Imbas Konflik di Saudi, Keberangkatan 53 Jemaah Umrah Sulsel Tertunda

Sebanyak 53 jemaah umrah asal Sulawesi Selatan menunda keberangkatan akibat pembatalan penerbangan menuju Madinah.
Kemenhaj Sulsel mengupayakan kepastian jadwal dan menyampaikan rencana keberangkatan pada Rabu 14 Oktober.
Pihak travel, maskapai, bandara, dan PPIU diminta terus berkoordinasi serta memantau perkembangan situasi.
Makassar, IDN Times - Sebanyak 53 jemaah umrah asal Sulawesi Selatan terpaksa harus menunda keberangkatannya ke Tanah Suci akibat insiden serangan peperangan yang terjadi di Bandara King Khalid, Riyadhdi, Arab Saudi.
Penundaan ini berkaitan dengan pembatalan penerbangan Malaysia Airlines MH846 rute Makassar - Kuala Lumpur dan jadwal penerbangan lanjutan Malaysia Airlines MH158 rute Kuala Lumpur - Madinah.
1. Jadwal Terbang Diundur 14 Oktober

Jemaah umrah asal Sulawesi Selatan terpaksa harus menunda keberangkatannya ke Tanah Suci akibat insiden serangan peperangan yang terjadi di Bandara King Khalid, Riyadhdi, Arab Saudi, Senin (12/10/2026). Dok. Istimewa Kepala Kanwil Kemenhaj Sulsel, Ikbal Ismail, mengatakan, maskapai Malaysia Airlines membatalkan pemberangkatan ke Madinah karena dampak eskalasi politik dan peperangan yang terjadi di Arab Saudi.
"Siang tadi kami menerima laporan bahwa ada jemaah umrah yang tertunda pemberangkatan sekitar 53 orang," kata Ikbal Ismail kepada IDN Times, Senin (12/10/2026).
Kemenhaj Sulsel selanjutnya menghubungi pihak maskapai tersebut untuk mendapatkan kepastian pemberangkatan 53 jemaah umrah.
"Apabila tidak ada halangan, pemberangkatannya akan dilanjutkan di tanggal Rabu 14 Oktober," ucap Ikbal.
2. Kemenhaj Sulsel meminta pihak travel pantau perkembangan eskalasi di Saudi

Kepala Kanwil Kemenhaj Sulsel, Ikbal Ismail. Dok/Kemenhaj Sulsel Kemenhaj Sulsel juga meminta pihak travel untuk memantau perkembangan eskalasi politik di Saudi dalam rangka menjadwalkan pemberangkatan jemaah agar tidak ada yang dirugikan, baik pihak jemaah maupun pihak travel.
"Kalau ada penundaan karena eskalasi politik di Saudi tidak diselesaikan, jemaah dirugikan, terus travel juga dirugikan. Kami harap pimpinan travel untuk pandai melihat situasi politik di Arab Saudi untuk memberangkatkan jemaah umrahnya," tutrnya.
Sementara itu, pihak Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Jeddah sudah menyampaikan kepada para pimpinan travel untuk segera melaporkan apabila ada kunjungan ke Saudi untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, dan bila terjadi sesuatu hal segera melaporkan.
3. Manajemen Bandara Sulhas minta jemaah koordinasi PPIU

Ilustrasi. Jemaah haji tiba di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar usai melaksanakan ibadah haji di Arab Saudi. (Dok. Kemenag Sulsel) Dikonfirmasi terpisah, General Manager Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Ruly Artha, menyampaikan pihaknya terus memantau perkembangan informasi serta berkoordinasi dengan maskapai penerbangan dan pemangku kepentingan terkait guna mengantisipasi potensi dampaknya terhadap operasional penerbangan.
“Kami terus mencermati perkembangan situasi keamanan di kawasan Timur Tengah dan memahami bahwa kondisi ini dapat menimbulkan kekhawatiran bagi calon jemaah umrah beserta keluarga yang sedang menantikan perjalanan ibadah ke Tanah Suci," ujar Ruly Artha dalam keterangannya kepada IDN Times.
Ruly menyebut, dari total 83 penumpang yang direncanakan melakukan perjalanan, hanya 30 penumpang reguler yang diberangkatkan menuju Kuala Lumpur, sedangkan 53 calon jemaah umrah mengalami penundaan keberangkatan.
"Sebanyak 53 calon jemaah umrah dari PT Mudah Menuju Baitullah mengalami penundaan keberangkatan," ungkapnya.
Menurutnya, penundaan ini berkaitan dengan pembatalan penerbangan lanjutan Malaysia Airlines MH158 rute Kuala Lumpur–Madinah. Bahkah ia menyampaikan, pada hari ini tidak terdapat penerbangan langsung menuju Madinah maupun Jeddah dari Bandara Internasional Sultan Hasanuddin.
"Kami mengimbau calon jemaah umrah dan keluarga untuk senantiasa berkomunikasi dengan maskapai penerbangan serta Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) masing-masing guna memperoleh informasi terkini dan akurat mengenai jadwal
keberangkatan dan ketentuan perjalanan," tandasnya.



















