Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Bawa 32 Dukungan Resmi, IAS Selangkah Lagi Pimpin Golkar Sulsel

Bawa 32 Dukungan Resmi, IAS Selangkah Lagi Pimpin Golkar Sulsel
Ilham Arief Sirajuddin (IAS) mengembalikan formulir pendaftaran bakal calon Ketua DPD I Partai Golkar Sulsel di Kantor DPD I Golkar Sulsel, Jumat (17/7/2026). (Dok. Istimewa)
Intinya Sih
  • Ilham Arief Sirajuddin resmi mengembalikan formulir pencalonan Ketua DPD I Golkar Sulsel dengan membawa 32 dukungan dari berbagai unsur internal partai.
  • IAS sebelumnya sempat berkiprah di Partai Demokrat sebelum kembali ke Golkar dan kini berpeluang besar memimpin DPD I Golkar Sulsel lewat Musda XI.
  • Mundurnya Munafri Arifuddin dari proses pencalonan membuat IAS menjadi satu-satunya kandidat yang mengembalikan formulir dan menunggu hasil verifikasi panitia.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Makassar, IDN Times - Ilham Arief Sirajuddin (IAS) telah mengembalikan formulir pendaftaran bakal calon Ketua DPD I Partai Golkar Sulawesi Selatan di Kantor DPD I Golkar Sulsel, Jumat (17/7/2026). Mantan Wali Kota Makassar dua periode itu menjadi satu-satunya bakal calon yang mengembalikan formulir setelah Munafri Arifuddin memutuskan tidak melanjutkan pencalonannya.

IAS datang dengan membawa dukungan mayoritas dari pemilik suara internal Partai Golkar. Berkas pencalonannya selanjutnya akan diverifikasi oleh panitia sebelum ditetapkan sebagai calon resmi dalam Musyawarah Daerah (Musda) XI Golkar Sulsel.

1. IAS klaim kantongi 32 dukungan

IMG_20260625_135208.jpg
Ilham Arief Sirajuddin (IAS) usai menerima diskresi dari Ketua Umum Golkar Bahlil Lahadalia, Rabu (24/6/2026). (Dok. Istimewa)

Dalam berkas yang diserahkan kepada panitia, IAS mengklaim mengantongi total 32 dukungan. Dukungan tersebut terdiri atas 22 DPD II Partai Golkar kabupaten/kota, tiga organisasi pendiri, lima organisasi yang didirikan, serta dua organisasi sayap Partai Golkar.

Usai menyerahkan formulir pendaftaran, IAS menyebut dukungan tersebut menjadi tanggung jawab besar yang harus dijalankannya. Menurutnya, amanah itu akan diwujudkan dengan mengembalikan kejayaan Partai Golkar Sulawesi Selatan menghadapi Pemilu 2029.

"Insyaallah kepercayaan yang diberikan oleh Ketua Umum dalam sebuah putusan diskresi kepada saya, itu menjadikan sebuah tanggung jawab besar yang akan saya jalankan sesuai dengan harapan yang diharapkan oleh Ketua Umum agar Golkar di Sulawesi Selatan bisa kembali jaya menghadapi Pemilu tahun 2029 yang akan datang," kata IAS.

Panitia Musda selanjutnya memeriksa seluruh dokumen administrasi dan surat dukungan yang telah diserahkan. Hasil verifikasi tersebut akan menjadi dasar penetapan calon resmi Ketua DPD I Partai Golkar Sulawesi Selatan.

2. Pernah berkarier di Demokrat sebelum kembali ke Golkar

Nurdin Halid mengukuhkan Ilham Arief Sirajuddin (IAS) sebagai kader Golkar. IDN Times/Asrhawi Muin
Nurdin Halid mengukuhkan Ilham Arief Sirajuddin (IAS) sebagai kader Golkar. IDN Times/Asrhawi Muin

Sebelum kembali ke Partai Golkar, IAS sempat berkarier politik di Partai Demokrat. Dia bahkan maju dalam Musyawarah Daerah (Musda) Partai Demokrat Sulawesi Selatan pada 2021.

Saat itu, IAS memperoleh dukungan mayoritas dari Dewan Pimpinan Cabang (DPC). Namun, melalui mekanisme organisasi, Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat menetapkan Ni'matullah Erbe sebagai Ketua DPD Demokrat Sulsel.

Setelah beberapa waktu berada di Partai Demokrat, IAS kemudian memutuskan kembali bergabung dengan Partai Golkar. Kini, mantan IAS berpeluang memimpin DPD I Partai Golkar Sulawesi Selatan melalui Musda XI Golkar Sulsel.

3. Munafri batal lanjutkan pencalonan

IMG-20260113-WA0050.jpg
Ketua DPD II Golkar Makassar, Munafri Arifuddin. (Dok. Golkar Makassar)

Sebelumnya, Wali Kota Makassar sekaligus Ketua DPD II Partai Golkar Makassar, Munafri Arifuddin, sempat mengambil formulir pendaftaran bakal calon Ketua DPD I Golkar Sulsel melalui timnya.

Namun, hingga batas akhir pendaftaran, formulir tersebut tidak dikembalikan. Tim Munafri menyebut pencalonan batal dilanjutkan karena terdapat persyaratan tambahan berupa piagam dan sertifikat kepartaian yang tidak dapat dipenuhi.

Dengan mundurnya Munafri, IAS menjadi satu-satunya bakal calon yang mengembalikan formulir pendaftaran. Apabila hasil verifikasi administrasi dinyatakan memenuhi syarat dan tidak ada bakal calon lain yang lolos, Musda Golkar Sulsel berpotensi hanya diikuti satu kandidat.

Share Article
Editorial Team

Latest News Sulawesi Selatan

See More