Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Cegah Penularan Kusta, Sulsel Target Skrining 10.357 Orang
Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menargetkan skrining kesehatan terhadap 10.357 orang melalui program Andalan Sehati. (Dok. Humas Pemprov Sulsel)
  • Pemprov Sulsel menargetkan skrining 10.357 orang, terutama siswa SMA/SMK, MA, dan IPDN, melalui program Andalan Sehati untuk deteksi dini serta pencegahan penularan kusta.
  • Kegiatan di Makassar mencanangkan kemoprofilaksis bagi 10 ribu orang di 24 kabupaten/kota sebagai bagian peringatan Hari Jadi ke-357 Sulsel dan upaya rekor MURI.
  • Kemenkes menyerahkan 33 rontgen portabel serta 472 alat NPOC; Pemprov Sulsel menekankan edukasi untuk mendorong pemeriksaan dini dan mengurangi stigma terhadap kusta.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Makassar, IDN Times - Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Pemprov Sulsel) menargetkan skrining kesehatan terhadap 10.357 orang melalui program Andalan Sehati (Aksi Nyata Deteksi Dini, Lakukan Skrining demi Hidup Sehat Kita). Kegiatan ini dirangkaikan dengan pencanangan rekor Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) melalui kemoprofilaksis untuk pencegahan kusta dengan sasaran 10 ribu orang di 24 kabupaten/kota.

Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Asta Cita, Rumah Jabatan Gubernur Sulsel, Selasa (27/10/2026), sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-357 Sulawesi Selatan. Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman hadir bersama Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kementerian Kesehatan RI, dr. Andi Saguni, serta kepala dinas kesehatan dari 24 kabupaten/kota.

Sasaran skrining meliputi siswa SMA/SMK, Madrasah Aliyah (MA), dan peserta didik Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) di Sulawesi Selatan. Program ini diharapkan meningkatkan deteksi dini penyakit sekaligus mendorong kesadaran masyarakat untuk menjalani pemeriksaan kesehatan.

1. Skrining kusta bukan sekadar mengejar rekor MURI

Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman (tengah). IDN Times/Asrhawi Muin

Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman mengatakan pencanangan rekor MURI tersebut bukan hanya tentang pencapaian jumlah peserta, tetapi juga upaya memperkuat pencegahan dan deteksi dini penyakit kusta.

“Apresiasi kami karena ini bukan cuma persoalan rekor MURI, tetapi jumlah upaya kita melakukan pencegahan dini terhadap penyakit ini,” ujarnya.

Menurut Andi Sudirman, semakin banyak masyarakat yang menjalani skrining, semakin besar peluang penyakit terdeteksi lebih awal sehingga penanganan dapat dilakukan secara tepat. Karena itu, ia berharap program tersebut dapat mendorong lebih banyak masyarakat untuk memeriksakan kondisi kesehatannya.

“Kita ada 10.357 target. Mudah-mudahan ini bisa menjadi sampling untuk memengaruhi yang lain juga sehingga bisa lebih besar lagi. Semakin banyak yang kita skrining, tentu pergerakan dari penyakit ini lebih bisa kita intervensi,” lanjutnya.

2. Pemprov Sulsel terima bantuan alat kesehatan dari Kemenkes

ilustrasi skrining kesehatan. (IDN Times/NRF)

Dalam kegiatan tersebut, Pemprov Sulsel juga menerima bantuan 33 unit alat rontgen portabel dan 472 unit alat NPOC dari Kementerian Kesehatan RI. Bantuan diserahkan oleh Plt Dirjen Penanggulangan Penyakit Kemenkes RI, dr. Andi Saguni, untuk mendukung penguatan pelayanan kesehatan di Sulawesi Selatan.

Gubernur Andi Sudirman menyampaikan terima kasih kepada Menteri Kesehatan RI beserta jajaran atas dukungan dan kolaborasi dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

Ia berharap bantuan sarana kesehatan tersebut dapat memperkuat pelayanan kesehatan, sementara program skrining mendorong masyarakat lebih peduli terhadap pentingnya pemeriksaan sejak dini.

3. Edukasi penting untuk mengurangi stigma kusta

ilustrasi hari kusta sedunia (pixabay.com/Satheesh Sankaran)

Andi Sudirman juga menekankan pentingnya edukasi untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai penyakit kusta. Menurutnya, kesadaran yang baik diperlukan agar masyarakat tidak ragu menjalani pemeriksaan kesehatan.

Selain membantu mendeteksi penyakit lebih awal, edukasi diharapkan dapat mengurangi stigma terhadap penderita kusta. Dengan demikian, masyarakat diharapkan lebih terbuka terhadap pemeriksaan dan upaya pencegahan penularan.

Melalui program Andalan Sehati dan dukungan sarana kesehatan dari Kemenkes, Pemprov Sulsel berharap upaya pencegahan penyakit dan peningkatan kualitas pelayanan kesehatan dapat berjalan beriringan.

Curated For You

Editorial Team

Related Article