Bayi Korban Pencabulan Kakek Tiri di Jeneponto Membaik

Makassar, IDN Times - Bayi korban kejahatan seksual oleh kakek tiri di Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, dikabarkan membaik. Bayi berusia 14 bulan itu bakal meninggalkan ruang perawatan dari rumah sakit di Kota Makassar, hari ini, Jumat (18/3/2022).
"Rencana hari ini keluar. Staf kami masih mau ke rumah sakit untuk urus dulu (administrasinya)," kata Kepala Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Sulsel, Meisy Papayungan saat dihubungi IDN Times, Jumat.
1. Kondisi kesehatan bayi akan terus dikontrol

Bayi korban pelecehan telah menjalani serangkaian proses penanganan medis. Antara lain operasi pada alat vital.
Meisy mengatakan, korban masih akan didampingi hingga kondisi fisik dan psikologisnya betul-betul dipastikan membaik. Petugas P2TP2A juga mendampingi keluarga korban dalam menjaga bayi A.
"Dan nanti masih dikontrol lagi ke depan dan memang harus ekstra dijaga karena kan pasti masih ada rasa ketakutan korban dan keluarganya," ujar Meisy.
2. Bayi korban tempatkan di lokasi yang aman

Meisy bilang, setelah keluar, bayi korban tidak langsung dipulangkan ke Jeneponto. Pihak P2TP2A Sulsel telah menyediakan lokasi perawatan sementara.
"Diamankan dulu di suatu tempat nanti sambil menunggu situasi membaik," ucap Meisy.
Menurut Meisy, fokus pendampingan saat ini adalah perbaikan kondisi mental keluarga dan juga korban. Mereka sementara waktu mesti dijauhkan dari lingkungan tempat tinggal.
"Karena kan yang dia (korban) tempati kemarin itu rumah pelaku kan," dia menambahkan.
Kondisi mental keluarga korban dinilai belum sepenuhnya stabil mengingat peristiwa itu belum lama terjadi. "Jadi sementara kita pikirkan juga dan persiapkan segala sesuatunya untuk pemenuhan kebutuhan dia (bayi) juga ini," kata Meisy.
3. Petugas P2TP2A edukasi pihak keluarga bayi

Lebih lanjut, kata Meisy, pihaknya juga mengedukasi keluarga, khususnya orang terdekat korban agar terus memberikan perhatian kepada korban. Mengingat, kedua orang tua bayi telah berpisah. Bayi ini, dirawat keluarga sang ayah.
Dikhawatirkan, proses tumbuh kembangnya akan berpengaruh ke kondisi psikologis bila bayi kurang perhatian
"Apalagi tantenya kan juga punya keluarga sendiri ada anaknya, jadi kami terus berikan masukan supaya anak ini dirawat seperti anak sendiri," kata Meisy.



















