Sempat Hujan, Kualitas Udara Makassar Kategori Tidak Sehat Pagi Ini

Kualitas udara Makassar dan sekitarnya masuk kategori tidak sehat pada Rabu pagi, dengan PM2,5 mencapai 67,4 µg/m³ pukul 11.00 WITA meski sebelumnya sempat hujan.
Konsentrasi PM2,5 yang awalnya kategori sedang dari tengah malam hingga pukul 07.00 WITA mulai tidak sehat pada pukul 08.00 dan terus meningkat.
BMKG mengimbau warga mengurangi aktivitas luar ruangan, memakai masker bila diperlukan, menutup pintu-jendela, cukup minum, serta memantau kualitas udara secara berkala.
Makassar, IDN Times - Kualitas udara di Makassar dan sekitarnya masuk kategori tidak sehat pada Rabu (28/10/2026) pagi, meski sehari sebelumnya sempat turun hujan. Berdasarkan pemantauan Stasiun Klimatologi Sulawesi Selatan di Maros, konsentrasi partikulat halus PM2,5 mencapai 67,4 mikrogram per meter kubik (µg/m³) pada pukul 11.00 WITA.
Angka tersebut berada di atas ambang kategori sedang, yakni 55,4 µg/m³, dan masuk kategori tidak sehat pada rentang 55,5–150,4 µg/m³. Kondisi ini menunjukkan kualitas udara berpotensi merugikan kesehatan manusia, hewan, dan tumbuhan.
1. Konsentrasi PM2,5 meningkat di pagi hari

Prakirawan BBMKG IV Makassar, Asriani Idrus, mengungkapkan kualitas udara di wilayah Makassar dan sekitarnya dalam beberapa hari terakhir terpantau berada pada kategori sedang hingga kurang sehat. (Dok. Istimewa) Grafik riwayat pemantauan pada Rabu menunjukkan konsentrasi PM2,5 berada pada kategori sedang pada awal pengukuran, sekitar pukul 00.00 hingga 07.00 WITA. Nilainya berfluktuasi, tetapi masih berada di bawah ambang 55,5 µg/m³.
Konsentrasi kemudian meningkat dan masuk kategori tidak sehat mulai pukul 08.00 WITA. Nilainya terus naik pada pukul 09.00 dan 10.00 WITA hingga mencapai 67,4 µg/m³ pada pukul 11.00 WITA.
2. PM2,5 berisiko mengganggu kesehatan

Layar digital menampilkan citra sebaran asap di Kantor BMKG Wilayah IV, Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu (3/10/2026). (ANTARA FOTO/Hasrul Said) Partikulat halus PM2,5 merupakan partikel udara berukuran sangat kecil, yakni 2,5 mikrometer atau lebih kecil, yang dapat masuk ke saluran pernapasan. Paparan partikel ini dapat menyebabkan iritasi pada mata, hidung, dan tenggorokan, serta memperburuk penyakit pernapasan.
Risiko gangguan kesehatan juga perlu diperhatikan oleh kelompok rentan, seperti anak-anak, lansia, dan orang dengan penyakit pernapasan. Karena itu, masyarakat perlu membatasi aktivitas fisik di luar ruangan saat kualitas udara memburuk.
3. BMKG imbau masyarakat kurangi paparan

Ilustrasi pengendara motor menggunakan masker di tengah kondisi udara tidak sehat. (IDN Times/Rangga Erfizal) BMKG mengimbau masyarakat menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah ketika diperlukan. Selain itu mengurangi aktivitas fisik di luar ruangan, serta menutup jendela dan pintu rumah untuk mengurangi paparan udara luar.
Masyarakat juga disarankan menjaga kesehatan dan memperbanyak minum air putih. Pemantauan kualitas udara secara berkala dapat membantu masyarakat menyesuaikan aktivitas ketika konsentrasi PM2,5 meningkat.





















