Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
5 Model Rumah yang Kurang Cocok Diterapkan di Indonesia, Gak Nyaman!
ilustrasi rumah dengan atap datar (pexels.com/Jake Ryan)
  • Rumah dengan dominasi kaca kurang cocok diterapkan di Indonesia karena suhu tropis yang panas sepanjang tahun dan perawatan kaca yang merepotkan.
  • Penggunaan atap datar dalam desain rumah bisa menjadi masalah di Indonesia terutama saat musim hujan dan untuk mengatasi panas terik di siang hari.
  • Konsep dapur outdoor atau terbuka, ruang tamu di teras, dan dinding loster kurang cocok diterapkan di Indonesia karena tidak praktis dan kurang nyaman sesuai dengan kondisi iklim lokal.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Saat akan membangun atau merenovasi rumah, kamu mungkin mencari inspirasi lewat internet dan terinspirasi dari desain-desain rumah luar negeri. Meskipun menarik, tapi sebenarnya desain rumah tersebut belum tentu cocok untuk diterapkan di Indonesia. Indonesia, sebagai negara tropis dengan iklim yang khas, memiliki kebutuhan dan tantangan tersendiri dalam hal desain rumah.

Tak jarang, kita menemukan model rumah yang terlihat cantik dan modern di negara lain, tetapi ketika diterapkan di Indonesia, justru kurang fungsional. Kalau nekat membangun rumah dengan model tersebut, yang ada rumahmu jadi kurang nyaman. Biar gak menyesal, yuk eksplorasi beberapa model rumah yang sebenarnya kurang cocok diterapkan di Indonesia dan alasannya.

1. Rumah yang dikelilingi jendela kaca besar

ilustrasi rumah yang didominasi kaca (pexels.com/Curtis Adams)

Rumah dengan dominasi kaca, terutama di bagian fasad, mungkin terlihat elegan dan modern. Banyak model rumah ini ditemukan di negara-negara dengan iklim dingin dengan tujuan untuk memaksimalkan cahaya matahari masuk ke dalam rumah melalui kaca. Namun, di Indonesia, penggunaan kaca yang berlebihan bisa menjadi masalah. 

Indonesia adalah negara tropis dengan suhu yang cenderung panas sepanjang tahun. Kaca besar dapat membuat ruangan terasa makin panas karena banyaknya sinar matahari yang masuk. Ditambah, perawatan kaca dalam jumlah besar juga cukup merepotkan. Di negara dengan polusi udara yang tinggi atau sering terkena hujan seperti di Indonesia, kaca akan mudah kotor dan membutuhkan perawatan ekstra agar tetap terlihat bersih dan rapi.

2. Rumah dengan atap datar

ilustrasi rumah dengan atap datar (pexels.com/Jake Ryan)

Rumah dengan atap datar sering kali menjadi pilihan dalam desain rumah modern, terutama di perkotaan. Desain ini membuat rumah tampak lebih minimalis dan efisien dalam penggunaan lahan. Namun, di Indonesia, penggunaan atap datar bisa menjadi masalah, terutama saat musim hujan. Di atap yang datar, air hujan akan sulit mengalir sehingga menggenang dan berpotensi merusak struktur bangunan dan menyebabkan kebocoran.

Selain itu, rumah dengan atap datar juga kurang cocok untuk mengatasi panas terik di siang hari. Atap beton yang datar cenderung menyerap panas lebih banyak, sehingga rumah terasa lebih panas. Jika tidak didesain dengan baik, rumah dengan atap datar bisa menjadi tempat yang tidak nyaman untuk tinggal di iklim tropis.

3. Rumah dengan dapur terbuka

ilustrasi rumah dengan dapur terbuka (freepik.com/freepik)

Konsep dapur outdoor atau terbuka makin diminati karena membuat dapur tampak cerah dan memiliki ventilasi yang lebih baik. Namun, model dapur seperti ini hanya cocok diterapkan di negara-negara dengan cuaca stabil sepanjang tahun. Sementara, di Indonesia, penggunaan dapur terbuka kurang cocok karena beberapa alasan. 

Pertama, Indonesia memiliki dua musim, yaitu musim hujan dan musim kemarau, membuat dapur terbuka menjadi tidak praktis. Saat musim hujan, peralatan dan area dapur bisa basah atau bahkan rusak karena paparan air dan angin yang terus-menerus. Selain itu, serangga dan binatang seperti nyamuk atau tikus bisa lebih mudah masuk dan mengganggu kebersihan serta kenyamanan dapur. Di musim kemarau yang panas, memasak di dapur terbuka juga menjadi kurang nyaman karena suhu yang tinggi, membuat area dapur terasa lebih panas.

4. Rumah dengan ruang tamu di teras

ilustrasi rumah dengan ruang tamu di teras (pexels.com/Marianne)

Ruang tamu yang terletak di teras depan rumah, dengan konsep semi terbuka memang terlihat menarik. Dengan desain rumah ini, kamu bisa menjamu tamu tanpa perlu repot-repot menyuruh mereka masuk ke rumah. Namun, sebenarnya model ruang tamu di teras kurang cocok diterapkan di Indonesia.

Ruang tamu di teras bisa mudah kotor karena polusi dari kendaraan, angin, hingga hujan. Akibatnya, kamu harus lebih sering membersihkan debu dan kotoran yang terbawa angin. Belum lagi, ruang tamu di teras bisa terasa panas pada siang hari sehingga kurang nyaman.

5. Rumah dengan dinding loster

ilustrasi rumah dengan dinding loster (pexels.com/Oranduu ( Danilo Silva ))

Rumah dengan dinding loster atau dinding berongga semakin populer di Indonesia akhir-akhir ini. Loster sering digunakan untuk menciptakan sirkulasi udara yang baik serta memberikan estetika unik pada rumah. Dengan desain yang terbuka, dinding loster memungkinkan angin segar masuk ke dalam rumah, sehingga memberikan ventilasi alami yang baik.

Meskipun terlihat estetik dan berfungsi sebagai ventilasi alami, dinding loster juga memiliki beberapa kelemahan yang membuatnya kurang cocok jika diterapkan secara menyeluruh di rumah-rumah di Indonesia. Dinding loster tidak efektif melindungi rumah dari hujan, terutama saat hujan disertai angin kencang. Air hujan dapat dengan mudah masuk melalui celah-celah loster, sehingga menyebabkan kelembapan di dalam rumah. Hal ini bisa berdampak buruk pada perabotan, dinding dalam, dan bahkan kesehatan penghuni rumah, terutama di daerah yang sering mengalami hujan deras. Loster juga bisa menjadi jalur masuk bagi serangga, debu, dan polusi udara dari luar. Di wilayah perkotaan dengan tingkat polusi tinggi, dinding loster justru bisa membuat udara di dalam rumah kurang bersih.

Memilih model rumah yang tepat sangat penting agar rumah tidak hanya indah dipandang, tetapi juga nyaman dan fungsional untuk ditinggali. Sebaiknya, sebelum membangun rumah, sesuaikan desain dengan kondisi iklim dan kebutuhan lokal agar rumah tetap nyaman dihuni sepanjang tahun. Kalau kamu belum memiliki pengetahuan yang memadai seputar rumah, lebih baik pakai jasa arsitek saat akan membangun atau merenovasi rumah.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team