TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Gabung di IDN Times

Jelang Jumpa PSM Makassar, Lalenok United FC Pantang Keder Duluan

Sang jawara Timor Leste ingin unjuk gigi di hadapan Juku Eja

Dok. Istimewa (MO PSM Makassar)

Makassar, IDN Times - Lalenok United FC enggan keder di hadapan PSM Makassar. Ya, tekad itu coba diusung oleh sang wakil Timor Leste jelang bersua jawara Piala Indonesia 2018/19 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, pada Rabu (22/1) sore esok.

Pelatih kepala Lalenok United FC, Jantje Metmay, mengaku sudah tahu karakteristik permainan PSM lantaran cukup lama terlibat di sepak bola Indonesia. Beberapa penggawa sang lawan pun disebutnya punya kualitas mumpuni. Namun, itu tak menjadi alasan untuk merasa takut.

Baca Juga: Paling Sering Tampil, Ini Riwayat PSM di Kejuaraan Antar-Klub Asia

1. Pelatih Lalenok United FC, Jantje Metmay menyebut anak asuhnya sudah siap tempur

Dok. Istimewa (MO PSM Makassar)

"Sebanyak 25 pemain yang kami bawa sudah siap tempur. Kami juga punya rasa optimis untuk mencapai target. PSM memang tim papan atas, tetapi sepak bola Timor Leste punya budaya dan karakter yang cukup berbeda. Ada rasa motivasi tersendiri," ujarnya dalam sesi jumpa pers pada Selasa (21/1) pagi.

Lalenok enggan membuang waktu. Usai merampungkan kompetisi musim 2019 --di mana mereka meraih treble winner lokal-- pada November silam, mereka hanya menjalani libur selama 15 hari lalu kembali berkumpul untuk persiapan babak play-off AFC Cup.

2. Selama masa persiapan jelang babak play-off AFC Cup, Rufino Gama dkk melakukan dua partai uji coba kontra Timnas Timor Leste U-19

Dok. Lalenok United FC

"Taktik, fisik, teknik dan strategi diasah dengan waktu yang ada. Tinggal bagaimana nanti mempraktikkannya di lapangan. Kita hanya dua kali melakukan uji coba, yaitu melawan Timnas Timor Leste U-19. Hasilnya pun bagus, kami menang 5-2 dan 3-1," lanjut Jantje.

Kendati demikian masih ada beberapa hal yang menjadi perhatiannya. Selain lapangan, ada juga faktor suporter. Rufino Gama dkk memang harus menjamu PSM di Gianyar alih-alih di Dili. "Untuk pemain, tinggal bagaimana mereka menata mental di pertandingan besar seperti ini. Tidak ada rasa takut," kata dia. 

3. Bojan Hodak sebagai juru taktik PSM Makassar menyebut, permainan anak asuhnya masih jauh dari ekspektasi

Dok. Istimewa (MO PSM Makassar)

Sementara itu, pelatih kepala Juku Eja yakni Bojan Hodak dalam kesempatan terpisah mengatakan bahwa laga kontra Lalenok United jadi pemuka perjalanan panjang mereka di musim 2020. Namun, rupanya masih ada yang mengganjal jelang laga debutnya sebagai peracik taktik anyar milik PSM.

"Kami baru latihan 10 hari setelah libur. Banyak pemain-pemain baru, akan tetapi para pemain belum berada dalam level permainan terbaik. Namun, kami harus melupakan hal tersebut dan fokus memetik hasil terbaik," papar Hodak.

4. Seluruh penggawa Juku Eja diminta mengantisipasi kecepatan sang lawan

ANTARA FOTO/HO/Abdul Kadir

Waktu persiapan yang mepet rupanya tak menjadi halangan bagi Zulkifli Syukur dkk untuk memetik hasil maksimal di leg pertama. Di sisi lain, sang pelatih turut mewanti-wanti anak asuhnya untuk mewaspadai kecepatan yang dimiliki Lalenok United.

"Kita menonton banyak rekaman pertandingan mereka. Ada alasan kenapa mereka jadi juara. Banyak pemain mereka yang bertubuh kecil tapi lincah. Saya sudah memberi tahu para pemain tentang hal tersebut. Persiapan memang masih kurang, tapi kami tetap harus menang," lanjut eks pelatih Timnas Malaysia U-19 tersebut.

Baca Juga: Play-Off Belum Dihelat, PSM Sudah Kebagian Tempat di AFC Cup 2020

Berita Terkini Lainnya