Lini Depan PSM Makassar Kurang Menggigit, Apa yang Salah?

Makassar, IDN Times - PSM Makassar harus puas dengan hasil imbang 1-1 saat bertandang ke markas Semen Padang pada laga pekan ke-11 BRI Liga 1 2024/24, Kamis malam (21/11/2024). Kubu tuan rumah mencetak gol lebih dulu lewat Gala Pagamo pada menit ke-48, sebelum disamakan oleh Latyr Fall lima menit berselang.
Juru taktik Juku Eja, Bernardo Tavares, mengaku senang dengan hasil ini. Ia tetap semringah lantaran bisa memutus catatan buruk PSM yang selalu gagal membawa pulang poin dari Padang. Tapi, mereka belum bisa menyelesaikan masalah krusial sejak kompetisi dimulai.
1. Saat imbang melawan Semen Padang, PSM tampil sangat dominan selama 90 menit

Dalam statistik yang dihimpun dari PT Liga Indonesia, PSM sebenarnya menunjukkan dominasi mutlak sepanjang 90 menit. Bermain menyerang sejak menit pertama, mereka bisa melepas total 11 tembakan, dengan 4 di antaranya mengarah langsung ke gawang. Kerja sama serangan Victor Luiz dan Daisuke Sakai terbukti membuat lini depan lebih hidup.
Victor Luiz sendiri didapuk sebagai Man of the Match pertandingan tersebut. Ini berkat catatan 3 crossing dan 4 dribel sukses. Daisuke Sakai pun tak kalah mentereng lantan tiga kali membantu kreasi peluang.
Selain itu, persentase penguasaan bola PSM juga mencapai angka fantastis yakni 73 persen. Ini merupakan hasil 345 operan sukses antara para pemain. Upaya mengepung sektor belakang lawan membuat Tavares menaikkan garis pertahanan. Taktik itu terbukti efektif untuk memotong upaya Semen Padang mengawali serangan lewat umpan lambung.
2. Para pemain depan Juku Eja disebut tidak berperan sebagai penyelesai peluang

Dengan tingkat akurasi umpan mencapai 78 persen, kenapa Pasukan Ramang masih alami kebuntuan? Akun Twitter yang kerap mengulas sepak bola Sulawesi Selatan, @pagolonet, membahasnya dengan ringkas selepas laga tersebut. Meski memiliki crossing dan umpan tarik berbahaya, para pemain depan PSM ternyata disebut tidak berperan menjadi finisher.
"Mestinya pemain depan bisa bikin dirinya jadi opsi umpan. Tapi malah jadi 'dummy' (pengecoh), berhadap ada gelandang sebagai penyelesai. Sedangkan gelandang-gelandangnya mentah dalam menyelesaikan peluang," cuit @pagolonet perihal penampilan PSM yang kurang menggigit.
"Ujung-ujungnya, coba manfaatkan Yuran (Fernandes) setiap ada kesempatan set-piece (bola mati)," imbuh akun tersebut.
3. Gaya bermain Nermin Haljeta membuatnya jadi juru gedor yang tepat untuk PSM

Lebih jauh, @pagolonet juga menggarisbawahi perbedaan cara bermain ketiga penyerang PSM. Tito Okello dan Adilson da Silva disebut tak memiliki kemampuan positioning yang sama seperti Nermin Haljeta.
"Nermin selalu mencari tempat yang 'sepi', membuat dirinya enak jadi opsi umpan. Sedangkan Okello maupun Adilson malah keseringan mendatangi kerumunan," tukas akun tersebut. Dengan gaya bermain itu, striker asal Slovenia tersebut terbukti berbicara banyak. Nermin sudah mencetak 4 gol dari 7 penampilan bersama PSM.
Dalam jumpa pers selepas duel versus Semen Padang, Bernardo Tavares berjanji akan kembali meningkatkan akurasi peluang para pemain. Seiring pulihnya Nermin Haljeta dari cedera, apakah lini depan Pasukan Ramang akan kembali tajam pada laga pekan ke-12 versus Borneo FC?



















