Makassar, IDN Times - Beberapa tahun pasca-merdeka, Indonesia sebagai negara baru masih berusaha membangun segala sektor dengan susah payah. Mulai dari akses penghubung antar daerah, pendidikan, pangan dan termasuk pula kesehatan. Lalu pada dekade 1960-an, terjadi pandemik kolera El-Tor yang berasal dari Sulawesi.
El-Tor sendiri adalah turunan (strain) dari Vibrio cholerae, penyebab utama penyakit kolera. Pertama kali diidentifikasi oleh seorang dokter Jerman bernama Felix Gotschlich di tahun 1905 di kamp karantina di kota El-Tor, Mesir untuk jemaah haji yang baru saja kembali dari Makkah.
Saat pertama kali ditemukan, peneliti menganggap El-Tor tak merugikan inang (apatogen) alias manusia yang telah diinfeksinya. Anggapan tersebut berubah saat seorang penderita El-Tor (atau biasa disebut Paracholera) di Pangkajene, Sulawesi Selatan, mulai menderita gejala berat pada September 1937.
