Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

356 Warga di Makassar Mengungsi akibat Banjir dan Angin Kencang

IMG-20260111-WA0027.jpg
Banjir masih merendam kawasan permukiman warga di Kodam III RT 01/RW 06, Kelurahan Katimbang, Kecamatan Biringkanaya, Makassar, Senin (12/1/2026). (Dok. BPBD Makassar)

Makassar, IDN Times - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar mencatat sebanyak 97 kepala keluarga atau 356 jiwa mengungsi sementara. Pengungsian ini berada di lima titik akibat cuaca ekstrem yang melanda sejumlah wilayah Kota Makassar hingga Minggu, 11 Januari 2026. 

Cuaca ekstrem berupa angin kencang dan curah hujan tinggi menyebabkan genangan air serta gangguan lingkungan, khususnya di Kecamatan Biringkanaya. Kondisi tersebut membuat sebagian warga memilih mengungsi ke lokasi yang lebih aman untuk menghindari risiko lanjutan.

Kepala BPBD Kota Makassar, Fadli Tahar, menyampaikan bahwa peningkatan curah hujan dan angin kencang telah terpantau sejak awal di sejumlah wilayah. Kondisi tersebut mendorong BPBD menyiagakan personel untuk melakukan pemantauan lapangan dan penanganan secara cepat.

"Sejak awal terpantau adanya potensi cuaca ekstrem, kami langsung menurunkan personel untuk pemantauan dan penanganan di lapangan. Keselamatan warga menjadi prioritas utama," kata Fadli, Senin (12/1/2026).

1. Angin kencang terjadi di 29 titik lokasi

IMG-20260111-WA0103.jpg
Penanganan pohon tumbang di Perumahan Azalea, Makassar, Minggu (11/1/2026). (Dok. BPBD Makassar)

Selain dampak banjir dan genangan, BPBD Kota Makassar juga mencatat kejadian angin kencang di 29 titik lokasi yang mengakibatkan pohon tumbang di sejumlah ruas jalan dan kawasan permukiman warga. Terdapat satu unit rumah yang terdampak akibat peristiwa tersebut, namun tidak ada korban jiwa.

Penanganan pohon tumbang berlangsung secara terpadu oleh Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kota Makassar bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat), serta Dinas Pekerjaan Umum (PU). Proses tersebut mendapat dukungan TNI/Polri dan pemerintah kecamatan serta kelurahan setempat untuk pembersihan akses jalan dan pengamanan lokasi.

"Penanganan meliputi evakuasi material pohon tumbang, pembersihan akses jalan, dan pengamanan lokasi kejadian," kata Fadli.

2. BPBD dan OPD pastikan kebutuhan pengungsi terpenuhi

IMG-20260111-WA0028(1).jpg
Banjir masih merendam kawasan permukiman warga di Kodam III RT 01/RW 06, Kelurahan Katimbang, Kecamatan Biringkanaya, Makassar, Senin (12/1/2026). (Dok. BPBD Makassar)

Dalam penanganan pengungsi, BPBD Kota Makassar bekerja sama dengan Dinas Sosial Kota Makassar untuk pemenuhan kebutuhan dasar pengungsi, termasuk logistik dan layanan sosial. Dinas Kesehatan juga memberikan layanan kesehatan serta pemantauan kondisi warga di lokasi pengungsian.

"Kami memastikan kebutuhan dasar pengungsi terpenuhi dan kondisi kesehatan warga tetap terpantau. Koordinasi lintas sektor terus kami perkuat," kata Fadli.

3. BPBD Makassar siagakan personel 24 jam

1001468752.jpg
Kepala BPBD Kota Makassar, Fadli Tahar. (Dok. BPBD Makassar)

Fadli menjelaskan BPBD Kota Makassar tetap bersiaga selama 24 jam dengan menempatkan personel di sejumlah titik rawan. Pemantauan lapangan terus berlangsung untuk mengantisipasi potensi cuaca ekstrem lanjutan.

"Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem, menghindari area rawan pohon tumbang dan genangan, serta segera melaporkan kejadian darurat melalui kanal resmi BPBD," kata Fadli.

Sebelumnya, BPBD Kota Makassar telah mengaktifkan status siaga bencana menyusul meningkatnya curah hujan dan potensi bencana hidrometeorologi di Kota Makassar. Sejak status siaga ditetapkan, personel BPBD disiagakan untuk memantau intensif di titik-titik rawan banjir, genangan, dan pohon tumbang.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Aan Pranata
EditorAan Pranata
Follow Us

Latest News Sulawesi Selatan

See More

Polisi Tangkap 2 Pelaku Pembobolan Mesin ATM Bank Sulselbar

13 Jan 2026, 01:06 WIBNews