Comscore Tracker

Paling Sering Tampil, Ini Riwayat PSM di Kejuaraan Antar-Klub Asia

Mulai dari Asian Club Championship hingga AFC Cup

Makassar, IDN Times - Rabu (22/1) sore esok, PSM Makasar kembali memulai perjalanan pada musim 2020 di gelaran AFC Cup. Satu tempat tersisa di Grup H akan mereka perebutkan dengan jawara Timor Leste, Lalenok United FC.

Nah, status sebagai juara Piala Indonesia 2018/19 mengantar satu tiket babak play-off mampir ke tangan PSM. Capaian tersebut membuat Juku Eja sudah tampil delapan kali di panggung Asia, sekaligus jadi tim Tanah Air yang paling sering tampil.

Sebagai penyegar ingatan, berikut IDN Times menyajikan secara singkat kiprah perjalanan PSM di beberapa kejuaraan antar-klub Asia.

Baca Juga: Mengingat Kembali Skuad Utama PSM Makassar Satu Dekade Silam

1. Asian Club Championship 1996/97

Paling Sering Tampil, Ini Riwayat PSM di Kejuaraan Antar-Klub AsiaDok. Istimewa (the-maczman.com)

Meski hanya berstatus runner-up Ligina III musim 1995/96, PSM Makassar mendapat kesempatan tampil di pentas tingkat Asia untuk pertama kalinya sejak berdiri pada 1915. Tidak diketahui alasan pasti mengapa Mastrans Bandung Raya, jawara Ligina II, mengoper slot yang harusnya mereka tempati kepada PSM.

Di putaran kedua Asian Club Championship 1996/97, PSM berhadapan dengan wakil Korea Selatan,yakni Pohang Steelers. Anak asuh M Basri tersebut sempat menekuk Pohang di Mattoanging dengan skor 1-0. Namun ketika bertandang ke Steelyard Stadium, mereka dilibas empat gol tanpa balas.

2. Asian Cup Winners' Cup 1997/98

Paling Sering Tampil, Ini Riwayat PSM di Kejuaraan Antar-Klub AsiaDok. Istimewa (Twitter.com/maczmanumi)

Meski gugur di babak semifinal Ligina IV 1996/97, PSM satu tempat di Asian Cup Winners' Cup, ajang yang mempertemukan pada runner-up liga dan jawara kejuaraan domestik. Bandung Raya (juara dua Ligina IV) urung mengambil kesempatan tersebut. Prestasi Luciano Leandro dkk pun cukup apik.

Berjumpa Royal Thai Air Force FC (juara Piala Thailand 1996/97) di dua leg putaran kedua, Mereka menang dengan agregat 2-1. Namun, tim raksasa sudah menunggu mereka di perempat final Zona Asia Barat: Suwon Samsung Bluewings, runner-up K-League 1996.

Suwon sendiri sudah bertemu dua wakil Asia Tenggara dan catatkan agregat fantastis. Blue Wings melibas Hai Quan (Vietnam) dengan skor 9-1, sedangkan Singapore Armed Force dibekuk delapan gol tanpa balas. PSM bernasib lebih parah. Hanya kalah 0-1 di Mattoanging, gawang mereka jebol duabelas kali tanpa sekalipun mencetak gol balasan pada leg kedua.

3. Asian Club Championship 2000/01

Paling Sering Tampil, Ini Riwayat PSM di Kejuaraan Antar-Klub AsiaInstagram.com/memori_psm

Gelar juara di Ligina VI musim 1999/2000 tak cuma melepas dahaga juara selama delapan tahun. Kejuaraan sepak bola bergengsi tingkat Asia turut kembali dijajal setelah "menghilang" selama empat tahun.

Langkah Bima Sakti beserta kolega cukup mulus. Song Lam Nghe An (Vietnam) kalah dengan agregat 4-1 di putaran pertama. Masuk putaran kedua, giliran Royal Thai Air Force yang digulung sebelas gol berbalas satu.

Nah, Mattoanging diberi kehormatan menjadi tuan rumah babak perempat final Zona Asia Timur (menggunakan format grup) dari 21 hingga 25 Maret 2001. Publik Makassar antusias melihat tim papan atas seperti Jubilo Iwata (Jepang), Suwon Samsung Bluewings serta Shandong Luneng Taishan (China) tampil di Kota Daeng.

Kendati tampil dengan dukungan penuh, mereka harus puas menjadi juru kunci. PSM tak pernah mendulang poin dalam tiga pertandingan. Gawang Hendro Kartiko bobol 14 kali, dan hanya memasukkan dua gol.

4. Asian Cup Winners' Cup 2001/02

Paling Sering Tampil, Ini Riwayat PSM di Kejuaraan Antar-Klub AsiaInstagram.com/memoriligina

Juku Eja finis sebagai runner-up Ligina VII 2000/01 setelah dibekuk Persija Jakarta di partai puncak. Pasukan Syamsuddin Umar pun diberi satu jatah tiket ke Asian Cup Winners' Cup edisi 2001/02.

Sayangnya, prestasi di edisi 1997/98 tak terulang. Bersua Victory SC (juara Liga Maladewa 2001) pada putaran pertama Zona Asia Timur, PSM secara mengejutkan justru tumbang dengan agregat 4-2.

5. AFC Champions League 2004

Paling Sering Tampil, Ini Riwayat PSM di Kejuaraan Antar-Klub AsiaDok. Istimewa

Meski finis sebagai runner-up Ligina 2003, PSM berhak menemani sang jawara yakni Persik Kediri ke AFC Champions League. Kejuraan bergengsi antar klub Asia tersebut berganti nama dan format layaknya Liga Champions milik UEFA mulai edisi 2002/03.

Cristian Gonzales cs tergabung di Grup F bersama Dalian Shide (China), Hoang Anh Gia Lai (Vietnam) dan Krung Thai Bank (Thailand). Sayang, mereka harus finis sebagai juru kunci klasemen.

PSM hanya sanggup memetik dua kemenangan serta kalah sebanyak empat kali di fase grup. Kendati demikian, pemain lokal diberi kesempatan unjuk gigi seperti Ortizan Solossa, Akbar Rasyid, Ponaryo Astaman, Syamsul Chaeruddin serta Andi Oddang.

6. AFC Champions League 2005

Paling Sering Tampil, Ini Riwayat PSM di Kejuaraan Antar-Klub AsiaDok. Istimewa (PSM Makassar)

Benasib apes di Ligina 2004 --kalah selisih gol dari Persebaya-- membuat Pasukan Ramang harus puas kembali duduki runner-up di akhir kompetisi. Akan tetapi, anak asuh Miroslav Janu masih berhak menemani Bajul Ijo di AFC Champions League 2005.

PSM tergabung di Grup F dengan tiga kontestan lainnya yakni Shandong Luneng Taishan (China), Yokohama F. Marinos (Jepang) ditambah BEC Tero Sasana (Thailand). Beruntung, capaian mereka sedikit lebih baik ketimbang musim sebelumnya.

Ponaryo Astaman beserta kolega finis di peringkat 3, hasil dari sekali menang, sekali imbang dan empat kali kalah. Satu-satunya kemenangan mereka yakni ketika menekuk BEC Tero Sasana di kandangnya pada matchday pertama Grup F, pada 9 Maret 2005, berkat gol tunggal Osvado Moreno.

7. AFC Cup 2019

Paling Sering Tampil, Ini Riwayat PSM di Kejuaraan Antar-Klub AsiaANTARA FOTO/Wahyu Putro A

Usai 15 tahun tanpa prestasi di kancah sepak bola nasional, PSM Makassar tampil sebagai runner-up Liga 1 2019. Berkat hasil tersebut, WIljan Pluim dkk kembali membawa PSM ke kancah Asia--yakni AFC Cup --kejuaraan serupa Asian Cup Winners' Cup-- namun dalam format dan nama baru-- musim 2019.

Di bawah komando Darije Kalezic, PSM tampil moncer dengan keluar sebagai jawara Grup H yang juga diisi Home United (Singapura), Kaya FC-Iloilo (Filipina) serta Lao Toyota FC (Laos).

Namun langkah mereka dihentikan wakil Vietnam lainnya, Becamex Binh Duong, di fase semifinal Zona ASEAN. Kendati agregat akhirnya imbang 2-2, sang tamu unggul gol tandang lantaran PSM kalah 1-0 pada leg pertana.

Baca Juga: Jalan Panjang PSM Makassar dalam Merajai Sepak Bola Indonesia

Topic:

  • Ach. Hidayat Alsair
  • Ita Lismawati F Malau

Berita Terkini Lainnya