungan itu di last minute," kata dia.

3. Chaidir Syam dan Suhartina Bohari berkomitmen melanjutkan kerja sama

Suhartina mengungkapkan, partai Golkar sebenarnya bisa mengusung pasangan calon sendiri di Pilkada Maros sesuai putusan MK (Mahkamah Konstitusi). Namun, komitmennya untuk tetap bersama Chaidir Syam tidak tergoyahkan.

"Sejak awal, kami sudah berkomitmen dan itu selalu kami jaga dengan baik. Kami berharap Maros akan jauh lebih baik ke depannya dengan komitmen ini," ujarnya.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Aan Pranata
EditorAan Pranata

Latest News Sulawesi Selatan

See More

Terpidana Kasus Skincare Ilegal Mira Hayati Bayar Denda Rp1 Miliar

10 Jun 2026, 16:26 WIBNews