Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

16 Nakes Positif COVID-19, Pelayanan RSUD Takalar Dihentikan

16 Nakes Positif COVID-19, Pelayanan RSUD Takalar Dihentikan
Ilustrasi pemeriksaan suhu wisatawan masuk Palembang di terminal Alang Alang Lebar Palembang. (ANTARA FOTO/Feny Selly)

Takalar, IDN Times - Pelayanan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Padjonga Daeng Ngalle, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, terpaksa dihentikan sementara. Manajemen rumah sakit memutuskan kebijakan itu setelah 16 tenaga kesehatan di rumah sakit tersebut terkonfirmasi positif COVID-19.

"Kami hari ini telah rapat manajemen rumah sakit dan juga Dinas Kesehatan Kabupaten Takalar, menyepakati penutupan sementara pelayanan IGD oleh karena banyak tenaga kesehatan yang positif," kata Direktur Utama RSUD PDN Takalar dr Asriady Ali lewat keteranan tertulis yang diterima, Jumat (19/6).

1. Sumber penularan disebut transmisi lokal

Ilustrasi Pasien COVID-19. ANTARA FOTO/REUTERS/Jose Luis Gonzalez
Ilustrasi Pasien COVID-19. ANTARA FOTO/REUTERS/Jose Luis Gonzalez

Adi mengatakan, penyebaran COVID-19 di Kabupaten Takalar kian mengkhawatirkan. Selain karena daerah ini berbatasan langsung dengan Kota Makassar dan Kabupaten Gowa yang mencatat jumlah kasus tinggi, juga ada indikasi transmisi lokal yang semakin meningkat.

Data terakhir dari Tim Gugus Tugas COVID-19 Takalar menunjukkan angka 42 orang terkonfirmasi positif hingga Rabu (17/6) lalu. Terakhir ada 16 tenaga medis terdiri dari dokter, perawat, radiografer dan tenaga farmasi yang dinyatakan positif.

"Tentu kami tidak ingin tenaga kesehatan menjadi sumber infeksi sehingga kami meminta izin (pemerintah) untuk melakukan tracing atau penelusuran ketat terhadap nakes di rumah sakit terutama yang kontak erat," ujar dr Adi.

2. Manajemen rumah sakit upayakan sterilisasi dan sejumlah pembenahan

Ilustrasi. Salah satu ruangan di infection center RSUD Sayang Rakyat Makassar. Humas Pemprov Sulsel
Ilustrasi. Salah satu ruangan di infection center RSUD Sayang Rakyat Makassar. Humas Pemprov Sulsel

Adi mengatakan, pihaknya merespons kejadian itu dengan melakukan sterilisasi. Bukan hanya ruangan, melainkan peralatan medis yang digunakan. Selain itu diupayakan pembenahan beberapa ruangan yang disebut membutuhkan proses yang cukup panjang.

"Untuk pasien yang membutuhkan pelayanan gawat darurat, kami sudah berkoordinasi dengan Dinkes Takalar untuk optimalisasi pelayanan di IGD Puskesmas. Beginilah pola kerja fasilitas pelayanan kesehatan di era COVID-19," Adi menjelaskan.

Adi menyarankan kepada tenaga kesehatan dan masyarakat umum untuk serius menjaga diri dan keluarga dengan perilaku hidup bersih. Mulai dari rajin mencuci tangan, menggunakan masker, dan menjaga sistem imun tubuh agar tidak mudah terpapar virus.

3. Pasien positif ada yang diisolasi mandiri, ada juga yang dirawat di hotel

Santri Ponpes Temboro jalani isolasi program Wisata COVID-19 di salah satu hotel di Makassar, Sulawesi Selatan, 6 Mei 2020. (IDN Times/Pemkot Makassar)
Santri Ponpes Temboro jalani isolasi program Wisata COVID-19 di salah satu hotel di Makassar, Sulawesi Selatan, 6 Mei 2020. (IDN Times/Pemkot Makassar)

Kepala Bagian Humas dan Protokol Pemkab Takalar Syainal Mannnan mengungkapkan, pihaknya saat ini tengah berupaya untuk melakukan tracing terhadap seluruh pasien yang terpapar COVID-19. Termasuk nakes yang telah terkonfirmasi positif.

Beberapa di antara pasien yang terkonfirmasi, kata Syainal, telah menjalani perawatan khusus isolasi pasien COVID-19 di rumah sakit rujukan yang telah disediakan pemerintah di luar Kabupaten Takalar. Termasuk seluruh tenaga kesehatan yang terkonfirmasi, sebagian dirawat di hotel yang menjadi lokasi wisata COVID-19 di Makassar.

"Ada yang isolasi mandiri di rumahnya, ada juga di hotel," kata Syainal saat dikonfirmasi terpisah.

Share
Topics
Editorial Team
Aan Pranata
EditorAan Pranata
Follow Us

Latest News Sulawesi Selatan

See More

Pemkot Makassar Targetkan 1.000 Sertifikat Aset Rampung 2026

10 Apr 2026, 11:19 WIBNews