Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Amphuri Sulampua Minta Maskapai Prioritaskan Kepulangan Jemaah Umrah
Ketua DPD Amphuri Sulampua, Azhar Gazhali. (IDN Times/Istimewa)
  • Amphuri Sulampua meminta maskapai memprioritaskan pemulangan jemaah umrah yang masih di Arab Saudi, di tengah eskalasi keamanan kawasan dan pembatalan penerbangan.
  • Sebanyak 53 calon jemaah asal Sulawesi Selatan mengalami penundaan keberangkatan. Maskapai menginformasikan penerbangan yang dibatalkan diharapkan dijadwalkan ulang dalam satu hingga dua hari.
  • Keputusan melanjutkan atau menunda penerbangan harus mengutamakan keselamatan. Bandara Sultan Hasanuddin Makassar melayani sekitar 3.000-4.000 jemaah umrah per bulan dari Sulawesi, Maluku, dan Papua.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Makassar, IDN Times - Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (Amphuri) Sulawesi, Maluku, dan Papua (Sulampua) meminta maskapai penerbangan bertanggung jawab atas kepulangan jemaah umrah yang masih berada di Arab Saudi. Hal ini menyusul meningkatnya eskalasi keamanan di kawasan tersebut.

Ketua DPD Amphuri Sulampua, Azhar Gazhali, mengatakan pembatalan penerbangan merupakan langkah yang dapat diambil maskapai untuk menghindari risiko keselamatan penumpang dan awak pesawat. Namun, dia mengingatkan agar keselamatan jemaah yang masih berada di Tanah Suci juga menjadi perhatian.

"Kita berharap airlines-airlines yang masih terbang tetap bertanggung jawab untuk memulangkan jemaah yang sementara berada di sana," kata Azhar, Selasa (13/10/2026).

Menurutnya, pemerintah perlu berkoordinasi dengan pihak terkait untuk menangani situasi tersebut. Koordinasi ini agar jemaah umrah yang masih berada di Arab Saudi dapat kembali ke Indonesia dengan aman.

Dia menilai, penanganan situasi ini tidak cukup hanya dengan menunda penerbangan dari Indonesia menuju Arab Saudi. Kepulangan jemaah yang sudah berada di sana juga harus menjadi perhatian.

1. Keberangkatan jemaah diharapkan kembali normal dalam 1-2 hari

ilustrasi umrah (unsplash.com/ Ömer F. Arslan)

Azhar mengatakan pihaknya masih mengumpulkan data mengenai jumlah jemaah umrah yang terdampak pembatalan penerbangan. Hingga kini, sebanyak 53 calon jemaah umrah asal Sulsel mengalami penundaan keberangkatan ke Tanah Suci. 

Azhar mengaku telah menerima informasi dari pihak maskapai mengenai rencana penjadwalan ulang penerbangan yang dibatalkan. Penerbangan tersebut diharapkan dapat kembali beroperasi dalam satu hingga dua hari ke depan.

"Info update yang saya dapatkan dari pihak airline, kata mereka insyaallah masih akan dalam 1-2 hari ini diberangkatkan. Menurut informasi yang saya terima," katanya.

Sementara itu, jadwal keberangkatan jemaah yang telah direncanakan dalam sepekan ke depan disebut belum mengalami perubahan. Namun, realisasi keberangkatan tetap bergantung pada perkembangan situasi keamanan di Arab Saudi.

Azhar mengimbau jemaah yang terdampak penundaan agar tetap tenang. Dia meminta jemaah menunggu informasi terbaru mengenai jadwal keberangkatan dari maskapai maupun penyelenggara perjalanan umrah.

2. Keselamatan jemaah menjadi prioritas

ilustrasi umrah (pexels.com/Mutahir Jamil)

Azhar menegaskan keputusan maskapai untuk melanjutkan atau membatalkan penerbangan harus mempertimbangkan keselamatan penumpang. Jika kondisi keamanan belum memungkinkan, maka maskapai berhak menunda keberangkatan.

"Kita berharap situasi juga segera membaik. Tapi apa pun itu, keputusan yang diambil harus keselamatan di atas segala-galanya tentu saja," tuturnya.

Dia juga meminta jemaah untuk bersabar sembari menunggu kepastian jadwal penerbangan. Menurutnya, informasi mengenai keberangkatan maupun kepulangan perlu terus diperbarui sesuai perkembangan kondisi di Arab Saudi.

Azhar mengatakan pihaknya belum membahas kemungkinan kenaikan biaya perjalanan umrah akibat penundaan penerbangan. Pihaknya masih memantau perkembangan situasi sebelum mengambil keputusan terkait persoalan tersebut.

"Belum. Kita belum bicara sampai ke sana. Masih melihat situasi kondisi terakhir seperti apa," katanya.

3. Ribuan jemaah umrah berangkat melalui Makassar setiap bulan

Ilustrasi. Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar. (dok. Angkasa Pura I)

Azhar menyebut Bandara Internasional Sultan Hasanuddin di Makassar menjadi salah satu bandara penghubung jemaah umrah. Bandara ini melayani keberangkatan jemaah dari kawasan Sulawesi, Maluku, dan Papua.

Menurutnya, sekitar 3.000 hingga 4.000 jemaah umrah berangkat melalui Makassar setiap bulan. Jumlah tersebut dapat mencapai sekitar 4.000 hingga 6.000 jemaah jika memperhitungkan berbagai rute penerbangan, termasuk melalui Malaysia dan Singapura.

"Sudah ada beberapa penerbangan yang berangkatkan Jemaah umrah dari sini, selain dari dalam negeri, ada dari luar negeri juga," katanya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article