Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
BMKG Sebut Musim Kemarau Sulsel Masih di Puncak, Peralihan Bisa Mundur
Cuaca panas terasa di Makassar dalam beberapa hari terakhir seiring masa peralihan menuju musim kemarau, Jumat (17/4/2026). IDN Times/Asrhawi Muin
  • BMKG Wilayah IV Makassar menyatakan sebagian besar Sulawesi Selatan masih mengalami puncak kemarau, dengan cuaca umumnya cerah berawan dan belum ada tanda peralihan musim.
  • Masa peralihan yang normalnya mulai sekitar Oktober berpotensi mundur. BMKG belum menetapkan jadwal musim hujan karena informasi masih dalam tahap koordinasi dan pembahasan.
  • Kemarau diperkirakan lebih panjang dan kering akibat suhu muka laut Pasifik timur di atas normal serta El Nino; warga diminta waspada kekurangan air, ISPA, dan kebakaran.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Makassar, IDN Times - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah IV Makassar menyebut sebagian besar wilayah Sulawesi Selatan masih berada pada puncak musim kemarau. Kondisi tersebut diperkirakan berlangsung lebih panjang dibandingkan tahun sebelumnya dan belum menunjukkan tanda-tanda memasuki masa peralihan musim.

Prakirawan BMKG Wilayah IV Makassar, Agus, mengatakan cuaca di Sulsel saat ini umumnya masih didominasi kondisi cerah berawan. Sejumlah wilayah juga mulai merasakan dampak kemarau.

"Untuk saat ini memang kita belum ada tanda-tanda peralihan musim. Jadi sekarang memang masih puncak-puncaknya musim kemarau, di sebagian besar wilayah Sulawesi Selatan," kata Agus kepada IDN Times via telepon, Senin (24/8/2026).

1. Peralihan musim diprediksi mundur

Ilustrasi kemarau (ANTARA FOTO/Arnas Padda)

Agus mengatakan secara normal masa peralihan musim biasanya mulai terjadi sekitar Oktober. Namun, kondisi tahun ini menunjukkan kemungkinan peralihan musim akan berlangsung lebih lambat.

"Kalau melihat kondisi saat ini bisa mundur. Mundur dari normalnya," kataya.

BMKG belum menetapkan waktu pasti dimulainya musim hujan di Sulsel. Informasi tersebut masih dalam tahap koordinasi dan pembahasan sebelum disampaikan secara resmi kepada masyarakat.

"Baru hari ini tadi disampaikan untuk rapat musimnya, tapi belum final untuk informasinya disampaikan secara umum. Jadi masih tahap koordinasi. Nanti akan di-update jika ada informasinya untuk musim hujannya, " katanya.

2. Kemarau tahun ini diprediksi lebih panjang

Ilustrasi kemarau (ANTARA FOTO/Irwansyah Putra)

Agus mengatakan kondisi kemarau tahun ini dipengaruhi sejumlah faktor, termasuk kondisi suhu muka laut di wilayah timur Pasifik yang berada di atas normal serta fenomena El Nino. Menurutnya, kombinasi kondisi tersebut membuat musim kemarau terasa lebih kering dan berpotensi berlangsung lebih panjang.

"Karena kondisi suhu muka laut khususnya di sebelah timur Pasifik cukup tinggi dari normalnya, sehingga menyebabkan kemarau tahun ini lebih panjang. Ditambah musim kemarau, ditambah El Nino, jadi makin kering," jelasnya.

3. Waspadai kekurangan air hingga kebakaran

Air bersih dalam jerigen yang dijual di kompleks Nusa Tamalanrea Indah, Makassar, Rabu (30/8/2023). IDN Times/Asrhawi Muin

BMKG mengingatkan masyarakat mewaspadai dampak kemarau berkepanjangan. Salah satunya adalah berkurangnya ketersediaan air yang dapat memengaruhi kebutuhan masyarakat.

Selain itu, kondisi kering juga meningkatkan risiko gangguan kesehatan. Kondisi tersebut juga dapat meningkatkan potensi terjadinya kebakaran.

"Kalau musim kemarau berkepanjangan itu suplai air sudah berkurang dan sangat rentan terhadap hal-hal, baik dari kesehatan ataupun yang bisa menyebabkan kerugian material seperti kebakaran dan lain-lain," katanya.

Dari sisi kesehatan, masyarakat diminta mewaspadai gangguan pernapasan seperti ISPA yang dapat dipicu meningkatnya debu selama musim kering. Sementara untuk mencegah kebakaran, masyarakat diimbau tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu api.

"Kalau untuk kesehatan mungkin biasa lebih rentan ISPA karena debu. Kalau untuk pemicu-pemicu kebakaran, tidak boleh bakar sampah sembarangan atau segala macam yang berkaitan seperti itu," kata Agus.

Curated For You

Editorial Team

Related Article