Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Kanwil Kemenhaj Sulsel Imbau Travel Tunda Umrah Akibat Serangan di Arab Saudi

Kota Makassar
3 min read
Kanwil Kemenhaj Sulsel Imbau Travel Tunda Umrah Akibat Serangan di Arab Saudi
Kepala Kanwil Kemenhaj Sulsel, Ikbal Ismail. Dok/Kemenhaj Sulsel
  • Kanwil Kemenhaj Sulsel menerima laporan penundaan penerbangan jemaah umrah akibat meningkatnya eskalasi politik dan keamanan di Arab Saudi.

  • Travel diminta memantau situasi, menenangkan jemaah, dan berkoordinasi dengan maskapai untuk penjadwalan ulang.

  • Kanwil Kemenhaj Sulsel menurunkan tim ke bandara serta mendata jemaah yang terdampak dan yang hendak pulang ke Indonesia.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Makassar, IDN Times - Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kanwil Kemenhaj) Sulawesi Selatan (Sulsel) menerima laporan penundaan keberangkatan jemaah umrah akibat meningkatnya eskalasi politik dan keamanan di Arab Saudi. Penundaan ini berdampak pada penerbangan jemaah dari Indonesia menuju Arab Saudi maupun kepulangan jemaah ke Tanah Air.

Kepala Kanwil Kemenhaj Sulsel, Ikbal Ismail, mengatakan pihaknya telah menerima informasi mengenai penundaan tersebut. Kementerian Haji dan Umrah RI di tingkat pusat juga telah mengingatkan agar keberangkatan jemaah umrah mempertimbangkan perkembangan situasi keamanan di Arab Saudi.

"Tiga hari lalu Kementerian Haji dan Umrah pusat sudah menyampaikan bahwa untuk pemberangkatan umrah harus melihat kondisi eskalasi politik di Saudi," kata Ikbal, Senin (12/10/2026).

Ikbal mengimbau pimpinan biro perjalanan umrah atau travel untuk terus memantau perkembangan situasi sebelum memberangkatkan jemaah. Menurutnya, keputusan keberangkatan perlu mempertimbangkan kondisi keamanan agar tidak merugikan jemaah maupun pihak penyelenggara perjalanan.

"Kami imbau kepada pimpinan travel untuk memberangkatkan jemaah umrah ke depan agar melihat dan memantau terus perkembangan politik di Saudi. Jangan sampai membuka perjalanan umrah sementara eskalasi politik di Saudi belum turun," ujarnya.

  1. 1. Kemenhaj Sulsel Turunkan Tim ke Bandara

    Ilustrasi Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar. (Dok. IDN Times)
    Ilustrasi Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar. (Dok. IDN Times)

    Ikbal mengaku pihaknya belum memiliki data pasti mengenai jumlah jemaah umrah asal Sulsel yang terdampak penundaan penerbangan. Setelah menerima laporan sekitar satu jam sebelum memberikan keterangan, Kanwil Kemenhaj Sulsel langsung menurunkan tim ke bandara untuk melakukan pengecekan.

    "Kami baru menerima laporan satu jam tadi. Kami langsung menurunkan tim ke bandara untuk meninjau langsung berapa jumlah jemaah umrah dan berapa jumlah travel yang terdampak eskalasi politik di Saudi," jelasnya.

    Sementara itu, Kanwil Kemenhaj Sulsel juga masih melakukan pendataan terhadap jemaah umrah yang berada di Arab Saudi dan hendak kembali ke Indonesia, khususnya ke Sulawesi Selatan.

    Ikbal mengatakan pendataan dilakukan melalui koordinasi dengan pihak terkait di Arab Saudi. Data tersebut nantinya akan dilaporkan kepada pimpinan Kemenhaj di tingkat pusat.

    "Sampai saat ini belum ada laporan. Kami sementara mendata bekerja sama dengan pemerintah di sana untuk mengetahui jemaah-jemaah umrah yang ingin kembali ke Tanah Air, terutama ke Sulsel, untuk kami laporkan kepada pimpinan di pusat," katanya.

  2. 2. Travel Diminta Tenangkan Jemaah

    Jemaah haji tiba di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar usai melaksanakan ibadah haji di Arab Saudi. (Dok. Kemenag Sulsel)
    Ilustrasi. Jemaah haji tiba di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar usai melaksanakan ibadah haji di Arab Saudi. (Dok. Kemenag Sulsel)

    Di tengah situasi tersebut, Ikbal meminta biro perjalanan umrah yang terdampak penundaan penerbangan untuk menenangkan jemaah dan segera berkoordinasi dengan pihak maskapai. Koordinasi diperlukan untuk memastikan penjadwalan ulang keberangkatan sesuai perkembangan situasi keamanan.

    "Kepada teman-teman travel yang terdampak penerbangannya, kami harapkan menenangkan jemaah dan segera berkoordinasi dengan pihak penerbangan untuk meminta penjadwalan ulang," tuturnya.

    Ia berharap keberangkatan dapat kembali dijadwalkan setelah kondisi keamanan di Arab Saudi dinilai memungkinkan.

    Ikbal menyebut jumlah jemaah umrah asal Sulsel yang berangkat setiap bulan berkisar 5.000 hingga 7.000 orang. Jumlah tersebut dapat berubah mengikuti periode keberangkatan dan minat masyarakat.

    "Banyak, setiap bulan berkisar 5.000 hingga 7.000 orang jemaah," kata Ikbal.

  3. 3. Serangan di Bandara Riyadh

    Kondisi Terminal Hajj Bandara Jeddah, Arab Saudi. (IDN Times/Vadhia Lidyana)
    Kondisi Terminal Hajj Bandara Jeddah, Arab Saudi. (IDN Times/Vadhia Lidyana)

    Sebelumnya, situasi keamanan di Arab Saudi dilaporkan memanas menyusul serangan yang menghantam Bandara Internasional King Khalid di Riyadh pada Sabtu (10/10/2026) waktu setempat. Serangan tersebut dilaporkan menewaskan sedikitnya 12 orang dan menyebabkan 309 orang lainnya terluka.

    Insiden ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan kawasan akibat rangkaian serangan rudal dan drone lintas batas yang dikaitkan dengan kelompok Houthi terhadap fasilitas infrastruktur Arab Saudi.

    Situasi tersebut berdampak pada aktivitas penerbangan, termasuk perjalanan jemaah umrah. Karena itu, calon jemaah dan keluarga diimbau terus berkomunikasi dengan pihak travel untuk memperoleh informasi terbaru mengenai jadwal keberangkatan maupun kepulangan.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More