Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Banjir Landa 7 Kecamatan di Luwu Utara, Ribuan Warga Terdampak
Ilustrasi banjir. Dok. BNPB
  • Banjir melanda tujuh kecamatan di Luwu Utara akibat meluapnya beberapa sungai setelah hujan deras, merendam 29 desa dan membawa material lumpur serta kayu dari pegunungan.
  • Sebanyak 12.317 warga terdampak dengan ratusan mengungsi, sementara banjir merusak permukiman, fasilitas umum, lahan pertanian, hingga infrastruktur seperti jalan dan jembatan.
  • Pemerintah menetapkan status tanggap darurat; tim gabungan menyalurkan bantuan logistik dan air bersih serta memperbaiki tanggul, jembatan, dan melakukan normalisasi sungai.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Makassar, IDN Times - Banjir kembali melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan. Sedikitnya 7 kecamatan dan 29 desa terdampak akibat meluapnya sejumlah sungai setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur kawasan hulu dalam beberapa hari terakhir.

Berdasarkan laporan Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) BPBD Luwu Utara per Jumat (29/5/2026), banjir dipicu peningkatan debit air di Sungai Rongkong, Sungai Masamba, Sungai Baliase, Sungai Kanjiro, dan Sungai Bungadidi. Luapan sungai turut membawa material kayu dan lumpur dari kawasan pegunungan yang memperparah kondisi di sejumlah titik.

Banjir melanda tujuh kecamatan di Kabupaten Luwu Utara. Wilayah terdampak meliputi Kecamatan Baebunta, Baebunta Selatan, Malangke Barat, Malangke, Mappedeceng, Bone-Bone, dan Tanalili.

1. Lebih dari 12 ribu warga terdampak banjir

Ilustrasi banjir. ANTARA FOTO/Jojon

Data BPBD mencatat ribuan warga terdampak akibat banjir tersebut. Berdasarkan rekapitulasi data dari wilayah terdampak, jumlah warga yang terdampak mencapai 12.317 jiwa.

Selain merendam permukiman, banjir juga merusak berbagai fasilitas umum, lahan pertanian dan perkebunan. Kemudian, banjir juga berdampak pada jalan, jembatan, tanggul, drainase, fasilitas pendidikan, fasilitas kesehatan, hingga rumah ibadah.

Sejumlah warga terpaksa mengungsi. BPBD mencatat terdapat 14 jiwa mengungsi di Desa Beringin Jaya, 21 jiwa di Desa Tingkara, dan 200 jiwa di Desa Pince Pute.

2. Banjir berpotensi kembali terjadi saat hujan turun

Ilustrasi banjir. ANTARA FOTO/Jojon

Kepala BPBD Sulawesi Selatan, Amson Padolo, mengatakan kondisi banjir di beberapa wilayah sudah mulai surut. Namun genangan masih berpotensi kembali muncul saat hujan turun.

"Ada beberapa yang surut, cuma kalau hujan banjir lagi. Sudah kami laporkan juga ke Balai Pompengan terkait hal ini," kata Amson kepada IDN Times melalui WhatsApp, Sabtu (30/5/2026).

Amson menuturkan banjir di Luwu Utara kerap berulang setiap kali hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut. Kondisi itu dipengaruhi oleh sejumlah sungai yang mengalami pendangkalan.

"Di sana asal hujan pasti banjir. Karena banyak sungai, baru rata-rata pendangkalan," kata Amson.

3. Warga membutuhkan air bersih dan perbaikan infrastruktur

Ilustrasi banjir. ANTARA FOTO/Jojon

Saat ini Pemerintah Kabupaten Luwu Utara telah menetapkan status tanggap darurat. Tim gabungan terus melaksanakan asesmen, evakuasi warga, pembersihan material banjir, pendirian posko dan dapur umum, serta penyaluran bantuan logistik dan air bersih ke wilayah terdampak.

BPBD mencatat kebutuhan mendesak warga saat ini berupa sembako dan air bersih. Selain itu, diperlukan perbaikan jembatan, perbaikan tanggul yang jebol, normalisasi sungai, serta geobag dan terpal untuk pembangunan tanggul darurat.

Editorial Team

Related Article